Pengalaman Steril Kucing Betina

March 09, 2018





Anisa AE - Beberapa hari yang lalu, saya membaca di facebook soal steril bersubsidi yang ada di Sidoarjo. Sebagai pecinta binatang, hm lebih tepatnya terlanjur cinta sama Mety dan Maumau, akhirnya saya pun Kepo soal steril subsidi tersebut.

Ngomong-ngomong tentang Mety, dia adalah kucing betina yang tiba-tiba saja datang ke rumah dengan kondisi mengenaskan. Kenapa saya bilang mengenaskan? Tubuhnya kurus dan dia sakit. Selain kena diare, dia juga cacingan. Awalnya saya tak setuju Mety di rumah, itu karena suami ngotot pingin memelihara Mety, akhirnya saya okein. Eh lama-lama saya yang suka ma dia.

Sebagai kucing persia medium, dia cukup lucu dengan bulu panjangnya. Apalagi dia juga nurut dengan saya dan keluarga. Ibaratnya, Mety sekarang sudah jadi keluarga di AE Publishing. Sampai suatu hari dia hamil. OMG, saya sempat bingung gimana menangani kucing hamil seperti dia. Banyak-banyak browsing dan mencoba memahami tingkahnya yang mulai luar biasa.

Akhirnya saya memutuskan untuk membelikannya kandang agar dia aman. Lagipula ibu tak terlalu suka dengan Mety, karena Mety belum bisa pup di pasir yang disediakan. Dia suka pup di dapur yang masih berlantai tanah maupun di halaman samping rumah yang digunakan ibu untuk berkebun. Jadi tak heran kalau ibu tak terlalu suka padanya.

Agustus tahun lalu, Mety melahirkan 6 anak yang sangat lucu. Ada yang berwarna hitam polos, ada yang berwarna sama seperti dirinya juga. Akhirnya kucing hitam mati, tinggal 5 anak kucing. 4 di antaranya diadopsi oleh teman-teman, sisa satu anak kucing yang tidak dipilih oleh yang lain. Mungkin karena bulunya kasar dengan warna yang tidak menarik. Ya, itulah Maumau.

Berhubung saya mendengar ada steril bersubsidi, langsung saja menghubungi Mbak Anastasya yang juga teman blogger. Antusias bertanya bagaimana persyaratan dan yang lainnya untuk steril.

Sebelumnya saya sudah pernah bertanya soal steril bersubsidi, yang syaratnya harus sudah divaksin terlebih dahulu. Padahal saya tak tahu apa Mety pernah divaksin atau belum oleh pemilik sebelumnya. Saat mencari informasi pada yang lain, ternyata harus bayar dulu dan antri. Steril dilakukan jika sudah terkumpul semua.

Makin bete saat saya tahu jika vaksin bersubsidi pun harus daftar dan antri. Saat saya mau daftar, ternyata sudah kehabisan kuota. Kalau mau vaksin secara mandiri, kok sayang ma duitnya. :(

Eh setelah dapat info soal steril, saya pun langsung antusias. Apalagi steril ini dilakukan di tempat praktik sang dokter yang lokasinya berada tepat di depan Pasar Larangan, Sidoarjo. Tak hanya itu, menurut info yang saya dapat, setelah steril pun tak perlu melakukan banyak perawatan, apalagi sampai diperban. Karena setelah steril, kucing bisa langsung dilepas. Sempat tak percaya sih, tapi apa salahnya mencoba.

Tak lama, tiba-tiba ada klien penerbitan yang menghubungi untuk mengirimkan buku ke Surabaya secara langsung dan biaya ditanggung oleh mereka. Untung saya masih punya voucher pertamina buat beli pertamax. Langsung saja menghubungi AK buat pinjam mobil dengan pembayaran yang nantinya akan digunakan untuk komunitas. Jadi, saya hanya membayar sopir karena untuk bensin sudah ada voucher, sedangkan untuk pinjam mobil sudah dibayarkan oleh klien.

Keesokan harinya, saya bersama Diana dan Dewi berangkat menuju Sidoarjo. Sebelumnya ke Malang dulu untuk menitipkan buku, lalu berangkat ke Sidoarjo. Ternyata lumayan jauh, saya sampai mual dan mau muntah saat di perjalanan. Sungguh sesuatu banget saat keluar kota naik mobil. Ya walaupun ini bukan yang pertama, tapi rasanya memang berbeda.

Kami lewat jalan tol yang sekarang tidak bisa menggunakan uang tunai. Untung saya punya Indomaret Card untuk membayar tol. Tak menunggu lama, perjalanan pun berlanjut. Oh iya, perjalanan kali ini saya tak membawa anak-anak.

Hanya Diana, Dewi, Mety, dan Maumau. Itu pun setelah pertimbangan suami karena Michan sering sakit saat saya ajak perjalanan jauh, sedangkan Machin harus sekolah.

Sesampainya di lokasi tempat praktik drh. Rusdy, saya pun ditinggal di klinik sendirian. Diana dan Dewi lanjut mengirim buku ke Surabaya, saya menemani Mety dan Maumau untuk steril. Lumayan antri di sana dan saya mendapat antrian untuk baksos steril. Untungnya yang lain hanya suntik KB dan kontrol rutin, jadi tidak terlalu lama.

Baca juga : Bergandengan Tangan Untuk Nevan




Proses steril membuat perut saya sedikit mulas. Ya agak gimana gitu saat melihat mereka berdua disuntik bius dulu. Walau tidak sampai pingsan sepenuhnya.

Drh. Rusdy menjelaskan bahwa steril kali ini hanya sebentar, bekas operasinya pun sangat kecil sehingga mereka bisa langsung dilepas setelah steril, tidak harus opname sampai berhari-hari seperti yang diceritakan teman-teman pecinta kucing. Saya agak lega karena posisi Mety saat itu masih menyusui.


Peralatan steril pun membuat saya bergidik. Duh berasa gimana gitu saat melihat alat-alat dokter. Kurang lebih satu jam, proses steril selesai. Saya melihat mata mereka, duh pingin mewek. Gak tega rasanya melihat dua kucing kesayangan saya dibedah pakai alat-alat bedah gitu.

Meskipun Mety dan Maumau udah dibius dan gak bakal ngerasain sakit, kok jadi saya sih yang ngeri sakitnya. Huh. Bahkan yang paling ngeri adalah proses pengeluaran anak dari si Maumau. Gak tega rasanya pingin nangis, eh beneran udah mewek malahan.








Baca juga :  Misteri Gua Jepang di Kepanjen

Gimana gak mewek melihat bayi kucing yang masih kecil bahkan masih belum berbentuk sempurna dikeluarkan dari perut Maumau. Sebenarnya saya gak tega, tapi ini demi kebaikan Maumau dan anaknya juga. T__T

Rasanya lega banget setelah proses steril Maumau dan Mety selesai. Sempat lega sebentar, tapi pas perjalanan pulang kembali saya dibuat baper sama Mau Mau dan Mety. Melihat keadaan Mety dan Maumau yang lemas dan gak mau makan atau minum apa pun setelah dari klinik tadi bikin saya takut juga.

Apalagi pas Maumau buang air itu ada sedikit campuran darah, bikin tambah takut. Akhirnya selama perjalanan saya coba kasih minum dan makan juga mereka berdua tetap gak mau. Jadi dengan berat hati saya biarkan Maumau dan Mety tiduran saja dalam box.

Saya positif thinking saja, mungkin si Maumau dan Mety masih terpengaruh dengan obat bius tadi, jadi gak semangat buat ngapa-ngapain.

Rasanya perjalanan dari Sidoarjo ke Kepanjen ini pingin saya skip saja suapaya Maumau dan Mety bisa cepat di rumah dan istirahat. Apalagi dengan keadaan luka jahitan mereka berdua harus berbagi tempat di satu box. T__T

Iya, karena box kardus yang satunya di buang di jalan saat perjalan pulang. Box kardusnya kotor kena kotoran si Mety, hehe.

Setelah menempuh perjalanan panjang sekali, akhirnya kami sampai di rumah. Alhamdulillah. Si Mety dan Maumau juga tidak terlihat seperti kucing yang habis di bedah. Bahkan tingkahnya udah normal gitu.

Apalagi si Maumau kan emang dari kecil tingkahnya petakilan, gak kayak ibuknya ‘si Meti’ yang lemah gemulai macam putri solo. Beda jauh, hehe. Saya juga senang sekaligus takut, soalnya beberapa hari kan kata dokternya harus istirahat dulu buat pemulihan, tapi si Maumau udah gak tahan buat petakilan.

Yasudahlah, jadinya saya lepaskan saja si Maumau dari kandangnya supaya bisa jalan-jalan ke luar rumah. Alhamdulillah si gak ada masalah, bahkan beberapa hari selanjutnya Maumau dan Mety sudah pulih total.

Senangnya sekarang kedua kucing kesayangan saya sudah diseteril. Tinggal Mety yang bakalan ngebesarin ketiga anaknya, hehe.

Tapi tunggu deh, drama keluarga kucing AE gak berhenti di sini. Setelah beberapa hari pasca seteril, ada beberapa hal yang dialami oleh keluarga kucing AE. Dari anak-anak Mety yang masih kecil tetiba sakit. Saya sempat dibuat ketakutan juga nih, apalagi kan kucing yang masih kecil gitu rentang kena penyakit.

Ketiga kucing kecil ini tergeletak lemas, penyebab setelah saya usut bukan serangan penyakit atau semacamnya. Tapi karena keracunan makanan. T__T Biasanya saya emang gak kasih makan ceki yang yang waktu itu saya berikan, belinya pun juga nggak di tempat yang sama.

Kebetulan kata suami saya, tempat yang biasa saya beli ceki buat Mety dan keluarganya itu tutup. Jdailah beli di tempat yang baru, mereknya pun baru. Saya piker gak akan terjadi apa-apa, gak taunya pas esok pagi satu keluarga kucing AE pada lemes kayak orang mabok keripik gadung, duh. T__T

Mety dan Maumau gak sebegitu lemes sih, mungkin karena daya tahan tubuhnya lebih kuat jadi gak terlalu ngefek keracunan cekinya. Tapi ketiga bayi kucing Mety pada lemes semua. Satu per satu bayi kucing Mety tergeletak, saya sudah pasrah saja. Kalau memang sudah waktunya diambil oleh Allah, yasudah. Saya cuma menyayangkan kenapa saya bisa salah kasih pakan ke mereka sampai akhirnya keracunan.



Meskipun baru beberapa minggu saja, bayi kecil Mety udah saya anggap anak sendiri. Tiap hari dimandiin, kasih makan juga. Tapi Allah berkehendak lain, ketiga bayi kucing Mety akhirnya meninggal. T__T Sedih banget saya tuh.


Untuk terakhir kalinya saya cuma berdoa untuk kesehatan si Mety dan Maumau. Karena tinggal mereka berdua saja kucing yang ada di AE. Mereka berdua sudah menemani saya dan semua yang ada di AE tiap harinya. Apalgi si Muamau yang super jail dan bandel suka gangguin dan ngedusel pas lagi packing buku.


Maumau juga sering tidur di kantor AE buat jagain kantor kalau karyawan AE sudah pada pulang. T__T Sayangnya Allah punya kehendak lain untuk si Maumau. Beberapa hari setelah bayi kucing Mety meninggal, Maumau ikutan sakit. Parah bisa dibilang.

Sampai gak mau makan, padahal udah saya ganti pakai makanan yang sedikit mahal. Ya siapa tahu dia mau gitu kan. Tapi nihil. Maumau malah semakin gak mau makan, bahkan minum juga gak mau. Duh T__T

Apa ini pertanda Maumau bakalan pergi juga? Pergi bukan main sama temannya, tapi pergi selamnaya nyusulin ketiga bayi kucing Mety? T__T

Sedih banget ya Allah. Beneran Maumau meninggal setelah sakit selama beberapa hari. Rasanya aku pingin nangis gak karuan. Udah gak kuat ngelihat Maumau tergeletak gak bernyawa.

Saya speechless, nangis terus-terusan, bahkan saya sampai gak konsen buat ngedit naskah. Saya nangis sesenggukan di depan laptop, gak rela rasanya Maumau meninggal. Saya sudah merjuangin Maumau supaya gak sampai terlantar dengan bawa dia ke Sidoarjo buat seteril. Karena saya sayang banget sama Maumau. Tapi tiba-tiba Maumau meninggal kayak gini.

Sampai beberapa hari bahkan sekarang pun saya masih sedih kalau inget Maumau, entah itu keinget begitu saja atau pas gak sengaja buka galeri foto dan nemu foto dia. T__T

Baca juga :  10 Artikel Terpopuler 2017 di anisae.com


Sudahlah, yang pergi gak akan bisa kembali. Takdir sudah digariskan gitu sama Yag Maha Kuasa. Sekarang tinggal Mety satu-satunya kucing yang saya miliki. Semoga kamu sehat terus ya, Met. Tetap temani keluarga AE for long time.

Mohon yang baca ini doakan Maumau dan ketiga bayi kecil Mety baik-baik di sana. Aamiin.


Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v



21 comments:

  1. mba... memang boleh ya steril kucing? saya gak tau sih hehehe.... memang kucing kalo ngelahirin itu banyak banget ya :) di rumah aja, sekali ngelahirin ada 4, mati satu jadinya tinggal 3. skrg ibunya ngelahirin lagi 2. hadeuh... banyak banget hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh kok Mbak. Yang gak boleh itu aborsi kucing.

      Delete
  2. aduuhh..... ikut cedihh... caya...
    sebab di rumah juga piara kucing, jadi kerasa juga cedihnya. gak bisa liat polahnya yang lucu lagi.

    jadi perjalanan ke sidoarjonya yang bikin mual berakhir dengan cedih dong.

    Selamat jalan Maumau...... huaaaaaa.......

    ***
    Tapi ngomong-ngomong steril itu di apain ya mba? saya cuma liat kayak usus di keluarin dari perut. #gak ngerti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Steril itu diangkat rahimnya, biar gak bisa hamil lagi. Maksih doanya :).

      Delete
  3. Maumau dan yang lainnya sudah di tempat yang baik. In syaa Allah yang Mbak Nisa lakukan selama ini akan menjadi catatan amal baik dengan mereka sebagai saksinya. Jangan lama-lama sedihnya, ya Mbak :)

    ReplyDelete
  4. SAYA baru tahu klu si Meong harus pakai operasi segala, mana si Pemiliknya pada ngerii...

    Klu soal kucing, mmmm,,,,adik saya yang suka kucing, saya suka melihara ayam saja, biar klu udah gede bisa dijual ayamnya, hehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, saya juga punya peliharaan ayam di rumah.

      Delete
  5. Replies
    1. Jangan sedih, aku jadi sedih lagi :")).

      Delete
  6. maaf mau tanya, jadi kalo belum vaksin boleh steril ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh Mbak. Tapi gak semua dokter mau nerima.

      Delete
  7. Mba kalau di puskeswan tempatku buat kucing betina streilnya itu operasi besar bahkan harus nginep karena ada psca perawatan makanya mahal biayanya beda yang jantan kalau steril cuman 1 jam dan boleh pulang. Bahkan untuk kucing betina sterilnya itu aku baru dapet jadwal kosong tahun ini setelah bulan 8 padahal booking dari tahun lalu hahaha..

    btw selamat jalan maumau, i feel u mba kehilangan mau2. kucing sakit aja aku sedih banget apalagi sampe mati :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau-mau dulu gak sampai nginep karena masuk operasi kecil sih Mbak.

      Makasih Mbak, semoga kucingnya Mbak sehat terus. Aamiin.

      Delete
  8. Saya ga membenci kucing, tp suka kesel ada kucing yg doyan bgt bunting dan menetap di sudut rumah. Cape ngusirnya, balik lagi balik lagi. Soalnya bikin berantakan terus, jadinya jengah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, salah satu cara supaya kucing gak beranak terus ya di steril.

      Delete
  9. tetanggaku ada yg senang kasih makan kucing liar, jadinya banyak kucing entah darimana datang dan pup dimana2, yg suka gemes klo ada kucing betina mbrojol ... banyak bener anaknya dan suka ada yg mati gitu :(

    sehat2 ya metty

    ReplyDelete
  10. di rumah gak memelihara kucing, tapi suka ada kucing kampung yang "mampir", kemarin juga ada yang mati karena tertabrak sepeda motor di jalan raya, kasihan banget...

    ReplyDelete
  11. Saya dukung mbak steril kucing. Kasian lihat kucing liar pada dibuang. Juga bayi-bayi kucing dibuang. Emang mereka sampah apa?

    Dengan steril justru bisa buat hidup mereka lebih baik. Ga diusir orang karena bunting melulu.

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.

Powered by Blogger.