Review Film Bajrangi Bhaijaan






Anisa AE - Film lagi nih .... Yup, kemarin saya dan Asma melihat film india. Kok sama Asma sih? Iya, soalnya film itu menceritakan tentang anak-anak. Saya jadi bisa menanamkan beberapa pesan kepadanya.

Kisah film Bajrangi Bhaijaan diawali dengan Syahida yang terlahir bisu di Pakistan. Bahkan karena kebisuannya itu, dia tak bisa minta tolong ketika jatuh ke dalam jurang. Untungnya ibu dan tetangga di sana sangat baik, mereka menyayangi Syahida yang hidup tanpa ayah.

Konon, jika anak bisu dibawa ke India, dia akan bisa bicara. Itu yang membuat ibunya membawa Syahida ke sana. Sayangnya saat kereta macet, Syahida terbangun dan melihat anak domba masuk ke lobang. Setelah menolong anak domba tersebut, kereta berjalan. Syahida tertinggal di India.
Syahida pun naik kereta yang berjalan di belakangnya. Mungkin maunya adalah menyusul kereta ibunya, sayangnya kereta tersebut tidak menuju ke Pakistan. Perjalanan Syahida di negera India pun dimulai.


Di jalan, ada sebuah festival untuk menghormati dewa, bisa ditebak kalau salah satu penarinya adalah Salman Khan. Syahida pun mengikuti mas ganteng tersebut ke mana-mana. Sampai akhirnya Salman tak tega membiarkan Syahida di kuil, membawa ke kantor polisi, sampai dibawa pulang ke ruman teman ayahnya.

Salman bersama kekasihnya mencari tahu dari mana Syahida berasal. Juga apa saja tentang Syahida. Sampai akhirnya mereka tahu bahwa Syahida yang mereka panggil dengan nama Munni itu adalah orang Islam dan berasal dari Pakistan.

Salman pun akan memulangkan Munni dan membawanya ke kedutaan Pakistan, sayangnya karena tak ada visa, mereka ditolak mentah-mentah. Sampai akhirnya membawa Munni ke agen perjalanan yang meminta uang cukup banyak pada mereka.

Asma waktunya mengaji dan akhirnya saya menonton sendirian. Lanjut deh.

Tapi tak semudah itu, setelah Salman pergi, ternyata Munni dibawa ke rumah bordil oleh agen tersebut. Salman yang tak tega meninggalkan Munni, akhirnya menyusul dan sangat marah mengetahui anak yang disayanginya itu akan dijual. Dia memporak-porandakan tempat itu dan akan membawa Munni kembali ke Pakistan sendiri, tanpa visa.






Di sini Salman benar-benar diuji. Apalagi saat itu Pakistan dan India sedang berperang. Sungguh suatu keadaan yang sangat kritis. Salman ikut penyelundup orang, dan menunggu di perbatasan sampai polisi datang. Dasarnya mas ganteng ini orang jujur dan pengikut bajrangbali, dia minta agar diizinkan masuk ke Pakistan. Berkali-kali dipukul pun tetap ngotot minta izin dan bukan penyelundup.


Karena Munni mengambil borgol polisi, mereka ditangkap oleh polisi, dan diwawancarai oleh Chand Nawab, pihak televisi. Mereka dituduh sebegai mata-mata India. Salman pun ngotot bukan mata-mata dan hanya ingin mengantar Munni pulang. Mereka kabur dari kantor polisi dan naik bus. Di dalam bus, semua melindungi mereka karena kejujuran Salman.

Di masjid, Salman dibantu wartawan (yang tahu kejujurannya) dan seorang ustadz. Polisi pun tidak mengetahui keberadaan mereka, tapi terus mencari karena dianggap mata-mata. Perjalanan mereka membuat saya haru. Hiks, begitu berat. Sang wartawan selalu membuat vidio perjalanan mereka dan menguplod di YouTube.


Misi berhasil, Munni bisa bertemu ibunya bersama sang wartawan. Sementara Salman harus berjuang mengalihkan perhatian polisi agar menjauh dari mereka. Sayangnya Salman tertangkap dan tetap dituduh sebagai mata-mata, disuruh mengaku kalau mata-mata. Padahal kenyataannya tidak begitu.

Apakah Salman bisa kembali ke India? Bagaimana Syahida selanjutnya? Tetap bisu atau bisa berbicara? Temukan jawabannya di film ini.

Saya memberi nilai 9 untuk film apik ini. Pesan moral dan kemanusiaan tersampaikan dengan baik.

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v