Resensi Film Drama Korea Good Dokter


Anisa AE - Tiba-tiba saja suka lihat film Korea. Walaupun tidak punya televisi, saya paling suka lihat fim. Film ini sudah cukup lama sih, tapi tetap enak jika dilihat, lumayan panjang juga sih, 20 seri. Dapat dari teman ketika main ke rumah, ngerampok koleksi filmnya dia. Hehehe.

Di awal cerita, ketahuan banget kalau Park Shi On (si tokoh cowok) adalah orang yang idiot. Apalagi ketika flash back masa kecilnya. Idiot yang selalu dibully oleh teman-temannya, tapi selalu dibela oleh sang kakak. Ayahnya juga sangat benci padanya karena kekurangan itu, menyiksa ibu dan kakaknya karena membelanya. Tapi sang kakak selalu melindungi ibu dan adiknya.

Ketika kelinci, satu-satunya binatang yang menjadi temannya mati karena ulah ayahnya, dia bertekad untuk menjadi seorang dokter. Tekadnya semakin bulat ketika sang kakak meninggal saat memenuhi syarat dari ketua gang kecil agar Shi On punya teman. Park Shi On kecil sendirian, semua keluarga pergi meninggalkannya, Ibunya juga.

Sampai akhirnya dia tinggal bersama seorang dokter puskesmas dan mempelajari puluhan buku tentang kedokteran di sana. Sang dokter pun heran karena Park Shi On kecil sudah bisa mempelajari dan menghafal buku-buku yang seharusnya tidak untuk anak seusianya.

Hal menegangkan terjadi ketika salah seorang anak terkena runtuhan reklame yang berkaca. Park Shi On langsung bertindak, semua dilakukannya dengan baik, bak dokter profesional. Analisis dan cara menangani pasien sangat tepat, apalagi di tempat itu tidak ada peralatan lengkap yang memadai. Saya terkagum-kagum dibuatnya.

Tiap detail dalam film ini sangat sayang untuk dilewatkan, apalagi jika melihat saat menangani pasien, benar-benar luar biasa. Sangat cocok dijadikan refrensi untuk para penulis yang ingin membuat buku tentang profesi dokter, juga menambah pengetahuan tentang ilmu kedokteran.

Film ini juga dilengkapi dengan roman, pastinya itu yang membuat penonton sangat tertarik dan betah melototi layar. Bagaimana seorang idiot bisa merasakan cinta dan berpacaran? Apalagi ada banyak sekali intrik di rumah sakit tersebut yang bisa membuat kita geleng kepala.

Nilai plusnya, selain isi bagus, pemerannya juga ganteng dan cantik, hehe. Apalagi penghayatan perannya tidak terkesan dibuat-buat dan sangat terlihat natural. Ada rasa nano-nano ketika melihat film ini, suka dan duka sang tokoh bisa kita rasakan. Sangat memanjakan penonton. Cuma minusnya di beberapa seri tidak layak untuk ditonton anak di bawah umur.

Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v
Share on Google Plus

About Anisa Ae

4 komentar:

  1. Udah kak keren >< Tapi ada yang lebih, emergency couples!

    Sebelumnya, drama dan film itu beda kak, hehe :D

    falfanbooks.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak pernah liat film itu ....

      Itu ada tulisannya Film Drama. Heheh.

      Film (pengucapan bahasa Indonesia: [Filêm]) adalah gambar-hidup, juga sering disebut movie (semula pelesetan untuk 'gambar bergerak'). Film, secara kolektif, sering disebut 'sinema'. Gambar-hidup adalah bentuk seni, bentuk populer dari hiburan, dan juga bisnis.

      Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi.

      Film mempunyai banyak jenis genre, seperti Horor, Action, Drama, Thriller, Komedi, Animasi, Fantasi, Romansa.

      Delete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.