Review Insidious The Last Key, Jump Scare Everywhere







Anisa AE - Hai hai ...

Jumpa lagi dengan saya, hehe. Kali ini saya mau ngereview film yang lagi hangat. Hangat macam baru matang digoreng. Gorengan dong. Bukan, tapi film. Hehe. Okelah, langsung saja kita sebut judul filmnya Insidious The Last Key. Yup baru tayang beberapa minggu ini kan?
Anak Mandala xD

Ada yang udah nonton? Atau malahan saya yang terlambat nonton? Huhu. Habisnya nyari waktu dulu sih kalau mau nonton. Maklumlah, sok sibuk, emang sibuk sih. Sibuk sama penerbitan AE yang naskahnya bejibun. Alhamdulillah ya, hehe. Meskipun naskah banyak yang masuk bulan ini, Tim AE bekerja keras supaya naskah-naskahnya segera kelar dan segera cetak. Konsumen pun  puas (apalah ini). :v

Oke, lanjut ke topik kita tentang review Insidious The Last Key. Jangan tanya lagi kenapa saya nonton film ini. Saya sudah nungguin sejak squel terakhirnya yaitu Insidious chapter 3. Ya, judulnya The Last Key, apakah akan jadi squel terakhir? Maybe, but actually not. CMIIW.

Langsung kita ke plot filmnya ya. Karena pasti sudah pada lihat trailernya dong?

Mengandung spoiler yang mungkin bikin ketakutan atau malah bingung :v. Tapi usahakan jangan teriak deh, malu sama sebelah. Wkwk.

Insidious The Last Key, jump scare everywhere. 


All sumber foto : IMDb

1. Adegan Pertama Masa Kecil Elise Rainer.

Di pembukaan film yang khas dengan film Insidious. Tapi tenang, masih belum ada jumpscare. Di awal cerita The Last Key menampilkan masa lalu Elise. Masa kecil lebih tepatnya. Elise dari kecil rupanya sudah memiliki kemampuan yang nggak biasa. Berbeda dari orang lain, indigo. Elise kecil sudah memiliki kemampuan supranatural. Melihat sosok-sosok tak kasat mata yang hanya dilihat oleh beberapa orang dengan kemampuan khusus. Seperti dia.

Adegan flashback masa lalu ini bersetting di Mexiko. Tempat kelahirannya. Elise tinggal bersama orang tuanya dan juga adik laki-lakinya (Christian Rainier). Semua nampak normal, sampai ketika Elise mulai melihat hal-hal yang tak seharusnya dilihat oleh orang normal. Ibu Elise mengetahui dan mempercayai kemampuan Elise. Berbeda jauh dengan sang Ayah. Benci dan tidak menginginkan kemampuan Elise. Tiap kali Elise mengatakan jika melihat roh atau hal semacamnya, sang Ayah murka dan memukul tangan Elise di dinding kamarnya.


Sampai kemudian puncaknya ketika Elise membuka sebuah ruangan ketika sang Ayah mengurungnya di sebuah basement atau gudang lebih tepatnya. Siapa sangka jika ruangan yang dibuka oleh Elise berisi roh jahat yang ingin mengganggu keluarganya. Ketika pintu dibuka, nampak hantu dengan jari berkunci yang mencoba merasuki Elise. Ibu Elise mencoba menolong anaknya, tapi naasnya roh jahat itu membunuh ibu Elise.

2. Flashback Off

Ternyata kejadian tadi merupakan mimpi buruk Elise. Elise yang sekarang menjabat sebagai cenayang merasa bersalah dan ketakutan ketika ia bangun dari tidurnya. Mimpi kelam masa kecilnya selalu terngiang dan menghantuinya. Adegan berlanjut dan menampilkan Elise yang sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon. Fyi jika Elise tidak tinggal sendiri, melainkan ada asisten seperburuan hantu (apa sih), ya, Tucker dan Specs. Pasti dah pada tahu kan? Yang ngikutin Insidious pasti gak asing, duo sejoli ini muncul di squel ke 3 Insidous, yang membantu Elise dalam menangkap dan mengusir roh jahat.

Kembali ke adegan telepon. Elise berbicara dengan seseorang yang nampaknya membutuhkan bantuan untuk mengusir roh jahat di rumahnya. Elise nampak tertegun. Bahkan syok dan ketakutan nampak di raut wajahnya. Orang yang meminta bantuan pengusiran roh nyatanya menempati tempat tinggal Elise sewaktu kecil.

3. Flashback Masa Remaja Elise

Setelah menerima telepon. Elise kembali memceritakan masa lalunya pada duo asisten seperburuan hantunya. Elise remaja yang masih bisa melihat roh. Dia dan adiknya, ketika itu di sebuah ruangan. Dapur maybe. Elise dan adiknya sedang membersihkan lantai. Sampai ketika Elise melihat sesosok perempuan yang nampak kusut dan luka-luka. Lebih tepatnya perempuan misterius yang menyeramkan.

Sang adik yang tidak bisa melihat roh mengatakan untuk tidak menakutinya. Namun Elise bersikeras menunjukkan pada adiknya jika perempuan yang dilihatnya nyata. Dalam artian bukan roh. Namun sayang, sang Ayah lagi-lagi datang dan memarahi Elise. Elise yang sudah remaja jengah dengan perlakuan Ayahnya. Lantas pergi meninggalkan rumah. Meninggalkan adik dan ayahnya.



4. Flashback off berlanjut pada rumah Ted Garza.




Di sinilah aura mistis dan jumpscare mulai bertebaran. Semakin mendekati ending, ya seperti biasa, level ketakutan bertambah.

Elise pada akhirnya harus kembali ke rumah masa kecilnya. Kali ini bukan untuk nostalgia, melainkan tugas supranatural. Mengusir roh jahat yang mengganggu Ted. Elise mendapati aura tak baik di dalam rumah. Lebih tepatnya aura roh jahat. Lantas Elise turun ke bawah ruangan mengikuti aura itu, dan bom seperti biasa jumpscare! Elise melihat sosok hantu yang dari kecil menghantui rumah itu.

Berlanjut ketika sang pemilik rumah mengatakan jika dia sering diganggu di satu tempat. Coba tebak? Tempat itu adalah kamar tidur Elise sewaktu kecil. Tempat dimana ia dipukuli oleh sang Ayah. Tak disangka jika di kamar tersebut Elise kembali menemukan sebuah peluit. Peluit milik sang adik yang diberikan oleh mendiang ibu Elise jika ia membutuhkan bantuan.

Berlanjut pada adegan siang hari ketika Elise bertemu dengan sosok dua perempuan muda (Melissa Rainer dan Imogen Rainer). Lebih tepatnya anak dari adik Elise. Ya, mereka bertemu setelah sekian lama. Namun reaksi sang adik tidaklah baik, dia masih mengingat masa lalu dimana kakaknya meninggalkan rumah. Meninggalkan dia sendiri. Sang adik lantas pergi dari pandangan Elise dengan mengajak ke dua putrinya, sambil berlalu terlebih dahulu.

Namun sebelum mereka pergi, Elise memberikan sebuah foto peluit yang ia temukan tadi di rumah masa lalunya kepada anak Christian.

5. Fakta mengejutkan pemilik rumah (Ted Garza).

Siapa sangka jika Elise bahkan tidak hanya menemukan aura roh jahat di dalam rumah. Ketika ritual pengusiran setan terjadi. Seperti biasa dengan dibantu dua sistennya. Elise masuk ke sebuah ruangan. Tampak tak asing. Ya, ruangan yang dulu pernah ia buka ketika sang Ayah mengurungnya. Tempat di mana sang Ibu tewas.

Karena Elise merasa penasaran, ia lantas membuka kembali ruangan itu. Muncul sosok perempuan dengan leher terikat rantai besi. Perempuan nyata, bukan roh. Perempuan yang menjadi tahanan si pemilik rumah. Karena merasa jika privasinya terganggu, Ted Garza marah kepada Elise. Lantas terjadilah adegan kejar-kejaran yang berujung si pemilik rumah tewas. Polisi datang mengurus jenazah dan membawa Elise dkk untuk dimintai keterangan.


6. Melissa Rainer ( Anak Christian Rainer) Koma.

Meninggalkan adegan di kepolisian. Adik Elise yang tadi menerima sebuah foto peluit miliknya waktu kecil, memutuskan untuk kembali ke rumah masa lalunya untuk mencari benda itu. Tentu dengan ke dua putrinya.

Tak disangka jika selama pencarian, ada sosok roh jahat yang menyerang putrinya (Melissa). Sosok dengan jari-jari berbentuk kunci yang menusukkan kunci itu di leher Melissa. Melissa yang tidak bisa melawan akhirnya jatuh pingsan. Bukan pingsan biasa, melainkan karena roh Melissa ditahan oleh sosok jahat tadi di The Futhure. Tempat roh-roh berkeliaran ala film Insidious. Sungguh khas.



7. Penjelajahan The Futhure.

Setelah mendapati perasaan yang tidak enak, Elise seperti mendapat firasat jika ada hal buruk terjadi di rumahnya. Lantas Elise memutuskan kembali ke rumah itu. Benar sekali jika sesampainya di sana, Elise mendapati Melissa yang diserang oleh iblis jahat dan tak sadarkan diri. Ayah Melissa membawa putrinya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Tapi Imogen memutuskan untuk tetap di rumah itu. Bersama Elise, membantunya. Ya, Imogen memiliki kemampuan supranatural yang sama dengan Elise. Mereka akhirnya bekerja sama untuk mengusir sosok iblis jahat yang menghantui rumah itu. Juga membawa kembali arwah kakaknya yang berada di The Future.

Lalu bagaimana? Bisakah keduanya melakukan tugas yang berbahaya ini? Langsung cari tahu sendiri ya. Pesan tiketnya sekarang. Insidious The Last Key sedang tayang di bioskop.

Penilaian pribadi sih nggak terlalu seram ya. Masih kalah seram dengan squel ke-3 Insidious. Tapi itu juga tergantung pribadi masing-masing. Silakan saksikan sendiri film Insidious The Last Key dan buktikan tingkat ke-seramannya.

Nama-nama pemeran Insidious The Last Key

1. Lin Shaye, pemeran karakter Elise Rainier
2. Angus Sampson, pemeran karakter Tucker
3. Leigh Whannell, pemeran karakter Specs
4. Josh Stewart, pemeran karakter Gerald Rainier
5. Caitlin Gerard, pemeran karakter Imogen Rainier
6. Spencer Locke, pemeran karakter Melissa Rainier
7. Kirk Acevedo, pemeran karakter Ted Garza
8. Bruce Davison, pemeran karakter Christian Rainier
9. Tessa Ferrer, pemeran karakter Audrey Rainier
10. Javier Botet, pemeran karakter KeyFace

Watch The Trailer!


Rating IMDb      : 5.8/10
Durasi tayang     : I hour 43 min
Tayang perdana : *5 January (USA)
                                *7 Januari (Indonesia)




Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v
google.com, pub-5266432580096330, DIRECT, f08c47fec0942fa0

23 comments:

  1. ah ini film yang ditunggu2 bacaa reviewnya semakin pengen nonton huhuhu tapi aku baca deg2an penasaran penampakan hantu dengan jari kuncinya mba :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuss ah pesan tiketnya, mumpung masih tayang :D

      Delete
  2. gak berani nonton filmnya,, baca-bacanya aja udah ngeri banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, masa gak berani sih? Padahal seru banget, lho.

      Delete
  3. duh, aku ngeri ah....takut ke bawa mimpi

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Kan ratingnya D+ Khusus dewasa :D Anak-anaknya diajak nonton film komedi aja

      Delete
  5. Hiiy, enggak berani nonton akuuuh, kalau baca sih masih mending

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus berani dng, seru lho filmnya :D

      Delete
  6. Minggu kemarin habis nonton ini. Suami saya malah agak kecewa gara2 KeyFace kelihatan jelas sosoknya pas terakhir2. Jump-scare emang sering lebih seru kalau hantunya nggak kelihatan jelas hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, betul. Menurutku emang nggak seseram squel terdahulu

      Delete
  7. Menyerah, aku baca reviewnya aja udah merinding gak karuan.Apalagi kalau nonton, Emoh, wedi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwwk, masa taku sih. Padahal seru lho :D

      Delete
  8. Ntah kenapa rating film horror amrik ini makin lama makin jeblok, mulai jenuh keknya ya. Insidious ini pun aku lupa2 ingat sekuel sebelumnya yg mana hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang terakhir kurang memuaskan memang. Masih bagus squel yang ke 3

      Delete
  9. ya Allah, seram banget filmnya. Saya gak berani nonton film seram begini sendirian :(

    ReplyDelete
  10. Wkwkkwk.. pelemnya seru, tapi aku nggak terlalu suka nonton pelem horor dibioskop,nggak nahan denger teriakan orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngeselin ya kalau gitu? Bukan kaget ma filmnya, tapi ma yang jerit-jerit. :D

      Delete
  11. Saya nggak suka film horor karena memang penakut hehe. Apalagi nonton di bioskop yang kalau ada adegan mengejutkan pasti suaranya keras sekali menggema diseluruh ruangan. Mending film komedi deh. Tapi salut buat ibu-ibu yang suka nonton film horor. Kalian kerenn..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena ada sensasi gimana gitu waktu nonton film horror. :D Mengurangi stres juga, asal nontonnya pas nggak lagi sakit gigi.

      Delete
  12. kalau saya favorit masih insidus 1-2 dhahahaha,

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.