Sebuah Kotak Bernama Kenangan


Berbagi dan menginspirasi

Apa yang kamu lakukan saat ini, akan menjadi kenangan di menit-menit kemudian. Begitu mudahnya mencipta kenangan, tapi kita ngga akan tahu, seperti apa menit-menit yang berlalu sebentar lagi. Termasuk seperti apa kenangan yang terlalui itu hidup di dalam pikiran kita.

Mungkin saat ini kita masih biasa saja dan ngga ngerasain apa-apa waktu melakukan sesuatu saat ini. Tapi nanti, bisa jadi akan ada penyesalan, atau kepuasan, atau perasaan biasa-biasa saja, setelah melakukan apa yang kita lakukan saat ini.







Berbeda lagi kalau saat ini, kita melakukan sesuatu yang ngga menyenangkan. Atau mengalami sesuatu yang amat menyedihkan. Beberapa menit ke depan, kita akan tahu, bahwa apa yang kita alami ini akan menjadi kenangan. Kenangan itu akan timbul tenggelam di dalam hari-hari kita selanjutnya. Sebagian menjadi penyemangat, sebagian lagi menjadi penghambat.

Banyak teman bertanya, “Untuk apa sih, kenangan diciptakan?” Semua itu akan menambah nestapa. Galau yang sudah berkarat di dada, semakin sesak, katanya. Hey! Bangun, dong! Kalian pikir kenangan hanya sesuatu yang berhubungan dengan rasa pahit, asin, dan sesak saja? Bukankah masih banyak lagi kenangan-kenangan yang juga beraroma segar, dengan rasa manis, dan bahkan membuat kita ketagihan.







Hidup ini seperti kereta yang tengah melaju. Dia tidak akan pernah berhenti jika tengah melaju. Semuanya akan berjalan beriringan dengan waktu. Satu pengalaman hidup terlalui, setelahnya ada satu kenangan yang terlahir. Satu kenangan terlupakan, tapi ada lagi kenangan-kenangan lain bermunculan. Begitu seterusnya. Kenangan ngga bisa lagi kita hindari. Sekuat apapun kita berusaha menghindarinya, dia akan tetap mengikuti.

Yah, namanya juga manusia, ya. Yang manis-manis saja yang dimaui. Kalau yang pahit? Nanti dulu. Tidak semua orang bisa menelannya. Seperti kenangan. Semua kenangan manis akan tersimpan baik-baik di sebuah kotak kecil di relung hati. Kenangan itu akan diputar ulang dan membuat ketagihan. Tapi untuk kenangan pahit, tidak akan diperlakukan sama seperti kenangan manis. Kebanyakan menolak, dan berusaha keras menyingkirkannya dari hidup. Padahal, yang pahit belum tentu tidak baik, kan. Seperti jamu atau pil obat-obatan. Pahit tapi menyehatkan – jika kita bisa mengemasnya menjadi sebuah pelajaran untuk modal hidup ke depan.







Bayangkan saja seandainya hidup ini hanya berasa manis dan manis. Saya yakin, hidup kita akan biasa-biasa saja dan tidak akan berarti. Karena manis bisa kita rasakan sebab ada pahit. Tanpa pahit kita tidak akan pernah tahu apa itu manis. So, sudah deh. Ngga perlu repot-repot menyingkirkan kenangan pahit atau kenangan yang ngga mengenakkan. Kita tahu sendiri, masa kita yang sekarang dan esok lusa masih suci. Jangan mengorbankan masa depan kita yang masih suci dengan kenangan pahit yang menodai kemanisannya.