Lini Indie adalah Kebohongan Publik

Brosur Lini AE

Anisa AE - Kemarin, salah seorang teman langsung inbox saya secara terang-terangan tentang lini penerbitan yang digagas AE pada bulan Agustus ini. Awalnya dia tanya-tanya tentang bagaimana cara agar bisa punya nama penerbit sendiri yang resmi dan terdaftar di perpusnas dengan nama dia sendiri.

Saya pun hanya tersenyum dan menjelaskan bahwa untuk menjadi penerbit indie dengan nama sendiri harus punya akta notaris. Soal bagaimana mendirikan penerbit indie telah saya tulis di dalam buku "Siapa Bilang Menerbitkan Buku Itu Susah", sudah plus bagaimana editing dasar.

Dengan tegas dia pun mengatakan bahwa ingin menjadi lini AE, tapi memiliki nama penerbit sendiri yang bisa dicari namanya di perpusnas seperti Penerbit Oksana dan UNSA Press. Hadeh ... tentu saja saya menggelengkan kepala. 

Buku Panduan Membuat Penerbitan
Sudah lama AE diblacklist oleh perpusnas untuk membuat lini seperti ini. Kenapa? Ceritanya panjang kali lebar kali tinggi. Tidak akan cukup satu halaman untuk menceritakan bagaimana kisahnya, pastinya nyesek banget. Tapi saya masih bertanggung jawab pada lini-lini yang dulu telah mendaftar di AE. 

Karena blacklist inilah, saya membuatkan Lovrinz dan Ar-Rahman akta notaris sendiri (awalnya daftar menjadi lini mandiri di AE). Tentu saja yang bertandatangan adalah Mbak Rina dan saya. Ini pun prosesnya sangat panjang, penuh dengan air mata. Alhamdulillah sekarang LR sudah menjadi penerbit indie yang cukup disegani. Cieee.

Saya pun menawarkan untuk menjadi lini di bawah AE, tapi tidak berdiri sendiri. Semua kegiatan lini harus dilaporkan pada induk, termasuk saat mencetak. Karena ada beberapa lini yang mulai nakal dengan mencetak tanpa diketahui oleh induk.

"Itu namanya kebohongan publik dong kalau nama penerbit tidak ada saat disearch! Yang keluar malah nama penerbit induk!" katanya, "Belum lagi harus cetak di penerbit induk!"

Ih, saya gregetan ... kok ada ya yang pemikirannya seperti ini?

"Iya, soalnya itu kan lini, anak dari penerbit utama. Jadi, kalau ada apa-apa dengan anak, pasti ibunya yang juga ikut kena. So, Ibu memanta penuh. :)"

"Buatin lagi dong yang seperti Oksana dan UNSA! Itu mereka kan bayar 500 ribu buat jadi penerbit. AE pun lepas tangan mau cetak di mana, mau cetak berapa, dan mau menerbitkan buku siapa saja!"

Ya ampun .... ngengkel banget sih nih orang. Pingin saya getok aja deh kepalanya.

"Maaf, AE tidak bisa seperti itu lagi," jawab saya masih dengan memberikan emotion smile.

"Huft! Namanya pembohongan publik nih! Kalo gitu aku cari penerbit lain aja deh yang bayar 500 ribu, tapi bisa punya nama sendiri ketika dicari di perpusnas!"

Tuing, ada saja nih penulis yang seperti ini, "Iya, silakan. Nanti info-info ya kalau ada penerbit yang bisa seperti itu? Soalnya ada beberapa teman yang nyari juga. Sebelumnya terima kasih."

Lagi, saya menarik napas. Semoga dia menemukan penerbit yang seperti itu dan segera memberi informasi kepada saya. Serius nih, ada beberapa teman yang ingin punya penerbit sendiri dan bisa diserach di perpusnas dengan membayar 500 ribu. 

#catatanpagi

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v