Utang Uang Tanpa Jaminan





Anisa AE - Beberapa hari menjelang Lebaran ini, ramai status di grup-grup jualan soal utang tanpa jaminan. Hari gini utang tanpa jaminan? Apalagi status tersebut di grup dunia maya yang rawan sekali dengan penipuan. Sepuluh dua puluh ribu sih mungkin tak apa, tapi kalau ratusan, bahkan sampai jutaan? Itu duit!

Pas dilihat-lihat profil yang nyari utangan, ada yang anak sekolah, IRT, sampai dengan bermacam-macam profesi. Entah itu penipuan atau benar-benar butuh uang yang tanpa jaminan. Tapi serius nih bisa tanpa jaminan?

Padahal jika dilihat-lihat, banyak barang yang bisa digadaikan ataupun dijual. Misalnya saja anting, cincin, handphone, laptop, sampai pada baju-baju yang layak pakai. Seriusss. Ada lho pegadaian yang nerima baju bekas. Kemarin, saya juga baru menjual gantungan baju dari aluminium dan mifi smartfren. Eh, ini dijual, bukan digadaikan, karena saya memang tidak punya uang.

Sudah dua bulan suami menganggur sejak saya melahirkan kemarin, jadi apa pun harus dihemat. Berhubung gajian blogger pun nyendat, akhirnya saya jual deh gantungan baju dan mifi. Kemarin sempat post jual laptop juga di facebook, tapi bagaimana saya ngurusi penerbitan dan ngeblog jika tanpa benda itu? Dilema .... Untung saja belum ada yang nawar.

Jangan pikir saya tidak punya hutang. :D Saya manusia biasa yang juga punya hutang. Jadi, mikir-mikir juga kalau mau ngasih gratisan atau yang lain. Ramadhan ini memang tidak seperti sebelumnya, saya belum bisa beramal materi. Namun setidaknya bisa beramal ilmu pada orang lain.

Membaca status-status yang berseliweran di grup jualan soal mencari hutangan tanpa jaminan, membuat saya terpikir untuk meniru. Pingin tahu siapa teman dunia maya yang peduli di saat saya benar-benar tak punya uang seperti ini. Tapi, apa mereka percaya? Jangan-jangan malah dibuat guyonan. Ya sudahlah, itu kan resiko.

Ini bajunya beli second




Siapa tahu malah diberi uang saja, bukan malah pinjam ( kalau ini mah maunya saya aja :D ). Untung-untung bisa dibuat beli baju Lebaran atau mengisi toples dengan kue. Ya walaupun baju gamis second yang saya beli pada Ramadhan tahun lalu masih bagus karena jarang dipakai.

Second? Iya, Lebaran kemarin saya membeli 3 baju gamis second yang harganya sama dengan satu gamis. Itu pun hasil penjualan bajunya digunakan untuk amal. Kan lumayan daripada dapat hanya satu. Untungnya lagi, bajunya sangat bagus walau bekas, kainnya juga.

Setelah saya membuat status mencari pinjaman tanpa jaminan, tak lama kemudian ada teman yang WA, tanya saya butuh uang berapa. Rasanya hati saya copot ke mana-mana. Hari gini gitu .... Pinjaman tanpa jaminan??

Ngasih Pinjaman
Saya mulai berpikir ulang. Benarkah butuh uang itu? Untuk apa? Beli baju? Beli kue? Memberi angpao pada keponakan? Membeli bensin saat halal bihalal ke saudara nanti? Lalu ketika tiba waktu mengembalikannya, apa saya bisa? Ya, walaupun teman saya tersebut meminjamkan tanpa bunga dan jaminan, tapi tetap saja namanya utang.

Ah, toples di rumah dan bayar air+listrik bisa dibayar oleh Adik yang mulai bekerja. Baju Lebaran bisa memakai yang tahun lalu. Kado dari Mbak Weni saat saya ulang tahun kemarin juga baru sekali pakai. Baju menyusui dari Mbak April kemarin juga cocok dipakai untuk Lebaran, tinggal dipadupadankan dengan baju lama.

Baju dari Mbak Weni

Asma cukup senang walau hanya punya satu baju dan sepasang sandal baru. Ilmi tak perlu baju baru, kadoan kemarin masih banyak yang belum terpakai. Kalau suami, bajunya juga itu-itu saja. Dia tidak terlalu suka membeli baju.

Dengan segala pertimbangan, akhirnya saya batalkan sesi pinjam meminjam itu. Well, saya tidak akan meminjam sekiranya tidak penting sekali. Sudah cukup banyak utang saya. Sebanyak apa sih? Ya kalau itu kan rahasia. Hahaha.

Tapi teman saya pun wellcome. Sekiranya saya butuh uang, diminta hubungi dia saja. Saya juga diminta datang ke rumahnya, ada kue yang mau dibagi, walau kue biasa. Duuuh, padahal kami tidak terlalu dekat. Bertemu sebulan sekali saja jarang. Setahun bisa dihitung bertemu berapa kali.

Ternyata utang tanpa jaminan itu mudah. Mudah jika kita bisa menjadi orang yang terpercaya, tidak pernah ingkar janji, dan juga baik pada orang lain. Jika sekali mengabaikan kepercayaan orang, maka selamanya tidak akan dipercaya lagi.

Masih mau cari pinjaman uang? Bolehlah, tapi jangan sampai pinjam hanya untuk konsumsi. Pikir-pikir dulu sebelum meminjam uang, sekiranya gak penting, gak usahlah, seperti saya. Hahaha.

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v




Share on Google Plus

About Anisa Ae

4 komentar:

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.