Awas ISBN Palsu!!


Anisa AE - Beberapa hari ini banyak kabar simpang siur tentang ISBN palsu alias ISBN bodong yang digunakan oleh penerbit untuk dimasukkan ke dalam buku. Apa ISBN itu? ISBN adalah kepanjangan dari International Standard Book Number yang merupakan bukti bahwa buku tersebut sudah terdaftar di perpustakaan nasional.

ISBN tidak bisa dipandang mata sebelah saat ini karena banyaknya plagiat buku. Dengan ISBN buku sebagai bukti bahwa buku sudah diakui, akan menguntungkan penulis dan penerbit untuk meminta tanggung jawab jika ada yang plagiat dengan UU hak cipta. Kode ini pun berbeda antara satu buku dengan buku yang lain. So, tidak ada yang kembar.

Entah sejak kapan tiba-tiba saja banyak kabar tentang ISBN palsu. Sebenarnya kabar seperti ini sudah lama ada, namun hanya untuk penerbit tertentu yang memang diragukan. Saat ini malah banyak sekali ISBN palsu, kabarnya sih malah dari penerbit yang sudah banyak mengeluarkan buku dan punya banyak lini penerbit.

Tidak menutup kemungkinan bahwa ISBN palsu juga ada pada novel, antologi, kumpulan cerpen/puisi, bahkan buku yang masuk dalam kategori non fiksi. Atau jangan-jangan buku karya Anda sendiri?

Untuk mengantisipasi hal ini, banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah mengecek langsung ke web perpustakaan nasional  di isbn.perpusnas.go.id. 

Namun, ada yang harus digarisbawahi. Petugas perpusnas adalah manusia biasa yang juga bisa salah menuliskan no isbn, judul, ataupun nama penerbit. Jika tiba-tiba judul buku tidak tercantum, jangan langsung kecewa, bisa langsung telepon ke perpusnasnya. 

Jika memang di sana tidak tercantum, langsung hubungi penerbitnya. Minta bukti yang jelas tentang surat hasil ISBN dari perpusnas. Jangan sampai langsung diumbar tentang nama penerbit yang menggunakan ISBN palsu, karena bisa mencemarkan nama baik penerbit jika memang penerbit tersebut mempunyai bukti bahwa ISBN bukunya adalah asli.

Untuk menghindari hal-hal seperti ini, saya bersama teman-teman sesama pemilik penerbit indie berinisiatif untuk membuat IKPII (IKatan Penerbit Indie Indonesia), jelasnya bukan bagian dari IKAPI dan ini hanya untuk penerbit berskala kecil. Kenapa harus ada ini? Karena jika bergabung dengan IKAPI, syaratnya sangat banyak, sedangkan kebanyakan penerbit indie sangat jauh dari kriteria yang diajukan tersebut.

Semoga ke depannya, IKPII bisa berjalan sesuai rencana dan bisa terealisasikan. Aamiin.
Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v
Share on Google Plus

About Anisa Ae

6 komentar:

  1. wah ane ga pernah merhatiin yang begituan mba ,,
    ternyata penting juga yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dibilang penting :) Tapi penting gak penting terserah penulisnya sih.

      Delete
  2. Ngga beras dan telor aja palsu, ISBN juga ada yg palsu yaa...sedih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kaya'nya bakal banyak yang palsu -,-

      Delete
  3. MAU NERBITIN BUKU.... AMIN.

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.