Theme images by dino4. Powered by Blogger.

ARTIKEL

TIPS

TRAVELING

LIFESTYLE

BUNDA

KULINER

PROFIL

» » Menjadi Peka Itu Penting dan Enggak

Anisa AE - Banyak yang bilang, ah kamu terlalu baper, ah kamu terlalu banyak mikir, ah kamu ah kamu yang lain soal peka.

Sebenarnya penting gak sih peka itu? Saya pernah diserang seorang teman gara-gara peka. Masalahnya sih gampang aja, ingin mengondisikan semua orang agar merasa 'enak' karena saya tahu bagaimana kesibukan dan aktivitas mereka.

Dan ... peka itu dibilang mengada-ada. Dipikir saya mau enaknya sendiri.

Ah, miris memang jika bertemu dengan orang yang tidak peka. Sok bijak dan seolah-olah dialah yang paling benar.

Seperti kentut. Kenapa saya bilang kentut??

Jadi gini .... Kalo ada orang tiba-tiba kentut di depan banyak orang, baunya bikin mual dan muntah, apa responnya?

Untuk orang peka, pasti bilang, gak bau atau lagi pilek. Ada yang bilang, gak apa-apa. Untuk orang yang ceplas-ceplos pasti langsung bilang bau busuk dan langsung pergi atau nyuruh yang kentut pergi. Tapi ... semua orang gak bisa ceplas-ceplos dan bilang gak apa-apa.

Bagaimana dengan yang kentut? Seolah tidak terjadi apa-apa, hanya nyengir kuda.

Saya termasuk yang peka. Bahkan lebih condong ke arah lebih baik saya yang mundur. Ya daripada saya makan hati terus karena bukan termasuk golongan yang ceplas-ceplos dan mengeluarkan unek-unek karena bau kentut. Bukan ke yang baper banget sih, pekanya masih di batas kewajaran. Tapi kalo dikentutin tiap hari kan jadi males.

Kadang saya pun heran, sepeka apa sih saya? Karena di lain waktu, saya merasa sok gak peka. Biarkan mereka ngomong apa, yang penting saya baik-baik saja. Tapi untuk beberapa hal, saya bisa mikir sampai berminggu-minggu, sampai yakin harus tetap peka atau gak peka. Atau memilih benar-benar mundur dari semuanya agar gak kepikiran dan gak mau banyak peka.

Begitupun juga saat saya di keluarga. Pingin dipeluk aja gak bisa ngomong, kalo mau peluk sendiri kok ya malu.  Hahaha. #kode

Kali ini saya pingin pekaaa. Lebih peka terhadap dua anak yang waktunya berkurang karena kesibukan saya sebulan ini yang luar biasa. Apalagi sekarang kesehatan mulai terganggu.

Udah mau nulis gitu aja, catatan gak penting dari seorang mantan ... mantan apa ya enaknya? Mantan gadis yang sudah menjadi ibu dari dua balita. Daripada blogku penuh sarang laba-laba.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

13 komentar:

  1. Hai michaan
    Mbak..kmrn2 koq ya ngipi main ke rumahe pean XD

    ReplyDelete
  2. Menjadi peka. Susah susah gampang.

    ReplyDelete
  3. Butuh Perhatian Emak nih ..............

    ReplyDelete
    Replies
    1. Butuh perhatian, kasih sayang, dan camilan. :p

      Delete
  4. Gak semua orang bisa menerima kepekaan kita dengan baik, kalau saya juga lebih milih mundur teratur drpd dikentutin mulu #eh

    ReplyDelete
  5. Hehehehe, bacanya bikin cengir" sndiri bu :D

    ReplyDelete
  6. nah ini, kadang kepekaan ini sering disalah asumsikan sama org..ya baper lha..sensitif
    fiuhhh

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.