Mertua VS Menantu







Anisa AE - Bersyukurlah kalian yang punya mertua baik, seperti ibu sendiri ataupun yang belum menikah, sehingga bisa mencari mertua yang baik. #Eh??

Kebanyakan mertua itu selalu kres dengan menantu, dalam segala hal. Walaupun tidak semua, yang kres biasanya karena perbedaan generasi yang terlalu jauh. Tidak hanya mertua, kita pun sering kres dengan orang tua, merasa paling benar sendiri dan mementingkan ego.

Mertua idaman adalah ibu saya. Tidak pernah ngomong macam-macam, selalu membela menantu, dan tak pernah menyuruh menantu untuk melakukan hal-hal di rumah, yang disuruh selalu anaknya. Bahkan ketika menantu tidak bekerja, ibulah yang membiayai hidup keluarga anak dan menantunya.

Sekarang ibu sudah menua, tak ada yang bisa diberikannya dalam bentuk materi kepada anak dan menantunya selain tenaga dan doa.






Kres dengan mertua memang selalu ada dan hukum jika menantu selalu salah sudah menjadi wajib. Jika mertua bertengkar dengan menantu, pasti menantulah yang salah, itu sudah hukum alam yang tidak bisa diotak-atik.

Walaupun sebenarnya orang tua pun bisa zalim kepada anak kandungnya, apalagi mertua.

Sayangnya lagi-lagi menantulah yang salah. Karena tanpa mertua, tak akan ada pasangan kita. Jadi, kita harus bisa faham dan mengerti bagaimana mertua. Seburuk-buruknya mertua, tetaplah itu adalah orang tua kita.

Serba salah? Iya. Ingin marah karena merasa benar? Iya. Tapi suatu saat kita pun menjadi mertua. Akankah kita tak menyalahkan menantu? Bisakah kita menjadi teman menantu?

Mungkin perbedaan generasi yang sangat jauh menjadikan kita berbeda dengan mertua, tapi di situlah letak pahala. Di mana saat kita harus sabar menghadapi mertua yang mulai menua, melayani mertua dengan hati ikhlas dan lapang dada.

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v