Rapat Koordinasi Pemberdayaan TKI Purna dan Keluarga TKI di Jawa Timur tahun 2015

Penyususnan Bussines Plan

Anisa AE - Kemarin lusa, Senin-Selasa tanggal 25-26 Mei, diadakan rapat koordinasi pemberdayaan TKI purna dan keluarga TKI dalam masa penempatan. Rapat ini dilaksanakan di Hotel Inna, Tretes dengan tema "Peningkatan kwalitas usaha TKI purna dan keluarga TKI masa penempatan menuju kesejahteraan keluarga".

Acara ini diawali dengan panel diskusi oleh Bapak Agus (Disnakertransduk) tentang TKI. Bapak Agus pun menjelaskan bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang dimulai, tidak hanya bertanya bisnis apa yang baik saat ini. Memulai usaha pun harus dengan konsisten, optimis, dan produktif.

Produktif di sini meliputi berapa aspek ; kemampuan membaca peluang, kemasan, ide, arah, segera, belajar, evaluasi, inovatif, pemasaran/jaringan, dan percaya bahwa hambatan bukan akhir dari usaha.

Usaha saat ini yang patut mendapat perhatian adalah kuliner, laundry, pulsa elektrik, les privat, desain/percetakan. Pun jangan lupa untuk memilih badan usaha yang tepat. Namun, semua tak lepas dari rencana, daya beli masyarakat, dan persaingan kerja.

Acara selanjutnya diisi oleh Bapak Subawi, perwakilan dari Bank UMKM Jatim yang kini telah mempunyai 218 jaringan. Beliau pun menjelaskan banyak sekali program di Bank UMKM Jatim (yang salah satunya ada di Kota Kepanjen) yang sangat membantu para pengusaha kelas menengah ke bawah dengan bunga ringan (1,3%).

Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 60 orang ini menginformasikan bahwa saat ini telah tercatat 377.187 jumlah TKI (yang sesuai prosedur). Gubernur mau membuat SMK Mini yang akan mendapatkan sertifikat internasional (entah bagaimana di lapangan).

Sedangkan ilmu dari Bapak Tris, pemilik CV Kajeye Food adalah tentang bagaimana usaha dilaksanakan. Mulai dari pemasaran, strategi, teknologi, metodologi, inovasi, jaringan, sampai pada tips dan trik memilih barang untuk diproduksi.

Kesimpulan dari acara ini :
  1. Adanya dukungan dari UMKM Jatim untuk para pengusaha, khususnya TKI Purna dan keluarga TKI, khususnya wanita.
  2. Harus ada strategi pemasaran.
  3. Harus ada pendampingan usaha.
  4. Dan terakhir adalah dukungan dari unsur terkait (swasta, pemerintah, dan lembaga-lembaga)

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v
Share on Google Plus

About Anisa Ae

6 komentar:

  1. Kak jadi TKI 2 bulan bisa ga ? hihihi mau ke malaysia nih

    ReplyDelete
  2. Kalok jadi TKI rata-rata kontraknya lama ya, Mbak.. Aku liat ada yang minimal 2 taun.. :D

    ReplyDelete
  3. Kayae gak bisa deh. :( Andai bisa, aku mau juga dong .... Barangkali bisa tanya ke bagian kesranya.

    ReplyDelete
  4. Beby : Iya, setahun aja jarang, bisa dibilang tidak ada. -,-

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.