Theme images by dino4. Powered by Blogger.

ARTIKEL

TIPS

TRAVELING

LIFESTYLE

BUNDA

KULINER

PROFIL

» » » » Ramadhan dan Teror di Malam Lebaran







Anisa AE - Assalamualaikum teman-teman semua, khususnya pembaca anisae.com yang setia membaca tulisan saya. Rasanya lama sekali saya tidak menulis curhatan, apalagi soal keluarga dan kisah sehari-hari. Mau menulis itu, rasanya kok beraaaat banget, sampai gak nyangka bahwa blog ini dan beberapa blog lain mulai ditumbuhi sarang laba-laba. :( 

Tanggal 21 Juni, beberapa hari sebelum Lebaran, saya ngedrop. Saat itu, saya pikir sakit biasa saja, ternyata tensi darah saya 70/50. Saat itu, oleh dokter langsung diberi rujukan ke RS Wafa Husada. Tujuannya jika sewaktu-waktu saya sangat lemas, bisa langsung opname di sana. Sesuatu banget. Mau Lebaran kok dikasih surat rujukan sih? :( 

Saya pun langsung mengonsumsi makanan yang menaikkan darah. Khususnya sate kambing, susu, kacang hijau, dan sayuran. Tak lupa minum penambah darah dan obat dari dokter. Bisa bahaya kalau sampai Lebaran di Wafa Husada. Moment yang ditunggu itu adalah Lebaran bersama keluarga. Mungkin ini efek dari banyaknya pikiran karena pembangunan kantor AE Publishing yang baru. 



Tanggal 22 Juni, saya mendapat 6 keluarga baru di AE. Siapa lagi kalau bukan anak-anak dari Mety. Mety meraung dari jam dua pagi sampai subuh. Suami saya menemani dia sambil membelai tubuhnya. Dia terlihat kesakitan dan mencari tempat melahirkan. Untungnya suami tanggap. Sayangnya karena sakit, saya tidak bisa menemani Mety, tidur terus di kamar.

Sayangnya sekarang anaknya tinggal 5. Yang hitam polos kemarin udah meninggal. :( 




Lebaran akan tiba tanggal 24 Juni, saya sebenarnya masih lemas. Apalagi walau sakit, saya masih menyempatkan diri untuk bersih-bersih rumah. Ingin rasanya tidur terus, tapi bagaimana dengan Lebaran dan anak-anak? Terbayangkan bagaimana kondisi rumah yang sangat berantakan, apalagi akan ada tamu yang berkunjung. Duh rasanya gimana gitu. Akhirnya walaupun sakit, saya sempatkan buat bersih-bersih sedikit. 

Malam takbiran adalah moment yang membuat saya tidak bisa tidur. Pasti teman-teman yang berteman dengan saya di facebook sudah tahu permasalahannya. Dalam kondisi sakit, saya mendapat sumpah serapah dan fitnah dari seorang penulis AE Publishing yang dilive di facebooknya. Dia menjancuk'i saya, ngolok binatang, mau membakar kantor Ae, bahkan mau menutup kantor secara permanen. 

Masalahnya bukan sederhana. Dia mendapat info dari temannya jika namanya ada di google di situs AE Publishing. Jelas ada dong karena memang dia menerbitkan buku di AE. Tapi dia tak terima karena saya mempromosikan buku tersebut di web tanpa konfirmasi harga dengan penulis. Padahal di dalam MOU dijelaskan jika tidak ada pemberitahuan lebih lanjut, maka harga ditentukan oleh penerbit. 








Pada emailnya, dia mengaku dihubungi oleh pihak Cyber dari Jakarta soal isi bukunya. Dia dihubungi karena ada kontak pada buku di halaman biodata. Halo? Bukunya saja belum laku, bagaimana mungkin ada yang mengetahui isi bukunya? Lalu saya membuka stok buku di AE yang masih segel. Well, sebuah kebohongan terungkap lagi. Di dalam biodata tidak ada alamat email, no hp, bahkan alamat penulis. Apa-apaan ini??? Bukan Cyber Jakarta, tapi temannya sendiri yang sedang live bersama dia. Saya dibohongi mentah-mentah.

Dengan ganasnya, dia berkata akan membawa wartawan dari Surya, Malang Pos, dan Jawa Pos untuk mempublikasikan hal tersebut. Tidak hanya itu, dia juga akan membawa polisi dan pengacara. Jika saya mau secara kekeluargaan, maka dia mau uang. Dia juga berkata jika AE menjual 1000 eks di Jawa saja sudah dapat 40 juta, belum lagi di luar Jawa. Apalagi bukunya sudah setahun di AE (padahal baru Mei kemarin ISBN-nya keluar). Binatang itu AE Publishing. Ayo viralkan di youtube.

What??? Kalau saya mau menjual buku secara nasional, jelas bukan bukunya dia. Kalau saya punya duit sebanyak itu, saya udah kaya raya, kantor udah besar. Ngapain juga baru bikin kantor dari ruang tamu??? Padahal dia udah pernah ke sini 2x, tapi kok gak mikir sejauh itu?

Saya pun langsung menulis status di FB dan mentag senior Radar Malang Jawa Pos, serta reporternya MetroTV buat kasus itu. Tak lupa sharing dengan pengacara di Jakarta dan Malang untuk menceritakan kronologisnya. Setelah tau ceritanya, mereka minta link live FB dan juga nama penulisnya. Bahkan langsung ada konfirmasi dari Surya, bahwa jika ada reporter yang memuat berita tidak benar tentang AE, maka akan dipecat. 

Alhamdulillah teman-teman mendukung banget. Ya, selama 5 tahun ini saya menjalankan AE Publishing secara self publishing, banyak yang terbantu dengan penerbitan saya. Bahkan para penulis menjadi teman yang sangat dekat dengan saya seperti saudara. Apalagi yang tahu bagaimana self publishing atau penerbitan indie itu, jelas membela AE. Yaiyalah, vidionya aneh banget dan banyak yang gak logis. 

Pas mau ke rumah mertua, salah satu teman inbox saya diserta screnshot. Katanya, dia diinbox oleh penulis itu perihal bukunya. Ish, terang saja inbox ya gak diacc ma teman saya itu. Sebagai sesama pemilik penerbit indie, dia tahu betul siapa saya dan seluk beluk AE. Dia gak ngeladeni inbox penulis macam itu, apalagi udah lihat vidionya. 

Tak perlu waktu lama, vidio live di FB tersebut sudah tidak ada. Link tidak ditemukan. Itu pun saya mendapat kabar dari teman-teman yang belum sempat melihat vidionya. Untung saja saya sudah diwarning oleh pengacara di Jakarta untuk menyimpan vidio tersebut. Bisa digunakan sebagai bukti pengandaian dll jika penulis itu bertindak. 


Jam 11 siang, saat di rumah mertua, saya tak bisa membuka mata. Selain karena kondisi badan tidak fit, juga karena tidak tidur dari kemarinnya. Bayangin aja, tidur jam 11 siang, bangun cuma buat makan, lalu tidur lagi. Bener-bener bangun jam 5 subuh. Itu pun langsung melakukan perjalanan ke pertemuan keluarga di daerah Kalipare. Saat melewati penyeberangan di daerah Senggreng menggunakan perahu kecil, saya sampai tak bisa berdiri karena pusing. 

Saat acara keluarga tersebut, banyak sekali ilmu yang didapatkan tentang silaturahmi. Juga uang saku dan hadiah untuk anggota keluarga yang bisa menjawab pertanyaan maupun hafal surah. Asma berani maju buat baca dua surah, walaupun bawaannya banyak yang salah karena surah panjang, akhirnya dia selesai. Dapat hadiah dan uang 50k. 

Dilema adalah saat hadiah yang dibuka Asma adalah kaos ukuran besar. Dia langsung nangis sambil marah-marah. Itu dia yang dapat hadiah, tapi kok hadiahnya buat Ayah? Saya sempat senyum, tapi dia makin marah. Alhasil, Ayah harus merayu dia agar berhenti nangis. Demi dia pun, saya ikut menjawab pertanyaan agar dapat hadiah. Eh ndilalah hadiahnya sabun cuci, dia makin kencang nangisnya. Hadeeeh. 

Acara keluarga ditutup dengan sangu-sanguan buat anak-anak yang masih sekolah dan kuliah. Mulai dari bayi sampai anak kuliah, semua antri buat dapat anggap dari para sesepuh. Michan digendong Ayah buat ngantor juga, kan lumayan bisa jadi tabungan dia nanti. 

Sebenarnya setelah acara itu, kami mau menginap di rumahnya kakak ipar, namun karena kondisi tubuh saya yang sangat tidak fit, akhirnya kami pun langsung pulang ke Kepanjen. Lagian cucian sudah memanggil-manggis untuk dicuci. Mau ke tulang laundry, tapi masih pada tutup semua. Ya kan mereka Lebaran juga. :( 


Well, Lebaran ini berbeda dengan tahun kemarin. Saya bahkan gak sempat silaturahmi ke rumah teman-teman. Ke saudara pun hanya beberapa yang tua-tua. Ya ampun, badan ini emang gak bisa diajak kompromi. Gak hanya badan, otak juga. Mau ngeblog itu rasanya beraaat banget, padahal udah ngedraf beberapa tulisan. Sepertinya saya butuh doping dan jalan-jalan. :( 

Maaf ya buat teman-teman yang belum sempat saya kunjungi. Khususnya buat Keluarga Biru yang udah duluan ke rumah saya, Zahara Putri (maaf belum sempat ngelayat), juga buat teman-teman yang lain. Sampai saat ini pun saya belum begitu fit. Kalau perjalanan jauh sering pusing. Semoga bisa segera sehat dan main bareng kalian ya. 

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v





«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

24 komentar:

  1. Mohon maaf lahir batin mbak. Semoga masalahnya cepat kelar dan mbak anisa diberikan keberkahan. Amiiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin .... Mohon maaf lahir batin juga. :)

      Delete
  2. dari berbagi kejadian, insya allah ada hikmah di dalamnya.. sabar saja mb anisa.. cemumguuudd :D

    ReplyDelete
  3. samaaa...akupun lebaran kebanyakan di rumah... Hiks, untung sempat diajak ke Pantai jadi sedikit mengurangi kekecewaan karena ga sempat silaturahmi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaa aku belum sempat ke pantai. :'D

      Delete
  4. Cobaan di akhir ramadhan yah mbak, semoga menambah pahala dan menggugurkan dosa-dosa.... mohon maaf lahir bathin mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ... :D Mohon maaf lahir batin juga. :)

      Delete
  5. Loalaaah, ada aja yg usil ya mbk, tp alhmdulillah bnyak yg support. Smoga org itu berhenti berulah ya mbk amin,
    Dan semoga dikau jg lekas sehat kembali, amiinn,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiin ... :D Terima kasih supportnya, Mbak. :D

      Delete
  6. Oalah...macem2 bnget ini mba kisah lebarannya. Dari kucing, darah rendah sampai konflik dengan penulisnya. Yang paling menguras pikiran ya konflik itu ya mbak.. Untunglah akhirnya terselesaikan..

    ReplyDelete
  7. Semoga saat ini mbak Anisa sudah sehat yaa, aamiin :)

    Anggap saja itu cobaan ya mbak dan tanggapi dengan sabar in shaa Allah ada kebaikan buat mbak Anisa dan keluarga dari Allah SWT..

    Semoga keluarga sehat-sehat saja dan selalu sukses..
    Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiin. Minal aidin walfaidzin juga, Mbak. :)

      Delete
  8. Walah ya kok sadis banget ya fitnah buatmu mbak, aku bacanya ikut gregetan, nggak kuat T_T, yang sabar ya mbak, Minal Aidizin Wal faidzin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, udah reda masalahnya, Mbak. Minal aidin walfaidzin juga. :)

      Delete
  9. Ujian dalam puasa mba :) .. Sabar aja yaa.. Mumpung masih bulan syawal, minal aidin wal faizin ya mba anisa :) .. Maaf lahir bathin juga..

    ReplyDelete
  10. Semoga masalahnya cepat selesai mbak, saya yakin setelah ujian ini AE akan makin berkembang dan besar

    ReplyDelete
  11. Tetap semangat ya, yang benar pasti benar

    ReplyDelete
  12. Semoga badai yang menerpa menambah makin kuat AE publishing.
    dan kedepan AE Publishing makin joss..

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.