Theme images by dino4. Powered by Blogger.

ARTIKEL

Featured post

Kumparan Solusi Mudah Baca Berita Terpercaya

Anisa AE - Di era milenial, hampir semua orang bergantung dengan yang namanya smartphone. Dari anak-anak hingga orang dewasa, me...

TIPS

LIFESTYLE

TRAVELING

KISAHKU

KULINER

INFO

» » Inilah Hukuman Untuk 4 Pelaku Pembunuhan Sopir Go-Car





                                       Kiri : Pelaku, Kanan : Korban

Anisa AE - Sempat digemparkan dengan khasus ditemukannya mayat sopir Go-Car yang tinggal tulang belulang di semak-semak daerah Palembang pada 30 Maret 2018. Kini pelaku pembunuhan Try Widyantoro (44th) sopir Go-Car itu telah menyerahkan diri kepada polisi.

Tyas Driyantama (19th) yang merupakan otak dari pembunuhan sopir Go-Car yang kemarin 1 April 2018 menyerahkan diri pada pihak kepolisian setempat dengan diantarkan orang tuanya. Tyas diketahui adalah seorang mahasiswa aktif di Universitas yang ada di Palembang.

Tyas tidak melakukan aksi bejadnya sendirian. Melainkan ada komplotan yang ikut andil dalam pelenyapan Try Widyantoro. Saat itu tanggal 15 Februari, Tyas dan komplotannya yang berjumlah 4 terhitung dengan Tyas sendiri melakukan pemesanan Go-Car.

Setelah pesanan tiba, Tyas dan teman-temannya membunuh Try yang saat itu adalah sopir dari Go-Car. Try dibunuh dengan cara dijerat menggunakan tali tambang dibagian lehernya. Karena kalah jumlah, Try hanya mampu meronta meminta pertolongan sampai akhirnya tewas.


Try Widyantoro (44th) (Sumber : Tribun News)

Sejak kejadian itu, keluarga Try memang sudah mencari keberadaan Try yang tiba-tiba menghilang. Sementara Tyas sang pelaku pembunuhan malah dengan enaknya membawa kabur mobil korban untuk kencan dengan pacarnya.

Bahkan tidak hanya mobil korban yang dibawa kabur, melainkan dompet dan hand phone korban juga raib dibawah oleh pelaku. Setelah diselidiki oleh pihak kepolisian, ternyata hand phone korban dijual oleh pelaku di kawasan mall Jombang.

Dari ponsel inilah polisi bisa menangkap para pelaku. Saat itu hanya dua pelaku yang bisa ditangkap oleh polisi, yakni Poniman (21th) dan Bayu Irwansyah (20th). Tapi naasnya Poniman harus tewas ditembak mati karena berusaha kabur.


Poniman tewas tertembak

Tewasnya Poniman inilah yang menjadi salah satu alasan Tyas teman pelaku dan merupakan otak pembunuhan menyerahkan diri pada polisi. Menurut pengakuaannya pada pihak polisi, Tyas ketakutan setelah mendengar berita kematiann poniman (temannya).

Saat ini masih ada satu pelaku yang menjadi buronan polisi, pelaku berinisial HS. Menurut kesaksian Tyas, HS sempat pulang ke rumahnya sebelum akhirnya menghilang sampai saat ini.




Lokasi ditemukannya tulang korban

Pembunuhan ini baru terungkap setelah dua bulan lamanya. Sehingga hanya tulang belulang Try Widyantoro lah yang bisa dievakuasi. Setelah mendapatkan izin dari pihak kepolisian, akhirnya bongkahan tulang yang berjumlah 16 itu bisa dimakamkan oleh pihak keuarga.


Mobil korban (Sumber : Merdeka.com)

Mobil yang dicuri oleh pelaku sempat diketahui oleh saudara korban yang bernama Romawi. Mobil jenis avanza itu sempat diupload di sosial media oleh pelaku, tentu saja Romawi selaku kerabat korban dengan cepat mengetahui ciri-ciri mobil saudaranya yang mempunyai sticker di bagian belakang mobil.Sekarang ini mobil hasil curian ini sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Keluarga dan kerabat Try Widantoro menghimbau HS yang masih buron agar segera menyerahkan diri pada kepolisian. Karena cepat atau lambat pasti akan tertangkap oleh pihak polisi.

Hukuman yang diberikan pada pelaku saat ini pasal berlapis karena menghilangkan nyawa seseorang. Bahkan untuk Tyas yang selaku mahasiswa akan secara tidak hormat di DO dari universitasnya. Kata rector Universitas tersebut tidak akan mentolelir siswanya yang melakukan tindak pidana.

Tyas Driyantama (19th) otak dibalik pembunuhan Try sopir Go-Car

Heran memang, seorang mahasiswa tapi kelakuan layaknya kriminal tak berpendidikan. Saya sendiri tidak mengetahui apa motifnya membunuh korban, apa karena ingin gaya-gayaan dengan pacarnya menggunakan mobil curian atau hal lainnya.

Tapi yang jelas sungguh tidak berperikemanusiaan, merampok mobil dan tega melenyapkan nyawa korban. Bahkan statusnya masih sangat muda kan, usia bahkan masih anak kuliahan. Bagaimana bisa otaknya sudah setingkat melenyapkan nyawa manusia.


Saya rasa Indonesia memang mengalami krisis moralitas. Kita sebagai orang tua harus ekstra untuk mendidik anak-anak. Jauhkan dari pergaulan yang berpotensi merusak moralnya. Meskipun nantinya di sekolah ada pendidikan moral, yang paling penting adalah didikan dari orang tua.

Semoga saja pelaku pembunuhan yang masih buron segera di tangkap. Agar keadilan bisa ditegakkan. Nyawa manusia bukanlah bahan yang bisa dibuat candaan. Hukum harus adil, balasan yang setimpal harus diberikan atas tindakan pelenyapan nyawa orang.

Saran saya terhadap HS, segeralah menyerahkan diri. Mungkin akan sedikit ringan hukumannya, daripada nanti hal serupa yang menimpa Poniman terjadi lagi.






Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

8 komentar:

  1. Sediiih banget ngikutin berita ini mba :( .. Ga kebayang istri dan anaknya gmn. Apalagi korban sempet memohon jgn dibunuh. Kok tega yaa orang2 itu :( . Gimana dulu ajaran orangtuanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Semoga saja pelaku dapat balasan setimpal.

      Delete
  2. Orang zaman sekarang nekat-nekat ya, Mbak. Saya juga suka ngeri denger cerita tetangga ojol atau driver taxi online tentang penumpang yang suka aneh2. Kudu waspada terus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, harus waspada di zaman sekarang. Terlebih banyak-banyak berdoa supaya tetap dilindungi oleh Allah.

      Delete
  3. Innalilahi wa inna ilaihi rajun, sedih ya kak Annisa liat kelakuan jaman sekaragng, saking pengen punyamobil, padahal kemampuan diluar batas, sampai melupakan naluri menjadi seorang manusia yangbaik, semoga pa tri bisa mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah ya kak Annisa..

    ReplyDelete
  4. Ya Allah. Kasihan keluarga korban. Kasihan ibu pelaku. Masih muda banget koq bisa ya :(

    ReplyDelete
  5. Ngeri banget lihatnya mbak. Benar ini sudah krisis moral dan imannya hilang, pengaruh lingkungan yang jelek juga mempengaruhi. Semoga generasi muda Indonesia mempunyai iman yang kuat dan tidak terpengaruh kesesatan. Peran orang tua juga penting ini yaa..

    Semoga almarhum Husnul Khotimah dan keluarga yang ditinggal sabar, aamiin..

    ReplyDelete
  6. Ya Allah... Astaghfirullahaladziim...

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.