Es Lodeh Khas Solo, Bukan Sayur Lodeh

Berbagi dan menginspirasi.

Anisa - Setelah dari kantor BPJS, tak sengaja mata saya tertuju pada sebuah tulisan yang sangat asing di telinga. Es Lodeh. Wow! Kalau sayur lodeh sih sudah biasa, saya termasuk penikmatnya, tapi kalau es lodeh?

Namun rasa penasaran itu hilang ketika menyadari niat awal, Soto Pak Rabil. Eh, belum beberapa meter meninggalkan gerobak es tersebut, sebuah SMS mampir ke handphone, mengabarkan kalau sotonya sudah tutup.

Kecewa sih, karena sudah berbulan-bulan pingin makan soto yang terkenal di daerah Kepanjen ini. Tapi kekecewaan itu sirna ketika mata tertuju lagi pada gerobak es lodeh yang ada di pinggir jalan raya, pinggir Kali Molek.

Ketika di sana, lumayan antri juga sih, karena saya harus menunggu si penjual melayani dua pembeli. Setelah mendapat giliran, saya langsung menanyakan mangkok. Xixixi. Rasanya tak akan nikmat kalau dibawa ke rumah, seperti ada cita rasa yang kurang. Selalu seperti itu ketika saya jalan-jalan untuk mencoba kuliner baru. Alias doyan makan.

Tak perlu menunggu lama sampai penjual menyajikan semangkuk es lodeh kepada saya. Bukan ke atas meja, soalnya tak ada meja di sana. Hanya ada beberapa kursi plastik untuk para pembeli. Ya, suasana seperti ini yang menjadi khas para penjual es di sini.

Saya tertegun ketika penjual memberikan sebotol sambal. Sambal? Es pakai sambal? Kan sudah pakai susu? Xixixi. Kepo banget deh, tapi tetap saja saya mencobanya. Baru kali ini makan es pakai sambal.

Pelan-pelan saya incip. Hm ... rasanya hampir mirip rujak gobet, tapi ada manisnya. Untuk isinya tak jauh dari es campur dan es buah. Perpaduan keduanya. Ada mutiara, kacang hijau, ketan hitam, alpukat, nangka, tomat, dan banyak lagi. Sampai gak bisa nyebutin satu per satu.

Es yang dijual oleh Pak Kusnadi ini ternyata memang baru beberapa hari mangkal di sini. Sebelumnya beliau berjualan di Cokoliyo. Es lodeh khas Solo itu ternyata juga sudah ada di Jombang dan Sumber Pucung (dekat BKIA, depan Toko Jamu Sumber Waras). Buka dari jam 10 sampai 4 sore.

Tak hanya ada es lodeh saja, tapi juga menjual es campur dan es teler. Harganya pun lumayan terjangkau, hanya 4.000 rupiah per mangkok.

Penasaran dengan rasanya? Yuk jalan-jalan ke Kota Kepanjen, tepatnya pinggir Kali Molek. Pastinya nikmat deh. ^^

Oh iya, penjualnya keren juga. Ternyata Es Lodeh Khas Solo ini juga punya fanspage. Coba aja search. Jangan lupa likenya, ya? 

Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae biar dapat update info tiap hari ^^v