Pulau Sempu Adalah Cagar Alam, Bukan Tempat Wisata Alam






Anisa AE - Traveling adalah gaya hidup masyarakat modern, apalagi buat yang memang tak betah diam di rumah dan punya banyak rezeki berlebih untuk digunakan bepergian. Namanya traveling, tak asyik rasanya jika cuma di sekitar daerah tempat tinggal saja, asyiknya itu kalau keluar kota, mencari tempat-tempat wisata yang hits dan kekinian, atau bisa juga eksplorasi spot wisata indah yang belum terjamah orang lain dan jadi yang pertama menemukan lokasi tersebut. Itu jadi kebanggaan tersendiri. 


Apalagi tempat-tempat yang terpencil dan masih perawan, biasanya memiliki pemandangan yang masih sangat bersih dan belum terjamah tangan-tangan wisatawan yang kurang beretika, pertama kali menginjakkan kaki di tempat itu bagaikan sedikit surga yang tumpah ke bumi, tapi segera setelah diposting di media sosial, tumpahan surga itu akan berubah jadi lautan sampah. Sedih deh.

Contoh yang paling ‘hangat’ adalah Pulau Sempu. Banyak agen travel yang melabeli Pulau Sempu sebagai “Tempat Wisata Kekinian” dan a must banget dikunjungi oleh semua wisatawan. Tempat indah yang berlokasi di kabupaten Malang sekarang menjadi bukti paling akurat bahwasanya para wisatawan malahan menjadi bumerang bagi kelestarian alam. Tahukah bahwa sebenarnya Pulau Sempu bukan kawasan wisata? Justru melainkan sebuah kawasan Cagar Alam yang hakikatnya harus steril dari segala kegiatan wisata, apalagi sampai camping ramai-ramai.

Memang sih Pantai Segara Anakan di Pulau Sempu ini memiliki keindahan yang luar biasa instagramable banget, siapa coba yang tak akan tergoda untuk datang ke sana dan mengabadikan diri dengan mengambil banyak foto supaya bisa eksis di medsos?  Semuanya juga pasti mau. Apalagi traveller.



Tapi by the way, tahukah bahwa sebenarnya Pulau Sempu itu bukan tempat wisata? Sekalipun banyak orang yang datang kesana untuk melancong, tak akan mengubah status tempat itu jadi lokasi wisata. Tak akan. Karena Pulau Sempu ini terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini sudah ditetapkan menjadi kawasan Cagar Alam sejak zaman Belanda dahulu kala, berdasarkan Besluit van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch Indie No : 69 dan No.46 tanggal 15 Maret 1928 yakni tentang Aanwijzing van het natourmonument Poelau Sempoe dengan luas 877 ha. (bbksdajatim.org)

Kemudian ditambah juga dengan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor: 417/Kpts-II/1999 tertanggal 15 Juni 1999 juga menegaskan Pulau Sempu sebagai Cagar Alam.
“Cagar Alam adalah suatu kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Sebagai bagian dari kawasan konservasi (Kawasan Suaka Alam), maka kegiatan wisata atau kegiatan lain yang bersifat komersial, tidak boleh dilakukan di dalam area cagar alam. Untuk memasuki cagar alam diperlukan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi).” — Wikipedia Indonesia tentang Cagar Alam

Dengan kedua keputusan pemerintah tersebut maka jelas sekali dong ya kalau Pulau Sempu telah dilindungi sebagai kawasan Cagar Alam. Bahkan untuk bisa mengunjunginya kita semua harus memiliki Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) terlebih dahulu yang harus diurus lewat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Bahkan bukan cuma minta izin saja, tapi tujuan kita juga harus jelas, yakni penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan, pendidikan, serta kegiatan budidaya seperti yang termaktub dalam Pasal 17 ayat 1 UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Bukannya niatan pengen eksis di medsos saja.







Parahnya, ada banyak pihak yang dengan sok tahunya mempromosikan Pulau Sempu sebagai lokasi wisata umum yang bebas dikunjungi kapanpun kita mau. Yang jadi ironi di atas ironi adalah Cagar Alam Pulau Sempu ini diberi label sebagai potongan surga yang menjadi spot wajib untuk dikunjungi oleh traveler. Hal itu bisa kita lihat dari travel blogger atau travel fotografer atau bahkan cuman tukang jalan-jalan biasa yang menyebarluaskan gambar Pulau Sempu yang begitu menggoda untuk dikunjungi. Semakin kuatlah keinginan masyarakat untuk datang kesana karena tidak diberikan penjelasan dan pengetahuan yang cukup mengenai lokasi indah yang satu ini.

Yang bikin bingung adalah situs resmi pariwisata Indonesia yang dikelola resmi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga mencantumkan Pulau Sempu sebagai salah satu destinasi wisata terbaik yang berlokasi di Jawa Timur. Sebenarnya di sana sudah tertera jika kita harus memiliki Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) untuk bisa memasuki wilayah Pulau Sempu, hanya saja rasanya tetap kurang etis jadinya. Bahkan sebelumnya situs resmi BBKSDA Jatim juga bahkan mencantumkan semua potensi wisata yang dipunyai Pulau Sempu. Untunglah saat ini isinya sudah direvisi dan beberapa poin potensi wisata tersebut telah dihapus permanen dari sana.


Yang tak bisa dikendalikan adalah berbagai agensi tur dan agen travel juga berlomba untuk “menjual” Pulau Sempu sebagai salah satu destinasi wisata andalan yang wajib dikunjungi. Bahkan para wisatawan juga bisa dengan begitu mudahnya menyeberang ke kawasan cagar alam ini kapanpun mereka mau, tentu saja tanpa perlu repot mengurus SIMAKSI ke BBKSDA Jawa Timur seperti prosedur yang seharusnya.

Jadi ada petugas BKSDA Resort Konservasi Pulau Sempu yang menunggu di Pantai Sendang Biru, yakni tempat penyeberangan menuju Pulau Sempu. Jadi nanti hanya tinggal mendaftarkan diri dan kemudian membayar sejumlah uang administrasi untuk mendapatkan izin menyeberang ke Pulau Sempu tersebut. Apakah itu legal?

Jadilah, Pulau Sempu yang harusnya aman dari aneka aktivitas wisata, karena salahnya promosi yang dilakukan, membuat ribuan wisatawan salah paham dan malah mengira Pulau Sempu memang tempat wisata, bahkan dikira satu paket dengan Wana Wisata Sendang Biru yang dikelola Perhutani Malang. Keadaan ini sudah jauh berbeda saat sebelum reformasi tahun 1998, waktu itu Pulau Sempu dan juga cagar alam lainnya dijaga ketat oleh para militer, jadi sulit diakses oleh mereka yang tak punya kepentingan apapun.

Lihatlah apa yang terjadi sekarang? Pulau Sempu menjadi ternoda. Ratusan orang berdatangan tiap minggu, ribuan tiap bulan dan keindahan alamnya semakin rusak sedikit demi sedikit. Sampai dimana-mana, hewan liar ikut tercemar sampah sisa wisatawan yang tak bertanggung jawab. Inikah yang disebut dengan traveller? Berbondong-bondong mendatangi lokasi alam yang indah untuk membuang sampah di sana?


Yang bikin tambah miris, pemerintah sekarang mau mengalihkan status Pulau Sempu dari cagar alam menjadi tempat wisata biasa. Coba bayangkan apa yang akan terjadi di sana? Saat masih berstatus cagar alam saja kita masih bebas keluar masuk tempat itu dan seenak hati melakukan semua sesuai kemauan kita. Apalagi setelah resmi jadi tempat wisata? Sudah bisa dibayangkan para pengembang yang gila dunia melihat ini sebagia potensi bisnis yang harus segera diambil, mereka akan mendirikan resort, villa, restoran dan berbagai fasilitas umum lain dengan latar belakang uang.

Semoga ada jalan untuk membuat Pulau Sempu kembali jadi surga dunia yang bersih dan nyaman. Cukuplah kita nikmati dari kejauhan, tak perlu sampai ikut campur merusak tatanan kehidupan yang ada di sana. Saya adalah warga asli Kabupaten Malang yang sampai saat ini belum pernah sama sekali datang ke Pulau Sempu. Tak ingin datang? Sangat ingin. Namun untuk apa? Banyak tempat wisata lain yang perlu diekspos, BUKAN CAGAR ALAM. 

#SAVESEMPU TOLAK PENURUNAN STATUS CAGAR ALAM PULAU SEMPU!! JANGAN BIARKAN PULAU SEMPU MENJADI TEMPAT WISATA ALAM! PULAU SEMPU ADALAH CAGAR ALAM MILIK INDONESIA YANG WAJIB UNTUK KITA LINDUNGI.  

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v




Share on Google Plus

About Anisa Ae

16 komentar:

  1. dulu ke sini ribet banget
    harus pakai guide
    tapi memang harus seperti itu
    karena gini saja sampahnya masa alah
    gimana klo dikomersialkan?

    ReplyDelete
  2. setuju.. jgn biarkan cagar alam menjadi tempat wisata alam
    yuk bantu viralkan, jngan lupa publikasikan juga di CHANGE*org mbak, biar banyak yg tau berita ini.

    ReplyDelete
  3. sedihnya,, padahal ada banyak wisata alam yang harusnya di promosikan kenapa cagar alam yang di turunkan statusnya jadi wisata alam,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Kalau dijadikan tempat wisata, sudah pasti jadi kotor. :(

      Delete
  4. Kalau menurut saya ya mbak, sebenernya entah pulau sempu itu statusnya apa. Intinya semua tempat wisata itu tergantung pengelola. Pulau sempu dan pantai 3 warna, letaknya saling bersebelahan. Dan pantai 3 warna sama-sama kawasan konservasi bahkan masih satu kawasan dengan sempu. Nah, di pantai 3 warna ini pengelolaannya bisa dicontoh untuk diterapkan di sempu. Di pantai 3 warna kuota pengunjung perhari dibatasi, trs saat keluar masuk ada pengecekan sampah. Jika masuk dan keluarnya jumlahnya tdk sama, maka ada denda 100rbu/plastik/item sampah. Bahkan saat saya dipantai 3 warna, sampah lebih berharga dari pada barang" lainnya. Jadi saat tidur di tenda, semua sampah kita bawa masuk tenda, takutnya kalau ditaruh diluar nanti dibawa anjing atau kebawa angin,pengunjung tinggal totalan harus bayar denda berapa.

    Kemudian untuk menuju pantai, di pantai 3 warna juga wajib memakai guide. Tanpa guide pengunjung tidak bisa masuk ke pantai 3 warna, nah guide ini tidak hanya sebagai pemandu jalan saja, tapi juga ikut mengawasi tingkah pengunjung jika terindikasi merusak lingkungan pantai.

    Mungkin sistem pengelolaan seperti dipantai 3 warna tidak hanya diterapkan dipulau sempu saja, tapi semua kawasan wisata. Terutama untuk masalah sampah.

    Jadi saya rasa boleh saja sempu jadi tempat wisata tapi tetap dalam pengelolaan yang tepat. Keren untuk pengelola pantai 3 warna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetap saja tidak setuju, Mas. Itu cagar alam satu2nya di Indonesia. Lagipula, tidak bisa menjamin, apa di sana akan tetap asri dan nggak tercemar?

      Di sini banyak tepat wisata alam, yang kemudian hilang keasriannya.

      Delete
  5. Baru tau kalo pulau cantik ini merupakan cagar alam, jadi urung deh mau ke sana. Dari dulu juga cuman rencana doang hihihi, scara trekingnya lumayan hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Kalau mau masuk harus ada izin khusus.

      Delete
  6. 7 tahun tinggal di malang,cuma sekali ke sempu...seru,habis renang terus bakar ikan

    ReplyDelete
  7. Biasanya kalau sebuah pulau sudah tersentuh sesuatu yang komersial, pasti habitat aslinya akan tergusur. Kalo aku sih, mendukung agar Pulau Sempu tetap seperti semula

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudku juga gitu, Mbak. Sayang, banyak yang gagal paham

      Delete
  8. Sepakat sih mbah, jangan sampai semua tempat terlalu dieksplorasi, perlu penyeimbang alam juga. Jangan mentang2 semua wisata ramai terus semua tempat bisa bebas dikunjungi juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Mbak. Andai semua mikir seperti itu.

      Delete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.