Saat Menjadi Tersangka


Anisa AE - Apaan nih? Ini adalah cuplikan "Selalu Ada Campur Tangan Tuhan" pada bab Penolakan. Mau tahu bagaimana cuplikannya? Ini dia ....


Telingaku mendengar sayup-sayup suara yang semakin lama menjadi jelas. Rama berpamitan kepada kakak perempuannya. Ingin sekali kubuka mata dan menggerakkan tubuh untuk mencegahnya pergi, tapi tak bisa.

"Udah, kamu berangkat aja, biar aku yang urus!" ujar kakaknya.
Air mataku menetes deras ketika kudengar salam dari bibirnya. Ingin sekali aku bangun dan meneriakkan namanya. Aku tak ingin dia pergi meninggalkanku.
Kumohon ... jangan tinggalkan aku.
Entah dari mana datangnya kekuatanku, tiba-tiba aku bisa membuka mata dan langsung mencari sosoknya. Tak ada! Rama telah pergi dengan membawa separuh nyawaku.
"Aaakh ...!" Akhirnya aku berteriak kencang dan berusaha lari untuk menyusulnya. Beberapa orang memegangi tubuhku atas perintah kakak perempuannya, bahkan telah ada seorang dokter puskesmas yang memeriksa kondisi tubuhku.
Aku telah benar-benar sadar saat berada di rumah Kakak Rama. Selama ini Rama tinggal bersama kakaknya, kakaknya juga yang telah membiayai sekolahnya sampai lulus STM. Kakak yang baik dan pengertian karena mau membiayai adik bungsu dari 5 bersaudara.
“Rumahmu di mana? Kalian udah kenal berapa lama? Kenal di mana? Hubungannya apa? Apa kamu hamil sampai ngejar-ngejar adikku kayak gitu?” tanya kakak perempuannya seperti rentetan peluru.
Ah ... mengapa pikirannya begitu picik? Apa tak boleh aku mencintai adiknya dengan setulus hatiku? Apa aku memang harus hamil untuk mendapatkan cintanya? Jelek sekali prasangka kakak perempuannya padaku.
“Kepanjen. Udah cukup lama, Mbak! Kenal di perpus. Kami pacaran, tapi aku gak hamil!” terangku pelan padanya.
“Oh ya? Kenapa Sahru gak pernah cerita?”
“Ya gak tau, Mbak!”
Aku tak boleh emosi. Jangan sampai namaku jelek dalam keluarga Rama. Tiba-tiba kakaknya membuka tasku dan mengambil handphone 3310 milikku. Lancang sekali, tapi aku tak bisa berbuat banyak karena saat ini dialah sang penguasa yang mempengaruhi kehidupanku.
“Apa kamu tau kalo ceweknya Sahru banyak? Dia itu playboy. Ada Fenti dan banyak lagi cewek yang lain! Sahru itu tak pernah serius kalo pacaran, sering ganti-ganti cewek! Dia itu nakal! Kamu udah cewek kesekian yang datang ke sini!” jelasnya padaku.
Aku terdiam. Tak mungkin. Aku percaya pada Rama melebihi apa pun, dia tak akan seperti itu. Dia tak ingin kehilangan aku seperti aku tak ingin kehilangan dia, walau hubungan kami masih 10 bulan.
"Apa kamu juga tahu kalau dia kemarin menemui cewek dengan membawa kado besar? Aku tuh gak pingin kamu jadi korbannya yang selanjutnya!" tanya kakak perempuannya lagi.
"Aku tahu. Dia menemuiku! Dia berikan kado itu untukku," jawabku sambil tersenyum simpul.
Kakak perempuannya terdiam. Dia mulai membuka-buka SMS di handphoneku. Ah .... Aku gelisah. Sungguh tak suka, tapi harus bisa menahan perasaanku.
“Akan kuhapus nomer handphonenya Sahru!” katanya.
Aku terkejut. Kenapa? Dia tak punya hak untuk itu. Apa karena dia kakaknya Rama, lalu dia bisa seenaknya menghapus nomer handphonenya dari handphoneku?
“Jangan, Mbak. Kumohon .... Hanya itu satu-satunya jalan komunikasiku dengannya!” pintaku dengan memelas.
Air mata pecah kembali, padahal masih bisa kurasakan mataku yang bengkak. Kenapa? Kenapa aku harus dipisahkan dengannya? Kenapa tak ada yang menerima kedatanganku? Padahal Rama telah diterima dengan baik oleh keluarga besarku.
“Agar kamu gak hubungi dia lagi! Kamu harus hapus dia dari ingatanmu! Adikku bukan lelaki yang baik untukmu!” kata kakak perempuannya lagi.
"Kumohon, Mbak .... Hanya dia orang yang kucintai. Dia segalanya bagiku. Kenapa Mbak bisa setega itu padaku? Bukannya Mbak juga perempuan? Mbak juga pernah merasakan cinta seperti apa yang kurasakan?” pintaku dengan cucuran air mata.
“Sudahlah! Masa depan kalian masih panjang! Jangan diribetkan dengan urusan cinta yang gak ada ujungnya! Pasti kamu akan mendapatkan lelaki baik, yang melebihi Sahru! Toh hubungan kalian baru sebentar, pasti kamu bisa melupakannya!”
“Mbak pernah jatuh cinta gak sih, Mbak? Kenapa Mbak bisa ngomong semudah itu padaku?”
“Aku itu gak bodoh kaya’ kamu! Mana mau aku pacaran gak pernah ketemu orangnya! Pacarku itu banyak, aku gak mungkin mengemis cinta seperti apa yang kamu lakukan hari ini!”


Kisah di balik buku ini bisa dilihat di http://www.anisae.com/2015/05/kisah-di-balik-novel-selalu-ada-campur-tangan-tuhan.html
Prolog di dalam buku bisa dilihat di http://www.anisae.com/2015/05/novel-selalu-ada-campur-tangan-tuhan.html
Jika ingin melihat tiap cuplikan episodenya, bisa dilihat di http://www.wattpad.com/story/38956547-selalu-ada-campur-tangan-tuhan 
Ingin bukunya secara gratis? Bisa dilihat di http://www.anisae.com/2015/05/ga-dan-po-novel-selalu-ada-campur.html. Ada 4 buku gratis buat 4 orang.

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v
Share on Google Plus

About Anisa Ae

3 komentar:

  1. Aku kapan punya buku ya huhuhu masih ga nemu passion nih

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.