Horor di Malam Minggu







Anisa AE - Sekarang bukan malam Jumat, jelas bukan. Karena masih teringat bahwa malam Jumat adalah malam tahun baru. Lebih tepatnya saat ini adalah malam Minggu (ketika saya menulis ini).

Malam Jumat kemarin, suami pulang dari Mojokerto. Kami menghabiskan malam dengan keliling Kepanjen bersama Asma untuk melihat kembang api. Jumat pagi, kami berencana ke Pemandian Metro, dilanjutkan ke rumah mertua.

Sayangnya tanggal 27 kemarin saat kontrol kehamilan, ada 3 ibu yang dikiret karena keguguran. Plus satu ibu yang curhat kalau bayinya tiba-tiba hilang. Satu lagi cerita dari penjual terompet kalau calon cucunya yang kurang satu minggu juga tidak ada. Ihh bikin saya merinding disko. Maklumlah, saya juga hamil, ada rasa gimana gituu.


Sayangnya, pemandian sangat ramai. Kami pun langsung melanjutkan perjalanan ke Ngajum. Rencana untuk mandi di sana gagal total, padahal kami sudah bawa pelampung. Tapi tak apalah, toh nantinya Asma lupa dengan rencana tersebut.

Dua hari di rumah mertua membuat saya agak bete. Pertama karena tidak ada sinyal, kedua karena ditinggal terus oleh suami. Tapi saya lanjutkan saja karena hari Sabtu pagi akan didatangi Mbok Sampen, tukang pijat langganan. Untungnya saya sudah menjadwal 3 artikel di blog. Jadi tak perlu khawatir blog ini kan sepi pengunjung.

Router Smartfren M2Y yang biasanya lancar, tiba-tiba tidak bisa digunakan. Akhirnya saya memakai hapenya Asma yang diletakkan di atas genteng untuk online sesekali, mengecek fb dan twitter. Jangan tanya sinyal, hampir tidak ada.  Loading pun sangat lama.

Sabtu sore, kami kembali ke Kepanjen. Itu pun suami harus kembali ke Ngajum pada keesokan harinya untuk mengantar mertua ke rumah ipar.

Setelah Asma tidur, kami menghabiskan waktu bersama. Saya mengkategorikan film dari jenisnya, sedangkan suami main COC. Sekitar pukul 22.30, terdengar suara air keran yang berada di tempat wudhu menyala.

Saya cukup kaget karena di rumah ini hanya ada saya, Ibu, Asma, dan suami. Lantas, siapa yang menyalakan keran? Padahal jelas dari tadi tidak terdengar suara apa-apa. Sementara suami sepertinya tidak mendengar suara tersebut.

Saya tanya ke suami apa mendengar suara air kran menyala. Dia menggeleng, sampai akhirnya bangkit dari tempat tidur menuju tempat wudhu. Tak lama, dia datang lagi sambil berkata, "Menyala, tapi tidak apa-apa. Nda perlu banyak istirahat, sudah malam."

Akhirnya saya matikan laptop dan mencoba rileks. Tak lama, suami pun tertidur, sayangnya mata saya tak bisa terpejam. Seperti ada mata yang mengawasi. Saya melihat sekeliling, tak ada apa-apa. Duuuh, rasanya tak ingin tidur.

Tak lama, saya rasakan cairan keluar dari Mrs.V. Sangat banyak. Kaget, segera saya lihat. Lega ketika hanya keputihan, walaupun sangat banyak, sampai rasanya seperti haid di hari pertama.

Langsung saya bangunkan suami agar menemani ke kamar mandi, keputihan tidak bisa terbendung. Kejadian kran air tadi cukup menyiutkan nyali untuk ke kamar mandi sendiri. Di kamar mandi, rasanya terus ada yang mengawasi.Beberapa suara terdengar di balik dinding kamar mandi, membuat bulu kuduk berdiri.







Terlihat suami masih terkantuk-kantuk sambil bersandar pada dinding. Ingin rasanya membuatnya terjaga, tapi mana tega?

Tak lama, kami masuk ke dalam rumah. Suami yang sepertinya sudah terjaga 70% mulai akan mengecek pintu dan jendela. Sekali lagi mengingatkan saya untuk segera tidur. Saat dia mengecek pintu samping, terdengar suara benda jatuh dengan keras. Saya tercekat. Mana bisa tidur???

Akhirnya dia pun menenangkan saya di pelukannya, mungkin berharap saya bisa lelap.

Lagi-lagi gagal. Tak berapa lama, terdengar suara mentok di samping rumah dengan riuh. Suara mereka tidak keras seperti biasanya, tapi seolah berbisik menyembunyikan sesuatu. Ihhh saya makin merinding. Untung suami langsung tanggap dan mengecek kandang bebek, lalu keluar rumah untuk mengecek masalah apa yang membuat mentok berbisik.

"Tak ada apa-apa, ayo tidur!" katanya sambil kembali ke tempat tidur setelah menyalakan semua lampu di dalam rumah yang biasa kami matikan.

Saya lantunkan beberapa surah Al-Quran dan doa pendek. Berharap Allah selalu melindungi kami sekeluarga.

Belum benar-benar lelap, ketika Asma tiba-tiba merengek. Dia sepertinya bermimpi buruk. Saya bangunkan dia segera, berharap dia sadar bahwa itu hanya mimpi buruk. Setelah matanya menatap saya, dia tertidur lagi. Tangan kecilnya menggenggam tangan saya dengan erat. Entah apa yang ada di dalam mimpinya.

Ternyata tidur pun tidak bisa lelap. Saya mimpi buruk, berada di sebuah kampung yang tak berpenghuni. Entah ke mana semua orang. Kampung yang tidak saya kenal, tapi rasanya seperti tahu semua seluk-beluk di dalamnya. Terlihat seorang anak kecil, bergegas saya kejar karena seperti mengenalnya. Tiba-tiba Asma ditembak oleh anak tersebut. Saya langsung terbangun, ah, mimpi yang aneh.

Belum 10% sadar, Asma merengek lagi. Sepertinya dia mimpi buruk lagi. Saya bangunkan lagi dan pegang tangannya, dia terlihat lelah, keringat mulai membanjiri keningnya. Suami sudah lelap, tapi saya masih terjaga, berharap bisa menjaga Asma agar tidak mimpi buruk lagi.

Entah bagaimana, sepertinya saya tertidur, lalu bangun karena mendengar suara petir dan hujan deras di luar rumah. Hujan? Semoga memang iya. Bukan karena telinga saya yang salah dengar.

Keesokan harinya saya berkata ke suami kalau tadi malam hujan. Dia hanya tersenyum, tak ada hujan tadi malam. OMG ... semoga semua kejadian itu hanya tadi malam saja. Karena jika suami tak ada, pasti saya yang merinding sendiri.

Walaupun tiap hari selalu mendengar suara aneh, bahkan yakin kalau di rumah memang ada penunggunya. Namun, tadi malam terasa sedikit aneh, tidak seperti biasa. Sepertinya itu bukan 'yang saya kenal' dari kecil.

Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae biar dapat update info tiap hari. ^^v