LGBT Mulai Masuk Indonesia? Oh No ...!




Berbagi dan menginspirasi - Anisa AE - LGBT atau singkatan dari Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender merupakan suatu kelainan seksual yang sudah ada sejak zaman dulu dan menjadi marak pada masa sekarang. Seperti yang kita ketahui, di era yang menjunjung tinggi rasionalis, logika, serta hak asasi manusia kini kaum LGBT yang sejak lama menjadi kaum minoritas dan cenderung dikucilkan mulai bergerak untuk menuntut keadilan. Padahal, jika kita lihat lebih dalam pada future implication-nya, LGBT lebih mendatangkan dampak buruk kepada pelaku dibandingkan sekadar kenikmatan sesaat. Bagaimana bisa?

Tentu saja bisa. Dampak dari LGBT adalah semakin maraknya penyakit kelamin. Bayangkan saja akibat yang ditimbulkan dari hubungan sesama jenis maupun bisexual yang berarti sama cewek oke sama cowok oke. Pergaulan bebas dengan cara normal saja kadang dapat menimbulkan penyakit. Lantas? Bagaimana dengan yang abnormal?

Beberapa negara seperti Belanda, Inggris, dan Amerika telah melegalkan LGBT sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan, seperti yang ditayangkan pada Khazanah 14 Mei 2014, LGBT mulai masuk di Indonesia. Bayangkan, Indonesia adalah sebuah negara dengan penduduk yang menjunjung tinggi agama serta berpatokan pada pancasila.

Lantas, apa ciri-ciri masuknya LGBT di Indonesia? Yups, salah satunya dengan diadakannya kontes Miss Waria serta media yang mengekspos pelaku transgender seolah mendukung adanya transgender tersebut. Jika human right dijadikan patokan dalam hal ini, lantas bagaimana dengan agama dan norma kesusilaan? Para pembaca pasti akan setuju denga pernyataan tak ada satu pun agama yang menghalalkan LGBT.

Melarang LGBT bukan berarti tak mematuhi hak asasi manusia. Hal ini kembali pada kebaikan manusia itu sendiri. Adapun dampak negatif dari LGBT meliputi:
1. Rentan terkena penyakit kelamin seperti Sifilis, Hepatitis, Infeksi Chlamydia, dan yang paling mengerikan HIV/ AIDS
2. Memungkinkan terjadinya luka pada system pembuangan. Bisa juga menimbulkan pendarahan.
3. Mempengaruhi kondisi psikis serta memicu perubahan perilaku
4. Menurunkan tingkat kecerdasan manusia

Tidak hanya sampai di situ saja. Dampak tersebut bisa menular kepada orang lain. Paling berbahaya adalah ketika LGBT menjadi suatu trend dan sering dimunculkan pada acara-acara televisi yang mendukung keberadaan LGBT. Hal itu berdampak besar pada generasi penerus yang tidak menutup kemungkinan akan terbius serta meniru perilaku LGBT yang sudah jelas tidak bermoral.

Untuk itu, pikirkan berkali-kali sebelum melegalkan LGBT, khususnya di Indonesia yang sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam. Sebab, alasan tuntutan hak asasi manusia tidak lagi menjadi alasan yang masuk akal jika dibandingkan dengan dampak buruk yang diakibatkan di masa depan.

Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae biar dapat update info tiap hari ^^v
Share on Google Plus

About Anisa Ae

0 komentar:

Post a Comment

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.