Kamukah Mata Keduaku?

Lanjutan cerita tentang Mas Rama. Yup, apalagi kalau bukan tentang bukunya, "Mata Kedua".

Sepulang dari acara KBM Malang, jam 5 sore, saya menyempatkan diri membaca sinopsis dan prolog dari buku tersebut. Langsung saja terpikir bahwa nanti alurnya maju mundur, biasanya kalau saya membuat cerpen, alur ini yang sering saya gunakan (favorit). Bahkan pada novel pertama saya (entah ini diterima penerbit mana, soalnya udah ditolak berkali-kali ; Aku, Kamu, dan Diary) juga menggunakan alur tersebut.






Berhubung emak-emak dengan sejuta aktivitas (bohong banget, padahal sukanya BBM-an :D) maka saya pun baru bisa membaca tepat pada jam 7 malam, setelah salat Isya dan si kecil pun asyik menonton televisi (baru satu bulan saya mempunyai televisi, itu pun di komputer, agar tidak rebutan dengan si kecil saat saya online di lepi). Ini buku paling tebal yang saya punyai (selain Alquran pastinya), jadi agak sedikit malas membacanya (jujur banget sih). :p

Oke oke, lanjut deh. 

Pertama kali membaca sebuah buku, saya tak pernah langsung melihat halaman pertama (halaman 1 maksudnya), tapi langsung menuju ke prolog dan biodata penulis. Kenapa? Entahlah, ini seperti kebiasaan saya, nama penulis pun sangat mempengaruhi minat baca, kalau nama penulisnya tidak kenal, ya ogah-ogahan bacanya (kebanyakan baca buku teman sih). Tapi, berhubung saya sudah tahu penulis buku ini (walaupun dia tidak mengenal saya) maka cukuplah untuk semakin penasaran membaca biodatanya. Hanya 1 kata yang sanggup saya ucapkan, "WOW!".






Membaca halaman demi halaman membuat saya tersenyum, geli sekaligus miris. Geli karena hidung mbangirnya (katanya sih) Mas Rama dicium dengan keras oleh pagar sekolah dan miris karena saya tak punya semangat seperti itu. Bayangkan, apa yang akan kamu lakukan jika kamu terlahir dengan mata yang hanya bisa melihat kegelapan? Well, saya tak berani membayangkan, walau mungkin saya pun akan mengalaminya.



Kehidupan di sekolahnya, sahabat-sahabat yang selalu ada dan mendukungnya. Ya, tak lepas juga dari orang-orang yang sirik dengan semangat dan keberadaanya di sekolah itu. Teman-teman seperti itu yang sangat saya rindukan dan inginkan hadir dalam hidup saya (saya tak pernah mendapatkan teman yang bisa mengerti kekurangan saya).

Semangat demi semangat dia (Mas Rama) tularkan pada saya (mungkin pada kalian juga jika membaca buku ini). Semangat yang tak pantang menyerah dan terus mencoba hal-hal baru. Apa pun cobaan dan rintangan yang menghadang bisa dilalui asalkan kita semangat dan pantang menyerah. Bahkan seorang tunanetra pun bisa merasakan yang namanya mencintai dan dicintai oleh seorang Rara. Well, lebih tepatnya dicintai oleh dua orang wanita.






Apa sih kelebihan dia kok sampai bisa dicintai oleh dua orang wanita, padahal jelas-jelas dia adalah seorang tunanetra yang mempunyai kekurangan? Sangat berbeda jika dibandingkan dengan manusia normal seperti kita (terlebih aku dan punya 5 keajaiban dunia, lengkap) Nah, segala kelebihannya akan bisa dirasakan ketika membaca buku ini.

Bahkan saya melanjutkan membaca buku ini di PAUD, sambil menjaga Asma ketika tahu tentang penyakit Rara. Dari sini, saya seolah tak ingin meninggalkan buku ini di rak buku, harus saya baca sampai habis untuk menghilangkan rasa penasaran.

Hasilnya, saya pun harus termehek-mehek. Apalagi ketika kerudung dan baju saya basah karena air mata dan ingus (gak bawa tisu, gak nyangka kalo endingnya gini). Bahkan para guru pun hanya bisa tersenyum sambil memandangku, beberapa wali murid yang juga menunggu anak mereka juga meninggalkanku, sepertinya mereka tak mau mengganggu.






Sampai akhirnya saya tutup buku dan mulai menceritakan tentang dia kepada para wali murid. Akibatnya, saya harus merelakan buku itu berpindah tangan, dari satu tangan ke tangan yang lain (semoga bukunya gak rusak :( )

Kategori(Sub) : Fiksi (Novel)
ISBN             : 978-979-29-2098-7
Penulis           : Ramaditya Adikara
Ukuran⁄Halaman : 13x19 cm² ⁄ xvi+368 halaman
Edisi⁄Cetakan : I, 1st Published
Tahun Terbit   : 2013
Harga            : Rp 69.000

Psssttt, ada diskon, jadinya dijual hanya 45 ribu saja. Pengen mesen? Kontak Mas Ramaditya di 081316584313. Ditunggu orderannya!
Share on Google Plus

About Anisa Ae

0 komentar:

Post a Comment

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.