Kenapa Tulisanku Ditolak Penerbit?



Anisa AE - Wah, pasti banyak penulis yang mengalami hal ini. Apalagi penulis yang baru memulai di dunia kepenulisan. Udah capek-capek nulis naskah yang jumlahnya berpuluh-puluh halaman, hasilnya malah ditolak penerbit. Nyesek banget kan? Nulis lagi, kirim lagi, ditolak lagi. Bahkan sudah berpindah ke penerbit-penerbit yang lain, hasilnya tetep. DITOLAK!

Pingin naskahmu gak ditolak? Pasti dong!

Caranya adalah dengan mengetahui apa yang diminati penerbit tersebut. Sama aja kaya’ kamu kirim ke media. Kan gak mungkin kirim naskah dewasa ke Majalah Bobo? Sama juga dengan kirim naskah anak ke Majalah Playboy. Nah lo, apa hubungannya? Sangat berhubungan, karena suatu media dan penerbit juga memiliki ciri khas masing-masing.

Cara mengetahui ciri khasnya, kita wajib membeli dan mempelajari buku terbitan tersebut. Juga, nih yang tak kalah pentingnya, ikuti kemajuan informasi. Misalnya saat lagi pemilihan presiden, yang pas pasti biografi para calon presiden. Saat boomingnya buku Sepatu Dahlan, hampir semua penerbit juga mengangkat sosok Pak Dahlan Iskandar tersebut. Saat ada Ayat-Ayat Cinta, tak terhitung berapa banyaknya novel sejenis yang ada di toko buku. Iya kan?

Penerbit juga memperhatikan pangsa pasar, mempertimbangkan kapan buku itu bisa booming saat diterbitkan. Tak jarang penerbit malah meminta pada penulis untuk menulis buku yang sedang marak tersebut. Ini juga yang kadang membuat penulis jengkel, yaitu ketika naskahnya tak juga terbit, padahal udah mendapatkan surat perjanjian kerjasama.

Ada juga penerbit yang perlu diwaspadai, karena ada curhatan dari teman kalau tiba-tiba naskahnya yang sudah diterima dan mendapatkan surat kerjasama, diminta revisi beberapa bagian. Lama-kelamaan, tahu apa yang terjadi? Penerbit minta REVISI KESELURUHAN. WOW! Udah capek-capek nulis, eh malah dibuat gak karuan.

Alasan penerbit meminta revisi, mungkin karena ada yang kurang berkenan di hati mereka, tapi kalau setelah revisi pertama trus minta revisi keseluruhan, mending tarik aja naskahnya dan ditawarkan ke penerbit yag lain. Ada beberapa aspek yang membuat penerbit meminta revisi keseluruhan, salah satunya agar penulis menarik naskah mereka. Kenapa? Mungkin karena tidak adanya dana, takut tidak booming, atau masalah lain. Pertanyaannya, kenapa dulu diterima dan minta revisi sebagian kalau ternyata malah disuruh revisi keseluruhan? Jawabannya ada di hati kalian masing-masing. Silakan menebak.

Ada juga penerbit yang setelah diterima, melakukan editing besar-besaran tanpa meminta persetujuan penulis, sehingga membuat penulis kecewa. Karena tanpa sadar, penerbit tersebut telah menghilangkan ciri khas penulis. Mau yang seperti ini juga? 

Pasti kecewa kalau berkali-kali mendapat penolakan dari penerbit, makanya kalian beli buku ini. Atau kalian juga ingin menerbitkan buku sendiri dan mendapatkan untung lebih. Iya gak sih? Kalau iya, buka halaman selanjutnya.


Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae biar dapat update info tiap hari ^^v
Share on Google Plus

About Anisa Ae

4 komentar:

  1. aku sering ditolak mak.. mungkin karena aku kurang bisa mengekspresikan kalimat, terllau to the poin buru buru ending hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, banyak hal yang bikin ditolak.

      Delete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.