Cerita Saya Di Balik Film Mubar ( Film Pendek 10 Menit, SMEAMU)

Berbagi dan menginspirasi.

Anisa - Kemarin (lupa tanggalnya) ada informasi tentang casting di SMEAMU. Itu lho, sekolah di Kepanjen di jl. Effendi yang ada stasiun radio dan stasiun TV-nya. Kebetulan sekolah tersebut terletak pas di belakang rumah saya (rumah saya menghadap utara, SMEAMU menghadap selatan)
Karena ini casting pertama, tentu saja saya deg-degan. Ya, tak pernah ikut acara semacam inj sebelumnya. Untungnya saya masuk urutan ke-2 dan langsung tes selama kurang lebih 5 menit.
Keesokan harinya, saya dapat SMS kalau lolos seleksi dan mendapat peran sebagai Bu Nina (Gurunya Mubar) dalam film yang berjudul GENGSI. Seneng banget pastinya karena ikutan main film. Hehehe. Kan bisa dibuat kenangan plus cerita buat Asma kalau sudah besar. Selain sebagai penulis, tukang ojek, online shop, dan penjual pentol celup, ibunya juga seorang artis. Ya, walaupun hanya untuk film pendeknya anak sekolah. 

Waktu cek kelengkapan barang, kebetulan penulisnya langsung yang ke rumah. Maksudnya penulis skenario. Akhirnya saya menanyakan beberapa kejanggalan dalam naslah film tersebut. Ya, sebagai penulis, jelas saya merasa terganggu dengan isi cerita yang tak ada klimaksnya. Apalagi terlalu banyak opening dan endingnya terlalu singkat. Penilaian itu lepas dari EYD lho.

Akhirnya Yeyen (calon penulis skenario berbakat) mulai curhat dan minta solusi atas naskah yang tengah dibuatnya. Saya pun memberikan beberapa masukan, berharap otaknya yang buntu mulai berjalan lagi.

Benar. Pertemuan ke-3 dengan murid-murid SMEAMU, naskah sudah ganti, pun judulnya menjadi MUBAR . Lebih menggigit, ada klimaks, alasan mubar berubah, dan pembukaan yang tidak terlalu panjang. Ya, walaupun peran saya lebih sedikit. :( Peran yang awalnya di naskah ada 3 sesi, menjadi hanya satu. Itu pun sebagai guru kalem yang menasehati Mubar. Padahal pingin yang marah-marah. Hahahah.

Acara shooting hari Minggu pun dimajukan menjadi Sabtu. Jam 9 malam, anak-anak SMS memberitahukan kalau besok pagi shooting jam 6 pagi. Saya pikir tadi malam keadaan akan baik-baik saja, pusingnya hilang jika tidur malam.

Pas hari ini saya menulis postingan dengan keadaan yang tidak fit. Memang saya berencana, tapi Tuhan pula yang menentukan. Bangun tidur, pusingnya minta ampun. Muntah-muntah dan mau pingsan, sepertinya darah rendahku kumat, dicampur dengan masuk angin. Pingin tidur saja.
Acara yang katanya jam 6 pagi, ternyata harus melakukan persiapan lebih lama. Jam 7 belum mulai. Padahal saya ingin cepat selesai dan pulang. Tak kuat rasanya berlama-lama di tempat ini. Kalau pingsan, siapa yang mau mengangkat badan sebesar gajah ini? 

Akhirnya daripada gak ada kerjaan, saya menulis ini sambil melihat anak-anak menyiapkan kelas. Maaf, gak bisa ikut bantu. :(

Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae biar dapat update info tiap hari ^^v
Share on Google Plus

About Anisa Ae

4 komentar:

  1. wah aasik gmn caranya bs casting mak?

    ReplyDelete
  2. Kebetulan aja tau dari temen, sekolahnya pun di belakang rumah. ^^

    ReplyDelete
  3. jadi penasaran sama film pendeknya.. 10 menit doang berarti nanti bisa doong di post di blog. :D

    ReplyDelete
  4. Wkkwkwk. Izin dulu ke anak-anak, Mbak e....

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.