Pro dan Kontra Pemblokiran Tik Tok Oleh Kominfo






Anisa AE - Sudah dengar kabar terbaru? Aplikasi Tik Tok yang sedang nge-trend dan booming di Indonesia sekarang sudah diblokir oleh kominfo. Tentu saja setelah kabar pemblokiran ini menyebar, bayak yang melayangkan pro dan kontra.

Pasalnya, aplikasi ini bukan hanya diganduringi oleh kalangan remaja, melainkan dari anak-anak sampai orang dewasa. Untungnya saya bukan dari salah satu orang yang menggandrungi Tik Tok.

Lantas apa yang menyebabkan Tik Tok diblokir?


Seperti yang sudah banyak dibicarakan, pengaruh Tik Tok tidak baik bagi anak-anak di bawah umur. Tik Tok yang awalnya hanyalah aplikasi lipsing dengan gerakan dance, disalah gunakan oleh beberapa penggunanya. Banyak konten yang mengandung unsur pornografi dalam vidio Tik Tok.

Sedangkan pengguna Tik Tok sendiri banyak yang di bawah umur, mulai dari anak SD sudah menggunakan aplikasi ini. Jika anak-anak menggunakan aplikasi ini tanpa pengawasan orang tua, berkemungkinan merusak tatanan moral anak bangsa.

Dulu sebelum aplikasi ini se-booming sekarang. Saya fine-fine saja, karena aplikasi ini mirip dengan aplikasi musical.ly yang sudah terlebih dahulu booming di kalangan remaja. Pengguna Tik Tok juga 
belum se-random sekarang, musik di dalamnya tidak ada yang menye-menye (read: dangdut koplo).

Mungkin semenjak kejadian beberapa bulan lalu, ketika vidio Tik Tok anak remaja tengah menye-menye mengcover lagu koplo dengan gerakan erotis diunggah ke sosmed, Tik Tok jadi booming. Akan tetapi dalam artian yang negative, karena makin banyak pengguna yang ngikutin gaya menye-menye dalam vidio yang diunngahnya.

Sebenarnya, kalau penggunanya bisa lebih bijaksana dalam menggunakan Tik Tok, mungkin kejadian pemblokiran tidak sampai terjadi. Tapi nasi sudah menjadi bubur, kominfo telah bertindak baik demi kelangsungan moral anak bangsa.


Saya termasuk orang yang pro ketika Tik Tok diblokir. Meskipun saya tidak mengikuti aksi “tanda tangan petisi menolak Tik Tok” seperti yang dilakukan oleh ribuan orang. Saya setuju, dikarenakan saya mengetahui jika pengaruh Tik Tok makin lama semakin tidak baik bagi anak-anak.

Anak saya terbilang masih usia anak-anak, karena masih duduk di SD kelas 1. Dia memang tidak terlalu terperangkap dalam candu Tik Tok. Akan tetapi, kadang kala yang namanya anak, pasti sering berkumpul dengan teman sebaya yang sedang kecanduan Tik Tok. Alhasil dia jadi ikut menikmati jejaring sosial ini.

Saya sempat tidak masalah jika yang dilihat dalam konteks anak-anak, tapi kalau sudah ada vidio menye-menye itu yang saya khawatirkan. Jangan sampai anak saya ikutan “tidak punya aturan” seperti yang ada dalam vidio Tik Tok yang sering dia tonton.

Saya juga membatasi dan selalu mengawasi apa yang ditonton oleh anak saya. Karena anak saya itu kritis banget, kalau ada hal yang belum ia ketahui, pasti dengan sigap akan bertanya pada saya. Itu membuat saya jadi lebih mudah dalam mengontrol kegiatan jejaring sosial yanga anak saya ikuti.

Di luar sana, banyak sekali orang tua yang juga melayangkan protesnya terhadap aplikasi Tik Tok. Karena secara langsung berakibat buruk terhadap anak mereka. Anak TikTok yang sudah asik bermain dan mengcover lagu, pasti akan cuek dengan kegiatan lain yang semestinya harus dilakukan. 

Seperti waktunya belajar, malah asik main Tik Tok. Ini hanya beberapa alasan yang biasa netizen lontarkan untuk aplikasi Tik Tok. Ada juga yang bilang kalau aplikasi Tik Tok adalah tempatnya orang “alay”. Biasanya memang yang menggunakan aplikasi ini orangnya; mungkin masih belum punya kesibukan, jadinya menyibukkan diri dengan bergelut dalam dunia Tik Tok.

Sejauh ini saya belum mengetahui terkait pihak yang kontra dengan adanya pemblokiran aplikasi Tik Tok. Mungkin ada beberapa pihak yang sedikit dirugikan. Seperti anak yang sempat jadi pembicaraan beberapa minggu lalau, si Bowo. Artis Tik Tok yang sedang naik daun. Bocah 13 tahun ini sedang ada di puncak karir per-Tik Tokkan.





Kenapa sampai saya bilang Bowo berada di puncak karir? Padahal kan cuma main Tik Tok. Eits, saya bilang dia itu artis Tik Tok. Ya memang benar atis lho. Bahkan Bowo pernah melakukan meet and greet dengan beberapa penggemarnya. Jangan tanya berapa penggemarnya yang hadir, tentu banyak sekali. Dan meet and greet itu tidaklah gratis, dalam artian ada biaya tiket ketemu Bowo dan selfie bersama.



Inilah karir Bowo yang saya bicarakan, anak itu bisa memperoleh uang dari acara yang diselenggarakan dengan beberapa penggemarnya. Bahkan penggemarnya cukup banyak, di kalangan anak-anak tentunya. 

Saya kira yang kontra adalah salah satu penggemarnya, yang kemungkinan akan melayangkan kata-kata seperti, “bagaimana nasib karir Bowo nantinya?” oh dan mungkin juga “pupus sudah harapan saya yang ingin terkenal seperti Bowo”.

Tapi semua itu tidak ada gunanya sekarang ini. Tik Tok sudah tidak bisa diakses di Indonesia. Mau berkomentar apa pun itu hak netizen. Yang jelas dengan adanya pemblokiran ini, saya ikutan bersyukur, hehe. Maaf, karena ini memang opini saya, pribadi yang tidak menyukai hal-hal tidak berguna dan tidak mendidik.


Seandainaya Tik Tok bisa mendidik dan memberikan pelajaran bagi penggunanya, kemungkin saya akan menyayangkan jika aplikasi ini sampai diblokir. Tapi, saya tidak melihat adanya manfaat di dalamnya. Jadi ya.. sudah lah, ini jalan terbaik.

Untuk pengguna eh mantan pengguna Tik Tok di luar sana, saya kira sudah saatnya move on dan mencari kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Seperti halnya membaca buku yang bisa mendapatkan ilmu bermafaat. Hehe.

Saya kira sekian opini saya tentang pemblokiran Tik Tok yang sedang gencar diperbincangkan. Semoga kita semua bisa mendapatkan pelajaran dari peristiwa ini.




Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v

41 comments:

  1. Ya sist konten negatif emang ada di mana mana. Sepertinya semua kembali ke akhaq penggunanya, anak2 skrng lebih suka joged2 dri pada ke TPA 😢

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, orang tua harus lebih extra lagi mengawasi anak-anaknya.

      Delete
  2. aq baru tahu beberapa hari ini ttg tiktok dan seleb dadakannya yang adain m&g, belum pernah lihat aplikasinya seperti apa eh hari ini sudah diblokir di indonesia. aq juga setuju mbak bila dilakukan pemblokiran karena baca beritanya lebih banyak tidak baiknya terutama untuk anak-anak, kreativitas bisa dituangkan di wadah yang lain yang lebih mendidik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak semoga banyak hikmah yang bisa diambil dari pemblokiran tiktok ini.

      Delete
  3. Tik tok merupakan fenomena baru, walaupun diblok, tinggal tengok kesebelah saja sudah banyak beredar caranya untuk melewati blok tersebut.
    Balik lagi ke diri kita sebenarnya, gimana caranya untuk tidak kecanduan tik tok. Apapun yang berlebih pasti kurang baik

    ReplyDelete
  4. Jujur aku belum pernah lihat Tik Tok itu seperti apa,kak.
    Kalo lihat iklan aplikasinya sih sering tapi selama itu aku ngga nyoba lihat kayak apa sebenarnya aplikasi satu itu.... , maklum aku bukan termasuk kids jaman now 😂

    O, jadi ternyata pemblokiran dari keminfo itu kontennya ada yang mengandung pornografi dan tidak layak ditonton anak dibawah umur.
    Kalo memang begitu adanya,sebaiknya memang dihentikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, sepertinya ini langkah terbaik yang dilakukan pemerintah.

      Delete
    2. Sekarang udah ngga dicekal aplikasinya ya, kak ?.
      Kulihatin aplikasinya udah ada lagi di Playstore.

      Cobain lihat aplikasinya akh ..., aku kok jadi penasaran kayak apa sebenarnya TikTok itu 😁

      Delete
    3. Saya lihat di beritanya sih, gak jadi di blokir tapi gak tau juga nih gimana kepastiannya...

      Delete
  5. aku sih pro aja lah sama keputusan pemblokiran tik tok. karena agak gerah liat tinggal anak anak kecil yang seharusnya jadi penerus generasi bangsa, bukannya mikirin belajar dan ngejar cita cita tapi malah buang waktu buat ngurusin tiktok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, PR masyarakat juga untuk menjaga generasi mudanya.

      Delete
  6. padahal saya belum nyobain aplikasinya baru lihat sekilas viral videonya, kalau di blokir mudah-mudahan pada lari ke baca blog jadi blognya ramai lagi, he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah semoga aja gitu ya, bisa beralih ke hal positif

      Delete
  7. Aku gak ada niat buka tiktok, gak tau jg siapa Bowo. Cuma karena pada bahas, jadi ngerti itu anak. Beberapa kali liat video yg beredar, ya itu aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya semoga semua kalangan bisa ambil hikmah dari kejadian ini

      Delete
  8. Aku gak ada niat buka tiktok, gak tau jg siapa Bowo. Cuma karena pada bahas, jadi ngerti itu anak. Beberapa kali liat video yg beredar, ya itu aja

    ReplyDelete
  9. Sangat setuju sekali ��
    Meskipun ga tau Tiktok ga pernah instal.tapi liiat video tiktok di youtube sejaksBowo terkenal langsung menyimpulkan ini mudhorotnya lebih banyak. Stop aja mending

    ReplyDelete
  10. anakku kelas 5 SD sejak pertama ada TIKTOK malah bilang, "ini apa sih bun, aplikasi tiktok kok gak jelas, temenku banyak yang pada ikutan, tapi aneh gitu"

    Dan setelah sepintas beberapa temen saya juga yang pake aplikasi ini, dan bikin video aneka rupa, kok rasa-rasanya *maaf* gak ada yang bermanfaat ya? Dann saya termasuk yang sangat setuju dengan diblokirnya aplikasi ini. Toosss lahh mb kita :D

    www(dot)innaistantina(dot)com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya beredar kabar bahwa tik tok sudah tidak diblokir lagi

      Delete
  11. Katanya sudah aktif lagi menurut berita. Dari menkominfo....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tapi minimal pengguna tiktok harus berusia 16 tahun. jadi para orangtua diharapkan lebih waspada dan mengawasi buah hatinya

      Delete
  12. kak annisa setuju banget, malah kalau aku bener2 gatau sama sekali awalnya tiktok itu apa dan baru tau dari temen ketika dia upload d facebook. Menurut saya sih aplikasi tiktok sama2 aja kaya aplikasi lain, cuma syaangnya disalahgunakan sjaa ya kak.. dan saya yakin lambat laun juga akan hilang dengan sendirinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya juga, ulah user yang tidak bertanggung jawab juga menjadikan citra tik tok jelek

      Delete
  13. Saya tahu si Bowo ini karena pernah baca artikel tentang Pak Ridwan Kamil yang dikira nyindir Pak Prabowo. Eh, tak lama kemudian muncul berita Tik Tok diblokir.

    ReplyDelete
  14. Ngomongin tiktok saya cukup tau, dan untuk instal gak pernah, dan tentu gak tau gimana caranya..he
    Memang harus pintar-pintar sih ya, Teh bermain di media sosial ini. Terutama untuk kalangan anak-anak, orang tua harusnya ikut mengontrol juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, orang tua diharapkan berperan aktif untuk mengontrol anak anak nya

      Delete
  15. Buat seseruan sih oke aja hanya memang ajaib jadinya ni bocah2 hehe

    ReplyDelete
  16. astaga, aku aja belom pernah main tik tok mbak anis.
    eh denger2 di blokir semejak si bowo bikin acara yg HTM nya 80rb.
    kasian anak2 sd sekarang, udah pada aktif dan gila tik tok sampe pada bela2in minta uang orang tua buat itu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya sekarang aplikasi tersebut sudah tidak di blokir lagi

      Delete
  17. nice artikel mbak, semua tergantung pengguna aplikasinya sih kalau menurut saya,

    ReplyDelete
  18. tik tok tuh pertama aku tahu dari artis korea yang juga menggunakan aplikasi ini, menghibur sih tapi ya rawan kalau digunakan anak dibawah umur.

    ReplyDelete
  19. satu-satunya aku lihat Tik Tok itu di IGnya Lee Jong Suk hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah penggemar drama korea ini? hehe

      Delete
  20. Suamiku install Tik Tok tapi malah gak tau soal Bowo lho. Dia liat2 video2 lucu buat hiburan aja. Sebenarnya semua medsos ada positif negatifnya koq. Anak2ku blm punya medsos entah sampai kapan. Blm kukasih tah cara bikinnya. Hape cuma buat main game.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, tergantung kitanya gimana. Terus mantau anak-anak ya

      Delete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.