Pembeli BUKAN Raja


Anisa AE -  Ada yang tanya, kenapa sih aku gak mau COD selain di luar rumah? Kanjuruhan misalnya. Banyak sekali alasannya, pertama gak ada sepeda motor dan Asma gak ada yang jagain kalau aku COD di luar rumah.

Bayangin aja, rumahku udah di belakang pasar Kepanjen. Sangat strategis. Kenapa gak ketemuan di pasar aja kalau mau? Atau langsung ke rumah, sekalian cek barang yang ready. Jadi, gak usah tanya-tanya barang lagi. Kalau aku mancal ke Kanjuruhan, jelas bawa Asma ke sana. Panas-panas lagi. Kok ya tega?
 

Bukan sekali dua kali aku janjian COD. Janji jam 8, datangnya jam 9 sampai 10. Memang waktuku hanya buat nungguin cust? Aku selalu tepat waktu karena tiap pekerjaan selalu kujadwal. Belum lagi di perjalanan mancal mengejar waktu. Pernah sekali, semoga tidak terjadi lagi. Ada yang janjian jam 8, datangnya jam setengah sepuluh. 

Padahal aku langsung ke Kanjuruhan jam 8 dan udah ngomong jangan sampai telat karena harus jemput si kecil jam 10. Alhasil, jam 11 baru sampai di sekolah. Kasihan Asma nunggu satu jam di depan sekolahnya. Waktu dan kasih sayangku terbuang percuma hanya demi uang beberapa ribu. Dan akan terjadi lagi? NO!!!

Pekerjaan utama adalah ibu rumah tangga, mengurus anak satu-satunya. Bukan jualan baju, kosmetik, ataupun penerbitan. Kenapa? Karena aku tak akan menyadari perkembangannya jika sampai melewatkan waktu bersamanya. Dia yang tiba-tiba saja tumbuh besar, dia yang tiba-tiba berubah menjadi yang tak kukenal.

Mungkin dulu aku menganggap pembeli adalah raja, tapi sekarang berbeda. Rajanya adalah Asma. Bukan pembeli yang tidak bisa menghargai dirinya sendiri dengan membuang waktu secara percuma, pembeli yang tidak memanusiakan penjualnya.


Bukan aku tak butuh uang, tapi lebih menghargai diri sendiri. Berdamai dengan hati, menetralkan gejolak diri agar tak memendam penyakit hati. Pembeli dan penjual itu sama-sama butuh. Banyak penjual seperti aku, pun banyak pembeli seperti mereka. 

Sekarang kalau ada yang mau ambil kosmetik ataupun ke rumah, aku selalu minta ketemuan di jam yang tepat. Kemarin ada yang janji datang sore tanpa menentukan jam, pas sudah perjalanan ke kantor Radar Malang baru, tiba-tiba dia SMS sudah ada di perjalanan ke rumah dan nungguin di depan gang. Hiks, sedih itu di hati ... kenapa gak baca alamat kalau di pinggir jalan raya plus nentuin jam buat janjian?

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v
Share on Google Plus

About Anisa Ae

12 komentar:

  1. hm, aku kadang suka seenaknya. mulanya bilang mau beli, tapi malah gak jadi T0T

    ReplyDelete
  2. Risiko itu mba. Apalagi di negara kita blm terbiasa tertib. Tapi kita emang hrs punya prinsip sih biar customer ga asal janji.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih. Tapi selalu berharap ada yang mulai bisa tertib. :)

      Delete
  3. harus punya komitmen dan time manajemen yang berkualitas ya mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih Mak. Kayanya gak bisa kerja disambi-sambi. Harus fokus ke keluarga. :(

      Delete
  4. kalau kau sendiri..sebagian besar masih tanya2..sama liat2 dulu.. kalau ada yg cocok baru beli..hehe

    ReplyDelete
  5. Sabar kakak :)
    emang gitu mah kalo usaha baik.. ada aja sandungannya :)
    semangat ya kak :)

    ReplyDelete
  6. Risiko itu mba. Apalagi di negara kita blm terbiasa tertib. Tapi kita emang hrs punya prinsip sih biar customer ga asal janji.

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.