Melepas Penat di Bukit Kapur Aermata, Madura

Bukit Kapur Aermata

Anisa AE - Melanjutkan cerita tentang #AlongPolong kemarin setelah istirahat di penginapan milik pemerintah di Bangkalan.


Saya bangun jam 4 pagi dan langsung mandi atau sekadar menikmati udara pagi. Sambil menunggu Asma dan suami bangun, saya nikmati sepotong roti yang dibagikan di bus kemarin plus sebotol minuman mineral untuk mengganjal perut. Lumayanlah.






Udara di sana sangat dingin, apalagi kamar saya terletak di lantai dua, bisa menyaksikan pemandangan di bawah. Sayangnya mata agak sepet karena tempatnya kotor karena acara semalam. Hanya bisa menikmati sejuknya hawa pagi.

Menunggu Teman-Teman Blogger

Ketika suami dan Asma sudah siap, kami keluar bersama. Tak lupa membawa ransel kesayangan karena ada woro-woro buat langsung menuju bus untuk sarapan di Ole Olang. Sambil menunggu teman-teman yang lain, kami narsis dulu di halaman dan juga di samping bus.

Bus berangkat dengan kecepatan sedang, membawa kami semua ke Ole Olang. Ada juga beberapa teman netizen Madura yang berangkat dengan motor dan mobil mereka. Mobil pun berjalan beriringan meninggalkan penginapan.






Di Ole Olang, kami semua sarapan dengan lahap. Setelah itu narsis bareng semua netizen bersama Pak Edwi. Saya baru tahu Pak Edwi hari itu, karena saat malam banyak sekali jajaran kepolisian, jadinya saya tidak fokus. Ternyata polisi yang satu ini cukup tampan. #eaaa

Acara selanjutnya, kami berombongan ke Bukit Kapur Aermata. Lumayan jauh juga perjalanannya, Asma sampai tertidur di dalam bus karena bosan. Di perjalanan pun tak banyak yang diperbincangkan. Jadi ingat Kak Didik, pasti ramai kalau ada dia. Heheh.






Sesampainya di sana, saya sekeluarga dapat pinjaman motor dari tukang parkir setempat. Mungkin karena bareng ma polisi dan kondisi saya saat itu sedang hamil. Jadinya, dapat pinjaman motor untuk naik ke lokasi. Lumayan jauh sih, tapi gak sampe 1km kok.

Bukit Kapur Aermata

Setelah memarkir motor, kami sibuk narsis. Yaelah, bisa dilihat sendiri kenarsisan kami dan teman-teman. Apalagi Asma tampak takjub dengan pemandangan bukit kapur. Eh, saya juga takjub kok. Gak bisa dipungkiri kalau seperti main ke Mesir dan melihat pyramida. Cuma bedanya di sini cekungan ke dalam, bahkan sampai berlubang. Ada cekungan yang mirip kubah juga.

Para Netizen di Bukit Kapur Aermata

Kenapa disebut Bukit Kapur Aermata? Mungkin karena banyak air yang keluar dari tanah. Ada juga tetesan dan rembesan air dari dinding. Usut punya usut, ternyata tempat ini adalah bekas galian tanah berpuluh-puluh tahun. Tanahnya dicetak dan digunakan untuk membuat batu bata. Proses pembuatannya pun saat itu juga, lalu diangkut menggunakan pick-up.

Teman-teman sangat antusias dalam mengabadikan moment di sana. Bahkan kami juga membuat vidio dan foto bareng dengan banner. Tak tanggung-tanggung, tempat itu sangat asyik jika dibuat prewedding. Cukup banyak pula wisatawan yang datang ke tempat itu, terlihat dari banyaknya mobil dan motor yang ada di tempat parkir.





Dinding-dinding di sini kebanyakan berwarna kekuningan, tapi ada juga yang berlumut dan ditumbuhi tumbuhan. Nah, untuk bagian yang berlumut ini, lumutnya banyak yang dikerok membentuk nama pasangan, padahal kalau alami, bisa lebih bagus. Tempat ini juga jarang sekali diekspos oleh media. 

Oh iya, kalau mau ke sini, jangan lupa bawa air minum yang banyak karena dijamin kehausan. Ada yang jual juga sih, tapi lebih aman kalau bawa sendiri. Hemat pula. Jangan lupa sunblock, payung, atau topi untuk melindungi dari panasnya sinar matahari. Sumpah, gerah dan panas banget di sana. Tidak disarankan untuk membawa anak di bawah usia 5 tahun, hehe.


Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v