1000 + 1000 = 3000






Anisa AE - Aturan dari mana kok 1.000 + 1.000 jadinya 3.000? Anak SD saja tahu kalau hasilnya pasti 2.000. Lha ini jadi 3.000? Pakai ilmu apa? Sejak kapan matematika jadi ilmu tak pasti seperti IPS?

Pasti banyak pertanyaan terkait dengan judul di atas. Saya pun akan bertanya seperti itu jika tak mengalami sendiri. Seperti ada sesuatu yang mengganjal dan perlu diluruskan karena matematika itu ilmu yang pasti dan tidak bisa diubah-ubah rumusnya. Kalaupun ada yang rumusnya berbeda, hasilnya selalu sama. 


Tapi inilah ilmu Allah. Oke, saya akan bercerita sedikit. 

Suami saya adalah seorang penjual keripik singkong keliling di Mojokerto. Memang jauh dari Malang, makanya kami sering LDR-an. Apa suami tak ingin kerja di lokasi yang dekat saja? Pingin juga sih, tapi tak ada skill yang mendukung. Untuk kerja berat seperti kuli juga tidak mendukung karena kondisi tubuhnya. 

Saya sempat berpikir bahwa suami adalah seorang pemalas yang tidak punya inisitif untuk mencari kerja lain atau membuat pekerjaan sendiri. Pernah saya ajari layout buku dan saya leskan desain grafis, agar bisa membantu di penerbitan. Tapi apa daya, mungkin memang tidak ada skill di sana. 

Pentol Celup AE

Pernah juga kami membuka usaha bareng membuat pentol celup di depan rumah, tapi ada saja yang mengganggu. Sampai-sampai pentol yang tak pernah basi itu bisa dihuni oleh makhluk misterius. Entah dari mana asalnya. 

Sampai akhirnya suami kembali lagi ke pekerjaan awalnya, menjual keripik singkong. Walaupun hasilnya tak seberapa, tapi lumayanlah, daripada menganggur di rumah. Kadang kerja 2 minggu, 1-2 minggu di rumah. Itu berlangsung secara terus menerus. 

Oke, langsung saja ke penghasilan yang didapatkan oleh suami. Tidak pasti. Kadang saat pulang dia membawa uang rata-rata 700 ribu sampai sejuta dalam sebulan. Ya, sebulan di sini dalam 2 minggu. Pasti sebagai seorang istri, saya sering mengeluh karena uang belanja yang kurang. Belum lagi bayar sekolah Asma dan keperluan lainnya. Kalau musim hujan atau pas ramai, bisa di atas sejuta. 

Saya bukan orang munafik yang mengatakan bahwa uang segitu cukup untuk sebulan. Karena itu saya pun bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga kami. Apa saja bisa saya lakukan, ngojek, penerbitan, editor, layout, ngeblog, jualan kosmetik, jualan baju, apa saja yang bisa dijual dan menghasilkan uang. Ya, walaupun hasilnya pun tak seberapa. 

Jujur saja, sejak hamil ini, ada saja yang membuat saya malas bekerja. Semua tergantung mood. Apalagi ngojek sudah tidak memungkinkan walaupun sudah ada Rebecca. Meninggalkan Asma untuk bekerja di luar rumah juga tak mungkin karena dia tak pernah saya tinggal sejak bayi. Kalaupun saya tinggal, pasti tidak kurang dari 8 jam, itu pun karena memang ada kegiatan di luar kota. 

Bayangkan betapa pusingnya saya jika penerbitan sepi, job review tidak ada, cetak buku sepi, belum lagi jika banyak undangan nikah atau keperluan mendadak lainnya. 

Oke, sekarang ke gaji saya. Tidak bisa dibilang gaji sih karena tidak pasti. Bukan gaji bulanan seperti pegawai atau karyawan. Semua tergantung dari usaha saya untuk mempromosikan penerbitan, percetakan, ataupun melamar job review. Untungnya beberapa bulan kemarin mendapat gaji pasti dari brand untuk kerjasama, walau sekarang sudah tidak lagi. Ya rata-rata sejuta sampai sejuta setengah untuk keseluruhan yang saya dapatkan. 






Sekarang pengeluaran bulanan keluarga kami. Akan saya rinci semuanya secara bulat.

1. Bayar koprasi : 650.000
2. SPP Asma : 150.000
3. BPJS : 100.000 untuk 4 orang (kelas 3 akan naik jadi 30.000/orang mulai April) 
4. Pulsa dan internet : 300.000
5. Bayar Air dan listrik : 100.000
6. Sabun cuci, sabun mandi, pasta gigi dll : 100.000
7. Belanja dapur (bawang merah, bawang putih, minyak, gula, dll) : 300.000
8. Belanja harian : 600.000
9. Jalan jajan : 300.000
10. Pengeluaran tak terduga : 400.000

Yup, all total 3 juta. Lebih besar dari penghasilan kami sebulan. Untuk no 1-3 jelas tidak bisa diganggu gugat. No 4 juga. Apalagi saya juga mengisi pulsa ibu, saya sendiri, suami, dan juga modem. Untuk no 5 pasti banyak yang bilang murah banget. Gimana gak murah kalau di rumah gak ada apa-apa, hanya cas hape dan laptop. TV pun gak ada. Untuk magic com, baru punya beberapa hari, jadi belum tahu habis berapa. Untuk air, hanya memakai buat MCK dan masak.

No 6, 7, 8 juga tidak mungkin. Karena itu sudah masuk ke dalam kategori biaya pengeluaran sangat minim. Di rumah ada saya, ibu, Asma, suami, dan adik. Ibu dan adik saat ini tidak bekerja, pastinya masuk dalam tanggungan pengeluaran saya. 

9 dan 10 juga tak mungkin diotak-atik. Tidak mungkin tanpa jalan-jajan, ya walaupun budgetnya hanya sedikit. Untuk pengeluaran tak terduga, saya tak tahu kapan Asma sakit atau saat sepatunya jebol. Apalagi jika tiba-tiba saja undangan, menjenguk saudara yang sakit pula. Iuran bulanan seperti sampah, iuran kematian, bensin, dll juga masuk di sini. Ini lepas dari kosmetik dan tetek bengek lainnya seperti baju. 

Bagaimana jika mendadak banyak sekali pengeluaran mendadak seperti saat Rebecca sakit, biaya servis motor, servis laptop dan yang lain? Pastinya di atas 3 juta. Bisa sampai 4 juta. Lantas darimana saya bisa dapatkan kekurangannya? 

Itulah matematika Allah. 1.000 + 1.000 = 3.000.

Kita tak akan tahu rezeki apa yang diberikan oleh Allah. Tidak hanya melalui gaji, tapi rezeki yang lain. Ya, misalnya saja saat saya pingin tas, selalu saja dapat tas gratis bermerk yang harus dipikir 5x sebelum membelinya karena harganya 300 ribuan. Apalagi jika ingin membeli hape baru, saya harus berpikir penting mana hape dengan makan sehari-hari. Lalu dapatlah J1 gratis dari BRID.  

Saat ingin membeli barang baru atau mau ke tempat mahal, saya berkali-kali harus berpikir ulang. Ya, karena penghasilan yang tidak seberapa tersebut. Tapi lagi-lagi tetap kuasa Allah yang berlaku. Ada saja job review makan gratis, undangan, atau voucher. 

Apa rahasianya? Bisnis dengan Allah secara jujur, tidak memanfaatkan orang lain, apalagi menipu. Percaya bahwa Dia telah menuliskan yang terbaik untuk keluarga kami. Jangan lupa perbanyak sedekah karena dalam harta kita, ada juga hak orang lain. 


Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v