Di Balik Pendidikan di Sekolah


Anisa AE  -  Orang tua tak akan tahu apa yang dilakukan oleh anak mereka di sekolah. Pun saya. Hanya kepercayaan penuh yang diberikan kepada mereka dan para guru.

Sayangnya, tak sedikit anak yang menodai kepercayaan dari orang tua. Melakukan hal-hal yang tak patut di jam sekolah. Bahkan ada yang melakukan secara terang-terangan di depan kelas dan disaksikan oleh teman-teman mereka. Astaghfirullah. Siapa pun mereka, sangat tidak pantas dilakukan, apalagi di sekolah.
Kemarin, Senin setelah ulang tahun yang gagal, saya dan Asma ke rumah tetangga untuk membagikan nasi dan kue. Semua berjalan lancar sampai pada rumah terakhir yang letaknya dekat lapangan sekolah belakang rumah.

Tiba-tiba saja mata saya terpana pada seorang anak lelaki berseragam putih biru yang menarik seorang anak perempuan berjilbab, berpakaian merah ke arah pepohonan di pinggir kamar mandi. Saya pikir, mereka bertengkar atau bagaimana, tak mau ikut campur.

Tapi setelah saya memberikan kue dan mau pulang, terlihat mereka sedang  'raba-raba'. Tak terlalu jelas, karena tak memakai kacamata walau jaraknya sekitar 10 meter. Kontan saja saya berteriak kepada mereka, "Heh! Lapo iku!".

Mereka menoleh dan langsung pergi dari pepohonan. Beberapa teman mereka yang ada di lapangan juga ikut kaget dan pergi dari lapangan. Saya mengurut dada, tak menyangka akan melihat hal seperti itu di depan mata. Apalagi di samping, ada Asma yang melongo tak mengerti. Seandainya bawa hape, akan saya potret dan tunjukkan ke sekolah mereka agar kena sanksi.

Tetangga saya pun melihat hal yang sama. Miris sekali, dia bercerita pernah melihat beberapa orang yang keluar dari pekarangan samping rumahnya saat subuh, sampai membuat ramai ayam-ayam di kandang. Ah, tak tahu harus berkata apalagi.

Dalam perjalanan pulang, Asma bertanya kepada saya, "Bunda, kakak itu ngapain sih? Kok kaya' gini?" Sambil mempraktekkan bebek yang sedang kawin.

Saya diam, tak tahu harus menjawab apa pada si kecil yang baru empat tahun itu. Seperti ada yang menohok ulu hati.

"Itu ngapain sih, Bunda?" tanyanya lagi.

"Itu menyakiti temannya, gak boleh."

"Kok nyakitin gitu? Padahal kan sudah besar, sudah sekolah, apa di sekolah diajari menyakiti?"

"Em, makan roti aja yuk ...!" Sudah cukup, tak tahu harus menjelaskan apa tentang yang baru saja dia lihat. 

Saya tak tahu apa yang terjadi pada negeri ini, apalagi fakta di balik pendidikan di sekolah. Semoga nanti penerus bangsa tidak ada yang seperti itu. Khususnya anak saya, anak kita semua. 

Note : jika saat ini foto kurang jelas, karena ada yang minta untuk disensor. Berhubung tidak bisa menyensor, makanya dicorat-coret pakai paint.  

Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v 

Share on Google Plus

About Anisa Ae

15 komentar:

  1. :( sedih mak... anak yg udh kita lindungi dr pornografi malah dpt "live" ya :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mak. Padahal sengaja gak punya tivi biar gak liat yang live.

      Delete
  2. Maap mak, kalo menurutku, ilustrasi yang di atas sebaiknya ngga usah dipasang di postingan, takutnya ada yang di bawah umur ngga sengaja melihat. Saya yang sudah dewasa aja ngeliatnya agak gimanaa gitu. Maaf ya mak hanya sekedar memberi saran :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah disensor sebelum Maknya koment. Heheh. Di TV malah banyak yang lebih parah, Mak.

      Delete
  3. Replies
    1. Yang jelas, saya belum tahu akan menjawab apa jika dia tanya lagi. :(

      Delete
  4. iya ... yang jelas komunikasi terus ya mak :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah, Mak. Semoga bisa mendidik dengan yang lebih baik. :)

      Delete
  5. Astaghfirullahaladziim.... mengerikan ya tingkah laku anak2 skrg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tugas kita untuk mengarahkan ke yang lebih baik. :)

      Delete
  6. Ngeri, tragis banget tingkah anak2 sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mak. Tapi tidak semua kok. :)

      Delete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.