Cara Mengurus BPJS dan Keuntungannya


Anisa - Kemarin, saya jalan-jalan keliling Kepanjen. Jalan kaki, tidak bersama pinky. Rencananya sih mau ke Soto Pak Rabil, tapi langsung berhenti di depan kantor BPJS ketika melihat banyak orang yang mengantri di sana.

Kantor yang terletak di Penarukan, Kepanjen ini sering saya lewati, namun karena belum ada niat sama sekali untuk mengurusnya, saya pun hanya sekadar lewat. Entah kenapa tiba-tiba saja ada niat untuk mengurus, ya, minimal tahu prosedur dan persyaratannya.

Ternyata membuat kartu kesehatan BPJS tidak dipungut biaya atau gratis. Jadi, harus hati-hati pada calo atau oknum yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai kita merogoh kocek lebih banyak untuk mengurus kartu ini, selain biaya transport dan konsumsi saat mengantri. Heheh.

Syarat-syarat pembuatan kartu BPJS kesehatan :
1. Foto kopi KK (kartu keluarga) 1 lembar.
2. Foto kopi e-KTP 1 lembar.
3. Foto kopi surat nikah 1 lembar.
4. Foto kopi akta kelahiran anak 1 lembar (kalau anaknya 3, berarti 3 akta)
5. Foto berwarna 3x4, masing-masing 1 lembar. Foto anggota keluarga yang didaftarkan dalam BPJS.
6. Mengisi formulir yang diberikan oleh petugas dengan benar dan mengembalikannya lagi.

Antrian di kantor BPJS
Ketentuan premi atau iuran yang berlaku adalah :
Kelas 1 : 59.500/bulan
Kelas 2 : 42.500/bulan
Kelas 3 : 25.500/bulan
Premi bisa dibayarkan melalui Bank Mandiri, BNI, BRI, dan lainnya.

Keuntungan membuat kartu ini apa sih? Gratis biaya di rumah sakit saat kita sakit. Kita tak akan tahu apa yang terjadi akan datang, tak selamanya sehat. Maka kartu ini bisa untuk antisipasi.

Kemarin, keponakan saya dirawat di RS Wafa Husada juga gratis karena punya kartu ini. Dia membayar beberapa ratus ribu karena masuk ke kelas dua, padahal kartunya kelas 3. Gratisnya kan tergantung kelas.
Pas kakak kecelakaan dan dirawat di Puskemas Gondanglegi juga gratis. BPJS bisa digunakan di klinik dan dokter gigi juga lho, pastinya yang ada tulisan BPJS-nya.

Akhirnya saya pun berniat untuk mengurus BPJS buat keluarga, buat jaga-jaga, sedia payung sebelum hujan.  Bagaimana dengan Anda? Atau malah sudah menjadi peserta BPJS?

Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae biar dapat update info tiap hari ^^v 
Share on Google Plus

About Anisa Ae

2 komentar:

  1. Hmm.. tapi kenapa ya di berita suka ada berita tentang rumah sakit yang nggak menerima BPJS bahkan ada yang sampe pasiennya meninggal karena nggak kunjung ditangani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak semua RS bekerja sama dengan BPJS, apalagi swasta. Untuk pasien yang meninggal, biasanya karena sakitnya sudah terlalu parah dan fasilitas di RS tersebut kurang lengkap. Positif thinking saja. ;)

      Delete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.