Blogger Profesional atau Abal-abal?







Anisa AE - Banyak yang bingung mereka termasuk blogger profesional atau abal-abal. Apalagi saya. Sama seperti penulis, ada juga penulis abal-abal ataupun profesional. Lumayan bingung sih dengan maksudnya.

Beberapa mengatakan bahwa julukan tersebut tergantung bagaimana jam terbang kita. Misalnya dilihat dari berapa DA, alexa, PA, sampai pada berapa fee yang ditargetkan per artikel. Wuih, segitu banyaknya ya?

Ada juga blogger yang mengaku profesional dengan tulisan yang masih dibilang alay. Itu karena alexanya sudah 100 ribuan.

Kalau saya? Jujur saja baru aktif ngeblog beberapa bulan. Belum satu tahun ganti domain. Kalau awal ngeblog sudah Desember 2 tahun lalu, 2013. Itu pun dulu banyak sekali tulisan yang masih dibilang tidak berkualitas. Harus banyak belajar dari para blogger senior yang sudah bertahun-tahun.

Baca Juga : 15 Cara Menaikkan Traffic Blog

Kadang ada rasa sedih juga ketika dibandingkan dengan blogger yang usia blognya di atas 5 tahun. Belum lagi tentang tulisan yang lebih banyak opini dan curhatnya. Apalagi penulisnya adalah lulusan universitas A, B, C, dengan banyak titel. Tapi tak apalah. Setidaknya dengan hanya berijazah SMP, saya bisa membagikan ilmu lewat blog. Walau cuma berbagi pengalaman kecil, setidaknya bisa menjadi pengingat untuk diri sendiri.

Eits, tapi perlu diingat bahwa tidak ada blogger abal-abal.
Kalau menurut saya, selama blogger itu mau terus berusaha dan belajar, maka blognya akan berkembang sesuai usia. Tidak mungkin baru lahir, tapi sudah ahli berlari. Ada tahap-tahap tertentu yang harus dilewati.

Baca Juga : Berawal Dari Berbagi Sampai Didatangi Rezeki

Dengan berani membuat satu blog gratisan saja, itu sudah menandakan bahwa kita melek teknologi.  Bayangkan berapa orang yang tidak bisa membuat blog dan harus membayar banyak untuk mempunyai satu blog gratisan. Itu terus berkembang sampai punya blog berbayar dan artikel yang mumpuni. Bisa jadi masuk di halaman pertama google hanya dengan menuliskan judulnya saja.






Jadi, jangan pernah tinggalkan pensil untuk terus belajar. Banyak hal baru di sekitar yang perlu kita catat, pahami, dan renungkan. Syukur-syukur jika bisa tertuang di dalam blog, banyak yang membaca, dan menginspirasi orang lain. Bisa dapat pahala juga.
Jika saat ini masih menulis curhat, lanjutkan saja. Toh Raditya Dika juga terkenal lewat blog. Nanti lama-lama juga akan berubah sesuai dengan kondisi. Itu kan blog kita, isi apa aja sih oke. Jangan meniru blog orang lain. Temukan sesuatu yang ada dalam diri, tulis dengan hati. Suatu saat ada masanya kita bisa berlari seperti senior blogger yang lain.

Kalau kamu merasa kurang bisa seperti blogger A, B, C dan lainnya, bukan kamu saja. Saya pun merasakan hal yang sama. Rasanya, dunia blogger lebih kejam dari yang lain. Hehehe, tapi bagaimanapun juga itulah hidup. Selalu ada persaingan di dalamnya. Tak ada yang semulus jalan tol. 

Baca Juga : Blogger + Uang = Blogger Amplopan

Namun, dengan meyakinkan diri bahwa kita adalah blogger profesional, maka akan ada mimpi yang harus diraih untuk benar-benar menjadi profesional. Jangan pernah malu untuk belajar dan mencari ilmu tentang dunia blogger.
Intinya, jangan berhenti belajar dan berusaha menjadi yang terbaik. ^^
Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae biar dapat update info tiap hari. ^^v