Polisi Sahabat Anak, Bersama Polres Kabupaten Malang

Para polisi mengedukasi anak-anak
Anisa AE - Banyak yang mengira bahwa polisi itu tidak welcome pada anak-anak, termasuk saya. Apalagi Asma sering sekali menyapa Pak Polisi yang sedang bertugas dengan melambaikan tangan ataupun say hello. Hasilnya? Senyum saja tidak.

Saya jadi bingung bagaimana menjelaskan  tentang polisi padanya.

Karena selama ini saya selalu menceritakan hal baik padanya. Seperti tugas dokter, polisi, sampai pada tukang sampah yang sering mengangkut sampah di depan rumah. Semua pekerjaan tersebut saling melengkapi dan tidak bisa berdiri sendiri. Itulah profesi, saling membantu.

Saya pun curcol tentang hal itu pada Bu Judit, apalagi Asma ingin menjadi seorang polwan. Pastinya saya tak ingin mengecewakannya.







Pada kepo ada apa dengan facebook saya? Heheh. Karena curcol tersebut, saya dihubungi oleh pihak Polres Kabupaten Malang untuk mengadakan acara jalan-jalan bersama mereka. Sesuatu bangetlah, tapi kan gak mungkin kalau saya hanya berdua dengan Asma. Akhirnya saya mengajak PAUD Cerdas Ceria  dan Tunas Ceria yang ada di Kepanjen untuk ikut.

Kebetulan di Cerdas Ceria sudah kenal dengan para gurunya, dulu Asma sekolah di sana. Saya pun yang merekomendasikan para guru untuk ikut pembelajaran ke Jakarta. Kalau Tunas Ceria, baru saja berdiri, didirikan oleh RW 1 Kecamatan Kepanjen. Nah, saya kan juga tinggal di RW 1. Walau tidak terlalu akrab, mereka iya saja ketika saya menawarkan hal itu.

Asma bersama Bunda Tutik dan anak-anak Cerdas Ceria 

Kemarin pada tanggal 21 Januari, saya bersama dua PAUD tersebut mengunjungi POLRES Malang yang letaknya  di Kota Kepanjen. Tidak jauh sih, sekitar 1 km dari Pasar Kepanjen, kami berkumpul di depan pos polisi Pasar Kepanjen dan dijemput oleh bus polisi dari POLRES. Ternyata Cerdas Ceria berangkat lebih pagi, mereka berjalan kaki dari PAUD. Tunas Ceria berangkat jam 8.

Mbak Nanik Nara Bersam 2 anaknya
Mbak Nanik Nara bersama dua anaknya (teman saya dari Kota Malang) sudah sampai lebih dulu ke lokasi bersama dua anaknya. Mereka berangkat lebih pagi agar tidak terkena macet di jalan. Tahu sendiri bagaimana macetnya Kota Malang saat jam berangkat sekolah.

Baca Juga : Polda Jatim Menggandeng Netizen Malang Raya

Anak-anak langsung berbaris dan menuju pos penjagaan polisi. Di sana, Pak Oksa menjelaskan apa saja tugas polisi. Kami juga diajak untuk mengenali kantor polisi secara lebih dalam. Rasanya beda gitu kalo diguide langsung ma polisinya. Ada 3 polisi laki-laki dan 2 polwan, mereka welcome banget menemani 35-an anak dan 15-an orang tua.







Ada Mbak Ayu, Mbak Agnis (karena masih muda, sayang kalo dipanggil ibu. Hehe), Pak Okta, Pak Soneta dan Pak Huri. Mereka memainkan boneka wayang Adit dan Jarwo juga, suaranya mirip banget. Makin betah deh berada di sana.

Anak-anak diajari lagu, janji anak, dan juga rambu-rambu lalu lintas. Eh, ada doorprize juga buat mereka yang bisa jawab dan berani maju ke depan. Saya cuma melongo, gak tau kalau acaranya bakal sekeren ini. Lagu lampu lalu lintasnya sempat saya vidio, tapi karena file terlalu besar, harus dikompres dulu.

Tanya jawab dengan anak

Sebelum acara benar-benar selesai, kami semua dapat snack .... Enak .... Setelah makan, ada acara foto di atas motor polisi dan depan mobil polisi. Diajak keliling juga pakai mobil patroli. Asma masuk ke kloter pertama, Bima keponakan saya malah nangis gak karuan karena merasa ditinggal, padahal naiknya gantian. Heheh.

Jalan-jalan dengan mobil patroli


Kue dari Polres Kabupaten Malang

Jam 10 siang, waktunya pulang. Anak-anak kembali ke bus dan saya mengucapkan terima kasih kepada mbak-mbak cantiknya yang bersedia mengenalkan profesi polisi kepada kami semua. Terlebih kepada Asma dan Bima. Acara hari itu benar-benar kesan yang luar biasa.

Narsis dulu dengan Pak Soneta

Sekarang tiap kali mau naik motor, Asma selalu menyiapkan helm sendiri tanpa disuruh. Dia juga menceritakan tentang rambu-rambu lalu lintas di sepanjang perjalanan. PR buat saya agar belajar rambu lalin lagi untuk menjelaskan kepada Asma secara mendetail. ^^

Sarannya sih polisi bisa jadi sahabat orang dewasa juga. Sebenarnya sudah jadi sahabat, sayangnya banyak orang dewasa yang suka melanggar peraturan seperti tidak memakai helm atau tidak membawa surat-surat kendaraan. #tunjuk diri sendiri. Nanti setelah melahirkan, saya mau mengurus SIM ah, biar gak kena tilang. Plus ada bahan buat ditulis di sini. Hehehe.







Sepulang dari acara ini, saya langsung ke Ndadapan, ada saudara yang nikah, jadinya ikut bantu-bantu di sana selama 3 hari. Tempatnya sangat pelosok dan tidak dijangkau oleh sinyal. Jadi, itulah alasan saya kenapa beberapa hari tidak menulis di blog. Ada yang kangen??

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v
Share on Google Plus

About Anisa Ae

70 komentar:

  1. seru keliatanya acaranya.
    pake naik mobil patroli juga, udah gak sabar si bima sampe nangis.

    ReplyDelete
  2. Wah enak ya, sudah diajak nyanyi, main boneka masih dapat snack lagi. Pasti Asma dan teman-temannya senang banget ya mbak anisa :)

    ReplyDelete
  3. Sudah waktunya polisi memperbaiki citranya yang selama ini sering bikin orang segan atau takut he3

    ReplyDelete
  4. Malang emang jawaraaa.. bangga jadi mahasiswa di Malang hehe

    ReplyDelete
  5. Seru ya, Mbak... PAUD tempat anakku sekolah jg ada kunjungan profesi seperti itu. Pernah di Polsek, di kantor pos, di pabrik... Mereka jd asyik belajarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, seru banget kalo kaya gitu ^^

      Delete
  6. Eh kok saya nggak ingat pernah berpose dengan bocah-bocah ya hehehe... Aduh udah mulai pikun ini.
    Saya malah belum sempat menuliskan pengalaman ini mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah. Sudah saya komentari di postingannya

      Delete
  7. wah... coba aja polisinya benar-benar bersahabat nggak hanya saat acara bareng anak-anak gini ya mbak :)
    semoga ke depan banyak polisi yang ramah senyum :D

    @QuelleIdee07

    ReplyDelete
  8. Woaah.. Jarang ada yg ke gitu.. Super lah buat anisa ae.. Hehe

    Ibu polwan.. AHAHA

    ReplyDelete
  9. Keren sekali Mbak Nisa, bisa "menggerakkan" pertemuan penuh damai itu, bermula dari curcol ..... hebat lhp, Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang hebat mah respon dari Bu Judith :D

      Delete
  10. senangnya melihat anak-anak bisa dekat dengan polisi karena waktu kecilku dulu saya takut banget sama polisi, takut ditembak,hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, banyak kisah dengan polisi

      Delete
  11. Anakku, 3 tahun...malah heboh mb klo lihat polisi....seneng banget. Awalnya gara2 mobil pak polisi yang bunyi...trus liat itu pas di jalan. Ketambahan suatu siang lihat buanyak polisi, armada lengkapnya ( pas bom sarinah) di tv...tambah suka. Tiap hari minta nyariin berita tv yang ada polisi..wkk..wkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah, itu nanti besarnya pasti mau jadi polisi juga :D

      Delete
  12. Anak2 kalo liat polisi jadi "wow" banget deh, pada pengen jadi polisi katanya :D

    ReplyDelete
  13. eiaa sudah gak jamannya nakut-nakutin anak dengan : awas nanti ditangkap pak polisi loh ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, polisi mah temennya anak-anak

      Delete
  14. asyik bgt abis curcol lgsg diundang, seru ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semoga berkelanjutan buat TK/PAUD lain

      Delete
  15. aku gak pernah ngomong sama pak Polll

    ReplyDelete
  16. Oh ini ceritanya Nisa jalan-jalan bareng pak polisi, Asma juga ikut ya. Ini program polisi sahabat anak ya, Nis, ada kok di beberapa kota juga.

    ReplyDelete
  17. Wuihi asik banget ya kalo dijelasin langsung sama orangnya kayak gitu. Kesan seremnya ilang langsung. \:p/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. :D Padahal lumayan serem juga sih :D

      Delete
  18. Hai Mbak Anis, ini kunjungan saya yang pertama ke blognya. Seru banget loh acara-acara seperti ini bagi anak-anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak Lina. ^^ Saya udah berkunjung balik ke sana juga plus follow blognya. ^^

      Delete
  19. Wuih.. Efek curcolnya warbiasyak ya, Mbak.. Hati Pak Polisi pun tergerak.

    Kayaknya pengetahuan ttg rambu lalin memang harus diajarkan sedari dini deh, Mbak.. Sekarang banyak, anak baru SMP aja kadang udah berani banget naik motor pakai ngelanggar pula. Padahal bikin SIM aja belum boleh. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sedih banget kalo anak-anak naik motor. Jangankan SMP, SD aja udah bisa, sampe ke jalan raya

      Delete
  20. Wah... keren sangat ini Mba. Bisa menarik perhatian polisi untuk mengundang ke tempat mereka dan akhirnya dikenalkan pada anak2 jg ortu ttg profesi mereka. Tak kenal maka tak sayang, setelah kenal jadi makin deh Asma untuk jadi Polwan, yaa? Hihi.

    Seru banget bacanya,Mba. Salam syg utk Asma dan Bima yaa. Geli ngebayangin Bima yg nangis karena dikira ditinggal. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, semoga bisa jadi polwan. ;D

      Salam sayang juga buat Tante Al

      Delete
  21. Asyiknya, pasti anak2 juga para org tua excited banget ya, Mba, bisa kesempatan spt ini.

    ReplyDelete
  22. Ya bagus juga jika diberi tahu sejak masih kecil akan pentingnya keselamatan agar terbiasa sampai sudah dewasa nanti ya mba :)

    ReplyDelete
  23. Dengan acara seperti ini polisi jd lbh dkt dg rakyat y

    ReplyDelete
  24. Wah jalan-jalan bareng polisi, pasti pengalaman baru dan seru banget ya Mbak :)

    ReplyDelete
  25. Faiz pernah bilang pingin jadi Polisi,

    ReplyDelete
  26. Seru ya.. Sayangnya umur udah expired buat disebut anak2. Kalau ngeliat yg beginian bawaannya pingin jadi anak2 terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi, jadi emaknya anak aja biar bisa ikutan nemeni anaknya

      Delete
  27. Karena perspektif seorang anak mengenai profesi itu harus ditanamkan sejak dini sih ya mbak. Sehingga mereka ke depannya akan lebih menghargai profesi mereka yang beraneka ragam juga kemuliannya?
    Duh dengan begitu mereka akan ambil kesan positif bahwa polisi itu baik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua ada sisi positif dan negatifnya. Tergantung penanaman aja. ^^

      Delete
  28. serru aku juga pernah ke polresta lampung, anak-anak suka

    ReplyDelete
  29. Eh, ini acara yang aku gak jadi ikut yaa, Mbak :(

    ReplyDelete
  30. Memang semestinya polisi lebih mendekatkan diri pada masyarakat ya. Khususnya pada anak-anak. Apalagi dengan pendekatan yang menarik seperti cerita di atas. Yakin pengalaman itu akan membekas banget. Ikut senang kalau anak-anak happy mbak.. :)

    ReplyDelete
  31. Wah kepanjen, deket sekali sama rumahku yang di daerah turen hihihi.
    Serunya bisa kenalkan polisi ke anak anak sejak dini, jadi mereka ngga takut liat polisi.

    ReplyDelete
  32. wah mantap ya sosialisasinya. Eh dirimu di malang toh? ada kok mba FLP Malang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Memang ada, tapi ke Malangnya 1 jam-an. PP 2 jam. ;D Kalo naik motor, ngangkot 1,5 jam

      Delete
  33. seneng deh liat anak bisa menyatu dengan polisi begitu hehehe
    Semoga nanti beneran jadi polwan ya mb

    ReplyDelete
  34. tetep aja sih anak2 tuuh banyak yg cita2nya jadi polisi.
    skarang maskot polisi kan polisi cilik ituu...jd makin suka deh anak2

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.