Lindungi Anak Kita dari KDRT


Anisa AE - Beberapa pekan ini sangat marak LGBT dan KDRT. Tidak tanggung-tanggung, banyak sekali akun FB yang diblokir karena membahas tentang LGBT. Salah satunya adalah milik penulis Tere Liye.

Tapi kali ini saya tidak membahas LGBT karena telah saya ulas tahun lalu. Sekarang saya membahas KDRT, informasi yang saya dapatkan dari beberapa anggota polres saat parenting berlangsung di TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Kepanjen.

Dasar Hukum 








Acara yang dihadiri oleh wali murid kelas A tersebut dilaksanakan di halaman sekolah, tempat biasanya anak-anak bermain pada hari Sabtu kemarin. Sebenarnya saat itu saya akan menghadiri acara painting di Lembaga Pelatihan Ganesha. Bukan untuk ikut pelatihan, tapi untuk meliput. Sayangnya acara parenting yang diperkirakan selesai jam 11 siang itu malah selesai jam 12 lebih.

Ada 3 anggota polisi perwakilan dari polres, salah satunya adalah Bu Dewi. Saya lupa nama dan pangkat mereka. Menunggu email dari Bu Dewi, tapi belum dikirim. Padahal biasanya ada flash disk di dompet, karena ganti tas, jadinya lupa. Padahal tuh ilmunya penting banget buat disimpan. Hiks, Bu Dewi, masih saya tunggu emailmu hingga hari ini.

Macam-maca bentuk kekerasan

Anak dan perempuan sering menjadi korban kekerasan di dalam rumah tangga yang setiap tahun meningkat dg pesat. Tidak hanya di rumah, di luar rumah pun banyak sekali korban. Karena hal itu, ada UU no. 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.






Perlindungan anak  sendiri adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal. Sesuai UU no 35 th 2004.

Proses Penanganan KDRT

Banyak faktor penyebab KDRT dan yang paling sering adalah kemiskinan. Selain itu, lingkungan, disfungsi kehidupan berkeluarga, narkoba, anggota keluarga menjadi beban, keluarga menderita gangguan jiwa atau kepribadian juga menyebabkan KDRT.

Pelaku kekerasan pun mempunyai kateristik, di antaranya yaitu :
- orang sedarah atau punya hubungan dekat. Ayah, Ibu, paman, saudara.
- pelaku punya akses terus pada korban dan mengulangi tindakannya. Misalnya saja jasa antar jemput anak sekolah.
- pelaku mengontrol aspek dari kehidupan korban. Misalnya saja guru.
- tindakan berasal dari norma tentang bagaimana orang tertentu harus berlaku satu terhadap lainnya (suami-istri-orang tua-anak).






Banyak sekali kisah yang menjadi topik bahasan dalam acara kali ini. Salah satunya tentang anak yang hamil di luar nikah, menelantarkan anaknya, dan dipidana sesuai hukum yang berlaku.

Contoh Kasus

Paling miris adalah saat Bu Dewi menceritakan seorang istri yang punya kelainan seksual, belum terangsang kalau belum terluka sampai berdarah pada ms. v.  Sampai akhirnya sang suami-istri itu pun bosan melakukan pada istri saja, lalu melakukan pada sang anak yang masih kecil sampai ms.v berdarah dan bernanah. Oke, intinya seperti itu, saya tak mungkin menjabarkan bagaimana caranya karena itu terlalu menyeramkan.

Naudzubillah. Semoga kita dijauhkan dari hal-hal seperti itu. Miris sekali.






Saya lampirkan beberapa slide dan materi yang dibawakan oleh Bu Dewi dan anggota polres. Sempat saya potret tentang UU KDRT. Semoga ini bisa membantu kita untuk tetap menjaga keluarga dengan baik. Anak adalah aset yang sangat berharga dan perlu dilindungi.


Koordinasi dan Kerjasama

Ancaman Bagi Pelaku KDRT

Ancaman Pelaku Kekerasan Pada Anak

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v
Share on Google Plus

About Anisa Ae

40 komentar:

  1. kalau sudah begitu baiknya gimana mak?
    pas banget, tadi sedih dan gregetan denger anak ampun2 dipukulin sama bapaknya sendiri, cara ngajari PRnya keras banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ishh kok gitu sih, Mbak? :(

      Coba kasih pengertian kalo sekarang bukan zamannya pake kekerasan. Anak dilindungi. Itu bisa masuk dalam kategori KDRT dan bisa dilaporkan lho mbak.

      Delete
  2. saya malah baru tahu kalau FP nya Tere Liye kena banned juga. biasanya sih sering update tapi belakangan tidak. miris juga padahal FP-nya bagus, isinya bermanfaat, kenapa sampai kena banned cuma karena membahas isu semacam itu.

    ReplyDelete
  3. ya ampun,ngeri banget itu cerita yang si istri... :(
    kalau aku pernah punya tetangga kontrakan yang tiap hari dipukuli sama suaminya,sedih banget rasanya pas denger jeritan dia ''tolomg...." :(

    ReplyDelete
  4. moga anak-anak kita dijauhkan dari KDRT ya aamiin

    ReplyDelete
  5. Biasanya memang gitu ya mbak, pelaku KDRT adalah orang-orang terdekat sendiri. Kita harus lebih memperhatikan lingkungan sekitar ya :)

    ReplyDelete
  6. Semoga kita dijauhkan dari KDRT mbak, dan sebisa mungkin membantu yang terkena. menurutku, jika ada kasus KDRT di dekat kita, kita harus melaporkannya. meski katanya bukan urusan kita. Masalahnya... apa nanti akan ada oknum polisi yang minta uang bensin gak ya? #mikirini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Untuk oknum polisi, tidak ada. Kemarin sudah saya tanyakan juga. :)

      Delete
  7. Semoga aku dijauhkan dari tindakan melukai anak atau suamiku sendiri. Hiks sedih ya...

    ReplyDelete
  8. Eh, tapi anak2nya gak ikut nimbrung kan, Mbak? soalnya pembahasannya ttg kekerasan e

    ReplyDelete
  9. Ya Allah ngeri banget Mak :(Semoga kita dijauhkan dari hal yang seperti itu ya

    ReplyDelete
  10. Ya Allah ... pilunya membaca ttg istri yang sakit jiwa itu. Masak tega anaknya dibaut berdarah di organ intim? :'(

    ReplyDelete
  11. aku setuju mbak anak adalah aset bangsa yang penting dan harus mendapat perlindungan. Karena ngeri sekali jaman skarang banyak kriminal yang mengintai keselamatan anak2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, apalagi mereka belum bisa jaga diri

      Delete
  12. sedih bacanya apalagi kalo yg jd korban anak kecil :(.. tapi yg aku ga bisa ngerti mba, ada banyak istri ato wanita yg nth kenapa ttp aja bertahan dr suami ato pacar ato penyiksanya walo udh ngalamin KDRT, dgn alasan kasian anak (msh bisa aku trima dikit) ato, alasan masih cinta (Ini yg bego bgt alasannya) -__-..

    Kalo aku mah ga bakal sudi digituin.. sedikit aja tangan suami ada nyentuh aku, mndingan aku cerai deh.. kalo dibiarin lama2, pukulannya bisa makin ganas itu..

    thank God suami ga tipe bgitu juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah hidu Mbak. Kita gak akan bisa tahu bagaimana dalam hati dan kehidupan orang lain. :)

      Delete
  13. Ngilu jadinya ya mba, tapi KDRT ini kalau terlihat buktinya masih mending mba, banyak juga perempuan korban KDRT yang bahkan ga terlihat bekas kekerasannya, jadi mereka mau lepas juga ga bisa, minta tolong ya ga bisa :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya setelah KDRT harus lapor aximal 1x24 jam agar bisa divisum

      Delete
  14. Aku sih enggak anti sama temen2 LGBT.
    Tapi aku berdoa banget, semoga keluargaku enggak ada yg LGBT.
    Amiiinnnn.....

    ReplyDelete
  15. Serem banget ya fakta-fakta soal KDRT. Ini sudah ada di dekat kita lho, kalo kita sadar banyak banget di samping kiri kanan yg sebenarnya terkena KDRT tapi kita nggak sadar.

    ReplyDelete
  16. Serem banget ya Mba melihat masih byk perlakuan dalam keluarga yang menjurus ke KDRT.. Mudah2an keluarga kita dijauhkan dari fenomena KDRT..

    ReplyDelete
  17. menurutku sih hukuman harusnya disesuaikan sama kesalahan dan umur mbak, kalo anak sma kerjaanya tauran ya dipukul masih wajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di bawah 17 tahun masih kategori anak-anak lho

      Delete
  18. Anak2 memang rentan sekali terpapar KDRT. Orang tua yg hopeless, yg selalu ribut satu sama lain, yg merasa tidak mampu membiayai anak2nya, justru melampiaskan kejengkelannya pada darah daging mereka sendiri. Duuuhh.. semoga makin banyak anak2 yg terselamatkan dr kondisi ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Miris banget. Semoga saya dijauhkan dari hal itu. :(

      Delete
  19. Serem amat sih Mbaak. Jadi degdegan dan parno. Kadang suka beda pendapat ma misua. Kata misua saya terlalu over protective.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya juga sering beda pendapat kok

      Delete
  20. dampak kdrt bisa sampai dewasa masih sering teringat-ingat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, makanya harus lebih hati-hati.

      Delete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.