Antara Jodoh dan Partai Peserta Pemilu


Berbagi dan menginspirasi

Mumpung suasananya lagi anget-angetnya pemilu nih, ya? Jadinya saya mau nulis yang nyinggung-nyinggung pemilu. Boleh kan?

Ada jutaan orang yang koar-koar tentang partai ini dan partai itu. Lalu caleg ini dan caleg itu. Caleg ini begini caleg itu begitu. Ah, lama-lama kepala jadi mendidih dan pecah, ya, kalau cuma disuguhi cemilan caleg-caleg dan partai-partai terus. Bukannya saya ngga suka pemilu. Saya suka sekali malah. Pemilu kan tumpuhan harapan kita untuk bisa menjadikan Indonesia semakin baik dengan memilih para pemimpin dan para wakil rakyat yang memang merakyat.

Nah, kita sebagai remaja, kan pastinya juga ikut milih caleg yang baik yang bisa memajukan Indonesia dan memperhatikan rakyat kecil, bukan. Sebagian remaja sih mengaku sudah memiliki pilihan untuk dicoblos. Namun, yang bikin saya kaget, ternyata ada banyaaaaak banget remaja yang ternyata ngga punya pilihan mau coblos yang mana. Sebabnya apa? sebabnya kriteria yang mereka cari sama persis seperti milih jodoh. Caleg-caleg yang ada ‘katanya’ ngga sesuai dengan kriteria mereka.

Karena memilih partai yang tepat selayaknya memilih jodoh, jadi harus dipertimbangkan baik-baik. Berikut adalah kriteria caleg atau partai yang ingin dipilih oleh Ikatan Remaja Galau Indonesia (IRGI) berdasarkan survey yang sudah saya lakukan berdasarkan ilmu terawang menggunakan kata hati. Partai yang pengen dipilih itu seperti ini, persis kayak milih jodoh.

1.      Partai yang ngga suka mendua
Bayangkan kalo jodoh kita mendua. Bisa-bisa dunia serasa terbelah jadi dua. Bayangkan juga kalau partai yang kita pilih ternyata perhatiannya mendua. Kalo mendua dengan urusan-urusan lain yang prorakyat sih, oke. Tapi kalo perhatiannya mendua untuk para cukong-cukong, ya maaf sajalah. Alamat mati lah kita semua.

2.      Partai yang ngga suka PHP
Ada seseorang yang mengharapkan kita dan berjanji akan datang untuk mempersunting kita. Setelah ditunggu, kita udah kesenengan dan berharap penuh, ternyata dia plin-plan, ngeles ini itu dan ujung-ujungnya batal deh mempersunting. Apa kabar kita? sedih, ya. Nah, gimana kabarnya juga kalau partai yang sukanya PHP. Suka ngasih harapan tapi nyatanya ngecewain mulu. Bisa-bisa rakyat indonesia mati mengenaskan bukan karena kelaparan. Tapi mati karena karena PHP yang bikin rakyat galau mulu. Tahulah kita, galau berlebihan juga bisa menyebabkan kematian. Kematian hati, maksudnya.

3.      Partai yang ngga suka obral janji
Nah, ini nih yang paling bikin eneg. Gimana rasanya ketemu sama jodoh yang sudah obral janji. “Besok kita nikah ya, Say.” Eh, nyatanya, bohong doang. Mampus lah lama-lama kalau dijanjiin, tapi ngga ditepatin. Partai yang suka obral janji dan ngga pernah ditepati juga gitu. Mending ngga usah dipilih bisa-bisa kalian kekenyangan janji.

4.      Partai yang sukanya menyejahterahkan
Seperti nyari jodoh. Bolehlah kita cari partai yang bisa menyejahterahkan. Istri yang ngga dinafkahi ngga bakal sejahtera. Mungkin bisa nyari uang sendiri sih si istri itu, tapi belum tentu sejahtera secara batin, toh. Nah, pilih pemimpin juga gitu, harus pilih pemimpin yang bisa menyejahterahkan lahir batin.

5.      Partai yang ngga bikin makan hati
Ketemu jodoh yang sukanya makan hati kita, bisa-bisa bikin hati kita habis. Ketemu partai yang makan hati gara-gara khianat apalagi korupsi, bisa-bisa hati kita juga ikutan habis. Nah, biar hati kita aman, mending kita pilih partai yang ngga makan hati. Caranya gimana? Gampang kok. Cari aja partai yang suka makan buah, makan sayur atau makan teman. Beres, kan? Yang penting ngga makan hati, toh.

6.      Partai yang suka dicurhatin
Apa gunanya pasangan kalau ngga bisa jadi pendengar yang baik. Bisa-bisa otak panas karena uneg-uneg ngga pernah dikeluarin. Sebagai istri, misalnya, mau curhat ke siapa lagi kalau ngga ke suami? Masa mau curhat ke suami tetangga? Nah, pilih partai juga gitu. Sebaiknya pilih partai yang suka mendengarkan. Pilih partai yang suka dengerin curhatan rakyat kecil, menampung aspirasi masyarakat, dan lain sebagainya. Itu baru partai keren. Rakyat mau curhat ke siapa lagi coba kalau ngga curhat ke wakil-wakilnya? Masa mau curhat ke wakil rakyat negara tetangga? Tetangga yang mana? Emang punya? Makanya pilihlah partai yang suka mendengarkan. Tapi sayangnya, masih ada ngga ya, yang kayak gitu. Tipis nih, harapan.

7.      Partai yang ngga suka galau
Sedihnya kita kalau ketemu jodoh yang suka galau. Maksud hati ingin lebih kuat setelah menikah, eh malah selalu down tiap kali dengerin curhatan galau pasangan kita. Capek deh. Pilih partai juga gitu. jangan pilih partai atau caleg yang sukanya galau. Cuap ini cuap itu. Bisa-bisa kerjaannya Cuma curhat mulu dan ngga mau dicurhatin. Kerjanya cuma curhat,curhat dan curhat.

Sekian deh, ulasan tentang tips milih partai atau caleg yang diharapkan remaja dan para jomblo sejati. Semoga saja pesta demokrasinya berjalan lancar dan pesta pernikahan di rumah kita setelah menemukan jodoh juga sukses, ya. aamiin.
Share on Google Plus

About ilmi cilik

2 komentar:

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.