Mahalnya Harga Sebuah Gengsi





Berbagi dan menginspirasi
Sedih rasanya kalau remaja sekarang sukanya mengejar gengsi, bukan mengejar prestasi. Oke, mungkin banyak remaja yang masih bertahan dan bersaing dengan remaja-remaja lainnya untuk mengejar prestasi. Tapi, di balik itu ternyata masih ada saja fakta tentang remaja-remaja yang hanya bisa mengejar gengsi. Sebuah gengsi menjadi prestasi tersendiri bagi remaja seperti itu. Gengsi seperti junjungan nama baik yang patut dipertahankan sekaligus dianggap bisa meletakkannya pada jajaran remaja yang diakui dan dihargai.

Padahal, semua itu semu. Penghargaan seseorang pada kita ternyata tidak terletak pada sebuah gengsi, atau apa pun yang menghiasi diri yang berasal dari materi. Penghargaan orang lain kepada kita jelas utamanya adalah karena sikap, prestasi, dan sejauh apa kita bisa berjuang untuk meraih cita-cita.

Nyatanya, banyak sekali remaja yang terjebak. Tertipu. Mereka pikir dengan mengikuti update perkembangan terkini, maka akan dianggap sebagai anak muda yang diakui dan patut diperhatikan. Update terkini yang mereka maksud meliputi update gadget, update fashion, update kendaraan keluaran terbaru. Yang penting semuanya serba terbaru, katanya.





Sudah semestinya memang kita harus selalu update. Tapi tidak harus update gadget dan teman-temannya itu. yang perlu kita update selalu adalah pengetahuan dan pola pikir kita, prestasi, dan kebermanfaatan kita untuk sesama. Bayangkan saja kalau ternyata hanya untuk diakui, kita harus membeli gadget atau barang-barang mewah, mahal banget ngga tuh harga sebuah gengsi?

Seharusnya kita memang menjaga gengsi, tapi bukan dengan cara terbalik seperti itu. Seharusnya kita malah gengsi kalau bisa membeli itu, tapi bukan hasil dari jerih payah kita. Seharusnya gengsi kalau untuk diakui, kita tidak berbuat apa-apa, tapi sekadar nongkrong-nongkrong di cafe dan membuang-buang waktu. Bolehlah memang kita miliki dan nikmati itu semua. Tapi ingat, itu semua kita lakukan bukan karena gengsi. Bukan karena sebuah harga diri. Karena harga diri tidak ditentukan oleh seberapa besar materi yang kita miliki. Harga diri adalah hati, pikiran, pengetahuan, sikap, dan lisan yang selalu terjaga.

Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae biar dapat update info tiap hari ^^v