Belajar dari Clash of Clans



Anisa AE -  Bagi para gamers, pasti tak asing dengan permainan yang satu ini. Yup, Clash of Clans (COC). Salah satu permainan di android yang juga bisa dimainkan di laptop. Permainan ini mengandalkan taktik dan kesabaran.

Saya mengenal permainan ini dari suami. Geregetan sih tiap kali dia online hanya untuk membuka aplikasi game ini. Makin sebal ketika dia memainkannya dengan emosi, apalagi saat kalah. Lebih menyebalkan lagi saat dia lupa waktu, begadang hanya melihat android, lalu bangun pagi hanya untuk upgrade.

Selain itu, Asma selalu marah ketika oleh ayahnya tidak diperbolehkan memainkan game ini. Ya, namanya saja anak kecil, selalu ingin tahu apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Apalagi suami selalu minta waktu sendiri ketika war, bahkan sering marah saat permainannya diganggu oleh si kecil.

Sehebat apa sih permainan ini? Saya pun langsung minta aplikasi ke suami, untuk Asma. Pastinya juga ingin mendalami game apa yang menyita waktunya lebih dari kebersamaan kami. Well, banyak waktu yang terbuang sia-sia hanya untuk memainkan game ini. 

Bahkan pernah laptop saya terkena virus akut, tidak bisa digunakan selama tiga hari. Hanya gara-gara suami ingin main COC di laptop, tapi tidak tahu cara downlodnya. Saat itu saya benar-benar marah. Bayangkan, di tengah tugas yang menggunung, laptop rusak hanya karena game yang tidak berguna.

Beberapa hari kemudian, saya iseng mencari cara untuk downlod aplikasi game ini di laptop, ya, lagi-lagi ingin tahu lebih dalam tentang game ini. Sebegitu pentingnya game ini sehingga mengorbankan waktu kerja saya.

Sampai akhirnya saya, Asma, dan suami punya akun sendiri-sendiri dan berada di dalam clan yang berbeda. Beberapa malam saya mencoba mempelajari. Sedikit demi sedikit masuk dalam dunia game ini. Memang tak bisa dipungkuri saya juga suka game, namun sebatas angry bird, marsha, plants vs zombie, dan sebangsanya. Bukan game online.

Game ini menuntut saya untuk membangun sebuah desa, ada tambang emas, tempat pasukan, dan lainnya. Semua harus diupgrade dengan waktu tertentu, semakin tinggi levelnya, semakin lama pula waktunya. Ketika gold dan elixir habis, dan memerlukan uang untuk membangun desa, saya pun harus menyerang desa lain untuk mendapatkan dari mereka. Pun ketika shield habis, saya harus rela diserang oleh clan lain saat tidak online.

Emosi saya mulai tak stabil. Apalagi ketika Asma ikut dalam permainan di akun saya, sementara dia punya akun sendiri. Ketika gems harus berkurang karena Asma memencet banyak tombol yang tidak dia ketahui artinya, ketika dia menyerang clan lain yang lebih tinggi dari clan saya. Well, itu adalah sesuatu.

Sampai akhirnya saya sadar bagaimana awal mula bermain game ini. Untuk apa emosi dengan permainan yang sudah jelas hanya permainan. Jika suami marah-marah, saya tak harus ikut marah, bukan? Apalagi hanya untuk permainan seperti ini.

Memang permainan ini memerlukan banyak kesabaran untuk upgrade, tapi itulah gunanya gems, agar upgrade lebih cepat. Jika gems habis, maka pemain akan membeli dengan uang asli. Oke, uang asli. Pastinya ini sangat menguntungkan pembuat gamenya.

Pun, akun dalam permainan ini bisa dijual sampai seharga ratusan ribu rupiah. Misalnya saja town house 8 full, bisa laku antara 400-600 ribu. Namun untuk sampai pada level itu, memakan waktu yang lumayan lama. Ada yang mau ikut bermain game ini dan menjual akunnya?

Oke, ini sedikit catatan saya tentang game COC.

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v