Janda Bukan Cita-Cita





Janda Bukan Cita-Cita

Berbagi dan menginspirasi

"Oww ... dia janda. Pantes ...."
"Hati-hati, dia itu janda lho! Awas suamimu!"
"Sssttts, dia janda lho. Enak tuh!"





Kalimat-kalimat itu sering mampir di telinga ketika masyarakat mulai membahas tentang janda. Memangnya janda identik dengan perebut suami orang? Identik dengan wanita yang kurang kasih sayang? Entah yang bodoh masyarakatnya atau pemikiran saya yang tak sejalan dengan mereka.

Menyedihkan ketika mendengar ucapan-ucapan seperti itu berseliweran di gendang telinga. Lagi-lagi wanita yang selalu dianggap salah jika ada keretakan di dalam rumah tangga. Kurang baik dalam melayani suami, tidak bisa membawa diri, kurang dalam segala hal.

Padahal janda tidak hanya perceraian, ada pula yang pasangannya diambil oleh Yang Maha Esa. Lantas, kenapa tidak ada yang menyalahkan Tuhan hingga membuat si wanita tersebut menjadi janda? Menyedihkan ketika menyadari hal seperti itu.

Melihat tetangga dan teman saya yang sudah janda atau mulai menajdi janda membuat saya tersenyum sedih. Berharap tak ada ucapan miring tentang para janda-janda tersebut, toh ucapan tersebut selalu ada, apalagi jika yang menjadi janda adalah seorang wanita yang saya kenal pendiam dan alim, ya, lebih baik daripada saya, begitupun dengan mantan suaminya.

Perceraian itu adalah jalan yang diberikan Allah ketika dua hati dan dua pemikiran sudah tidak bisa disatukan kembali. Memang Allah membenci perceraian, tapi tetap membolehkan hal itu terjadi. Itu adalah hal yang memudahkan di dalam Islam. Toh kalau sudah tidak ada kecocokan, kenapa harus diteruskan? Ya, walaupun lagi-lagi wanitalah yang selalu disalahkan.

Awal pernikahan, tidak ada seorang pun yang membayangkan akan berpisah, apalagi jika sudah mempunyai buah dari pernikahan tersebut. Yang ada hanya pemikiran hidup bahagia dengan separuh sayap untuk terbang mengarungi samudra kehidupan dan meraih rida-Nya.

Perceraian bukan cita-cita, apalagi jika menjadi janda. Tak seorang pun wanita yang menginginkan dirinya menjadi janda. Coba tanyakan janda-janda di sekitar kalian, adakah yang mau menjadi janda ataupun bercita-cita menjadi janda? Pun saya. Namun, jika memang perceraian adalah jalan yang terbaik untuk sebuah rumah tangga, kenapa tidak? Toh banyak pasangan yang akhirnya bahagia setelah menikah dengan pilihan yang kedua.

Tidak ada istilah janda muslimah, adanya janda genit. Tidak ada istilah duda bajingan, adanya duda keren. Hm ... jangan tanyakan kenapa jika memang masyarakat Indonesia seperti itu.

Ya, selalu ada rahasia di balik rahasia yang telah Tuhan tuliskan untuk kita. Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah dari segala keburukan dan dipeluk ke dalam kasih-Nya yang tiada batas. Aamiin,

Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae biar dapat update info tiap hari ^^v