Hindari Membungkus Makanan dengan Kertas Koran! Ini Sebabnya!






Anisa AE - Kertas koran tenyata berbahaya untuk membungkus makanan, terutama pada makanan yang panas dan berminyak. Banyak masalah kesehatan yang akan muncul pada diri kita bila menggunakan kertas koran untuk membungkus makanan.

Salah satu penyebab tidak baiknya koran dijadikan bungkus makanan adalah tinta dari koran yang luntur dan menempel pada makanan. Tinta koran yang terbuat dari bahan kimia dan zat pewarna sebenarnya sangat berbahaya bagi organ dalam tubuh kita. Jika terlu sering mengkonsumsi makanan yang dibungkus dengan kertas koran maka kamu akan terkena kanker di kemudian hari.

Tinta modern yang bahan-bahan nya terdiri dari bahan kimia yang fungsinya sebagai zat pewarna dan pengering. Tinta pewarna dibuat dari bahan kimia ekstrak cairan kental dari batu bara serta hasil sampingan gas batu bara. Sementara kebanyakan bahan pengering tinta cetak juga mengandung unsur logam seperti Kobalt, Mangan, bahkan Timah hitam (Pb) yang tergolong logam berat berbahaya, yang diduga menjadi pemicu kanker bahkan penyakit pikun.

Baca Juga : TOP dan GERMAS Demi Indonesia Bebas HIV AIDS

Berikut beberapa masalah kesehatan serius yang bisa dipicu oleh penggunaan koran sebagai bungkus atau alas peniris makanan.

1. Kanker
Tinta yang terdapat pada koran sangatlah berbahaya sehingga rentan terhadap penyait kanker. Senyawa kimia yang terdapat dalam tinta koran akan mengendap di tubuh dan memicu pertumbuhan sel-sel kanker ganas.

2. Bahaya pada ginjal dan paru-paru
Zat grafit juga terdapat dalam koran, jika tertelan ke dalam tubuh maka tubuh akan teracuni sehingga menyebabkan masalah pada paru-paru dan ginjal sebagai organ ekskresi.

3. Masalah pada kesehatan pencernaan dan hormon
Masalah kesehatan pencernaan dan keseimbangan produksi hormon dalam tubuh dapat dipengaruhi oleh pelarut kimia yang terdapat pada tinta koran.


4. Menimbulkan Masalah Pencernaan
Ketika kandungan Diisobutyl Phthalate pada tinta bercampur dalam makanan karena kontak langsung dengan kertas pembungkus/koran, Maka kemungkinan besar akan menimbulkan masalah pencernaan cukup serius. Saat kondisi makanan panas dan berminyak, maka kandungan Diisobutyl Phthalate akan tercampur di dalamnya. Kemudian dapat menyerang sistem pencernaan tubuh ketika makanan itu dikonsumsi.

5. Menyebabkan Keracunan Makanan
Diisobutyl Phthalate bukan hanya berdampak buruk pada sistem pencernaan tubuh. Tetapi jika zat kimia itu mengendap terus menerus di tubuh, maka bisa jadi tubuh mengalami keracunan makanan.

6. Mengganggu Sistem Reproduksi Wanita
kandungan kimia berupa Benzofenon dalam kertas daur ulang dapat berdampak buruk bagi siklus reproduksi wanita. Baik koran maupun kertas sejenisnya, hendaknya jangan dijadikan pembungkus makanan, Karena bisa saja di dalamnya memiliki beberapa zat kimia yang membahayakan kesehatan tubuh.


Meski kebanyakan tinta pada koran berbahaya, ada kertas koran atau majalah yang dibuat khusus dari serat dan bahan alami yang aman untuk makanan. Tulisan pada kertas dicetak dengan teknologi flexographic printing, yakni teknologi yang memakai tinta berbasis air (water based inks). Jadi kertas tersebut bebas bahan beracun dan telah memenuhi standar keamanan pangan. Sebenarnya banyak sekali tipologi pembungkus makanan higienis dan aman yang telah dijual di pasaran.

Semisal : Pembungkus makanan kedap udara, kedap air, pembungkus makanan dengan sirkulasi udara maupun sejenisnya. Selain itu, menggunakan dedaunan tertentu bisa menjadi jalan alternatifnya karena juga aman digunakan. Seperti memanfaatkan daun pisang, daun jati, daun kelapa, maupun daun mangkuk.

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v





Share on Google Plus

About Anisa Ae

38 komentar:

  1. Sekarang di beberapa warung masih banyak yang pake koran mbak.
    aku aja setiap pagi selalu liat tukang nasi uduk ngebungkus makanan pake koran.

    btw, bahaya kertas koran ini sama bahayanya dengan sterofom ga si mbak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku kurang tahu kalau sterofoam. Tapi kalau koran kan jelas bahaya. Tintanya itu lho.

      Delete
  2. ternyata berbahaya ya mbak. Emang sih lebih baik pakai daun pisang tapi sekarang pedagang di pasar seringnya bungkus barang yang dijual pakai plastik dan koran, tfs mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di tempatku masih ada beberapa yang pakai daun pisang. :D

      Delete
  3. Wih, ngeri ya Mbak. Banak yg nggak tahu lho kayak gini. Termasuk aku, tahunya dikit kurang detil. Makasih sharingna mbak :)

    ReplyDelete
  4. Baru kemarin baca artikel the silent killer, spertinya ini juga masuk daftar 'pembunuh'

    ReplyDelete
  5. sebenarnya udah tahu sejak lama ya mbak kalau koran itu berbahaya, tetapi untuk sosialisasi ke orang terdekat itu sulit sekali. Terlebih orang tua yang gak paham, huft. Makasih infonya, bermanfaat banget mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itu juga salah satu masalah, Mbak. :(

      Delete
  6. ia benar banget..koran ga bagus..tintanya bisa menempel..tapi ya itu deh kadang penjual maunya murah meriah dan tak peduli dengan kesehatan pembeli. Saya malah lebih suka kalau nasi atau makanan gorengan dialas dengan daun pisang..aromanya itu khas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daun pisang memang menciptakan sensasi tersendiri. :D

      Delete
  7. Pernah ada nih Mba penjual gorengan yang pake kertas koran. Biasanya dulu suka nemu penjual cireng dan gorengan yang gerobaknya dipanggul gitu.
    Sekarang udah jarang kayaknya ya, lebih banyak pake plastik putih.

    ReplyDelete
  8. klo beli gorengan masih ada penjual yg make kertas koran, klo aku goreng2an lebih suka ditirisin di kertas nasi atau kertas roti :D takut klo make kertas koran :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mbak. ^_^ Andai semua sadar bahayanya.

      Delete
  9. Beli gorengan biasanya juga gini nih.... mmm

    ReplyDelete
  10. Kertas koran mengandung unsur logam gitu, tapi kenyataannya tukang gorengannya masih ada yang pakai lho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. :( Kadang mereka belum tahu bahayanya kertas koran. :(

      Delete
  11. biasanya kalo beli gorengan bungkusnya kertas koran :(

    ReplyDelete
  12. Nggak pernah lagi pake koran,pake kertas minyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau begitu, Bang. :)

      Delete
  13. duh, saya sering beli nasi padang yang luarnya dibungkus koran, huhuhu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ndak pakai kertas minyak, Mbak? :'D

      Delete
  14. Iya nih, koran sering banget jadi opsi buat ngalasin makanan berminyak gitu.. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi emang kebayakan belum tahu bahayanya. Apalagi yang orang tua. :(

      Delete
  15. Paling enak pakai daun pisang memang, bau makanannya jadi harum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Dikasih irisan daun pandan. :O

      Delete
  16. Wah, gitu ya mbak....?
    Padahal emak kalo goreng krupuk pasti ditiriskan di kertas koran.
    :(

    ReplyDelete
  17. untung aku nggak pernah membungkus makanan dgn koran .. bisa bahaya

    ReplyDelete
  18. Skrg banyak tukang uduk yang sudah pakai kertas nasi. Tapi kalau cuma untuk mbukus buah gimana ya? Kalau buahnya dicuci n dikupas?

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.