Cara Mengurus BPJS dan Keuntungannya






Anisa - Kemarin, saya jalan-jalan keliling Kepanjen. Jalan kaki, tidak bersama pinky. Rencananya sih mau ke Soto Pak Rabil, tapi langsung berhenti di depan kantor BPJS ketika melihat banyak orang yang mengantri di sana.

Kantor yang terletak di Penarukan, Kepanjen ini sering saya lewati, namun karena belum ada niat sama sekali untuk mengurusnya, saya pun hanya sekadar lewat. Entah kenapa tiba-tiba saja ada niat untuk mengurus, ya, minimal tahu prosedur dan persyaratannya. (Update per 24 Juli 2017, kantor sudah pindah di depan Kantor Bupati di Jalan Panji)

Ternyata membuat kartu kesehatan BPJS tidak dipungut biaya atau gratis. Jadi, harus hati-hati pada calo atau oknum yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai kita merogoh kocek lebih banyak untuk mengurus kartu ini, selain biaya transport dan konsumsi saat mengantri. Heheh.

Syarat-syarat pembuatan kartu BPJS kesehatan :
1. Foto kopi KK (kartu keluarga) 1 lembar.
2. Foto kopi e-KTP 1 lembar.
3. Foto kopi surat nikah 1 lembar.
4. Foto kopi akta kelahiran anak 1 lembar (kalau anaknya 3, berarti 3 akta)
5. Foto berwarna 3x4, masing-masing 1 lembar. Foto anggota keluarga yang didaftarkan dalam BPJS.
6. Mengisi formulir yang diberikan oleh petugas dengan benar dan mengembalikannya lagi.





Antrian di kantor BPJS
Ketentuan premi atau iuran yang berlaku adalah :
Kelas 1 : 59.500/bulan
Kelas 2 : 42.500/bulan
Kelas 3 : 25.500/bulan
Premi bisa dibayarkan melalui Bank Mandiri, BNI, BRI, dan lainnya.
Premi kelas 1 dan 2 sudah naik. Premi kelas 3 tetap 25.500 per bulan.

Keuntungan membuat kartu ini apa sih? Gratis biaya di rumah sakit saat kita sakit. Kita tak akan tahu apa yang terjadi akan datang, tak selamanya sehat. Maka kartu ini bisa untuk antisipasi.

Kemarin, keponakan saya dirawat di RS Wafa Husada juga gratis karena punya kartu ini. Dia membayar beberapa ratus ribu karena masuk ke kelas dua, padahal kartunya kelas 3. Gratisnya kan tergantung kelas.

Pas kakak kecelakaan dan dirawat di Puskemas Gondanglegi juga gratis. BPJS bisa digunakan di klinik dan dokter gigi juga lho, pastinya yang ada tulisan BPJS-nya.

Akhirnya saya pun berniat untuk mengurus BPJS buat keluarga, buat jaga-jaga, sedia payung sebelum hujan.  Bagaimana dengan Anda? Atau malah sudah menjadi peserta BPJS?

Update 24 Juni 2017.

Saat ini kantor BPJS kabupaten Malang pindah lokasi di Jalan Panji depan Kantor Bupati Malang. Premi BPJS pun naik untuk kelas satu dan dua, sementara kelas tiga, tetap.

Untuk mendapatkan layanan di RS menggunakan BPJS, harus melalui faskes 1. Kalaupun sakitnya parah, bisa langsung ke IGD untuk ditangani oleh pihak rumah sakit.

Periksa mata pun bisa menggunakan BPJS. Beberapa bulan yang lalu, saya memeriksakan mata di RS Wafa Husada secara GRATIS. Namun harus tetap mendapat surat rujukan dari faskes 1. Untuk kacamata, bisa juga menggunakan BPJS, tapi tidak 100% gratis.

Setelah mendaftar, bayarkan premi yang dipilih melalui bank atau ATM, kembalikan ke kantor BPJS untuk mendapatkan kartu BPJS seperti ATM. Kartu baru bisa aktif setelah 2 minggu pembayaran.

Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae biar dapat update info tiap hari ^^v 




Share on Google Plus

About Anisa Ae

2 komentar:

  1. Hmm.. tapi kenapa ya di berita suka ada berita tentang rumah sakit yang nggak menerima BPJS bahkan ada yang sampe pasiennya meninggal karena nggak kunjung ditangani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak semua RS bekerja sama dengan BPJS, apalagi swasta. Untuk pasien yang meninggal, biasanya karena sakitnya sudah terlalu parah dan fasilitas di RS tersebut kurang lengkap. Positif thinking saja. ;)

      Delete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.