Nikah Muda. Ini Nih, Keuntungannya






Berbagi dan menginspirasi - Apa sih yang ada di pikiran kalian jika mendengar frasa ‘nikah muda’?
Bangga kah? Atau malah sedih dan teringat celoteh dari teman atau baca dari sebuah artikel tentang ‘ngga eneknya’ nikah muda?

Sebenarnya nikah muda itu apa sih? menurut definisi saya pribadi yang sok tahu ini, nikah muda adalah pernikahan yang dilakukan oleh muda-mudi yang umurnya masih terbilang muda. Mungkin kisaran 18 hingga 22 tahun. Kalo umur 23 tahun bukannya ngga muda lagi, sih. Umur 23 masih muda, cuma kalau ada cewek yang nikah di umur 23 itu udah biasa, bahkan memang dianggap usia yang pantas untuk menikah. Nah, kalo usia 18-22 tahun apa ngga pantas? Kok di artikel yang kita temui di buku bacaan atau internet banyak yang melarang nikah muda.

Banyak kita temui kasus-kasus yang kurang mengenakkan tentang nikah muda. Tapi, bukan berarti nikah muda seseram itu. Nikah muda sebenarnya sah-sah saja. Asal, kita tahu apa yang menjadi hak dan kewajiban kita setelah menikah nanti. Kita tahu tugas istri dan suami yang benar dan juga tahu ilmu tentang membina rumah tangga.

Meskipun ada beberapa anak muda yang hanya bisa mencibir tentang pernikahan yang dilakukan di usia muda, tapi banyak juga anak muda yang mempunyai cita-cita untuk bisa nikah muda. Contohnya saya. Lho? Hihi. Ada beberapa kelebihan menikah muda menurut kaca mata saya sebagai seorang cewek yang berusia dua puluh tahun.










1. Pertama, di usia 18-22 tahun, kita masih sangat energik dan bersemangat. Tentunya ini sangat bermanfaat untuk menciptakan kehidupan yang seimbang. Berdasarkan data yang diambil dari laporan National Marriage Project’s 2013 di Amerika Serikat, persentasi tertinggi pasangan yang berbahagia adalah pasangan yang menikah muda. Jadi, kalau memang sudah menemukan pasangan yang tepat, kenapa ngga langsung menikah aja? Toh, berangkat menikah sekarang atau nanti juga sama aja. Sama-sama punya niatan untuk menikah, kan?

2. Rezeki semakin lancar.
Saya sih memang belum pernah membuktikan itu, karena saya juga belum menikah. Hehe. Tapi sebagai umat Islam, pasti meyakini terbukanya pintu rezeki yang semakin lebar setelah pernikahan, bukan? Sudah banyak juga orang-orang yang membuktikan itu.


3. Menghindari tingkah yang ngga bermanfaat.
Misalnya nih, misalnya lho, ya. Misalnya sebelum kita nikah kita suka tepe-tepe alias tebar pesona. Otomatis setelah nikah kita ngga bakal ngelakuin itu lagi, kan? Secara gitu lho, udah ada pasangan kita yang setia, baik hati dan bersedia menghabiskan sisa umurnya bersama kita.


4. Menjaga kesucian dan sebagai ladang amal.
Manfaat dari nikah muda yang paling terasa adalah kalau kita sudah menemukan pasangan kita dan sudah terikat oleh perjanjian yang menggetarkan langit, kita pasti terjauhkan dari dosa zina. Bayangkan saja, sebelum menikah, menyentuh lawan jenis yang bukan muhrim aja dosa, lho. Tapi setelah nikah, akan banyak pahala yang bisa kita petik. Bahkan becanda dengan suami atau istri saja tercatat sebagai pahala. Ngiler ngga tuh?

Nah, kalau udah menemukan jodoh yang tepat, sebaiknya jangan lagi deh menunda-nunda. Seperti kata Rasulullah kepada Ali ra. “Hai Ali. Ada 3 perkara yang jangan kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba waktunya, jenazah apabila sudah siap penguburannya, dan wanita bila menemukan pria sepadan yaeng meminangnya.” (HR. Ahmad). 

Nah, lho, tunggu apalagi. Buruan gih, nikah. Saya juga pengen menyegerakan diri untuk menikah. Hhihiihi.