Tentang RSKB Hasta Husada








Anisa AE - Saat menulis ini, saya sedang tiduran di dipan ruang tengah. Tubuh masih sulit digerakkan, apalagi kemarin saat baru sampai rumah, tubuh demam. Mungkin karena efek obat bius sudah habis, bekas operasi terasa nyeri dan perut sangat sakit. Saya sampai menangis karena kesakitan.

Tulisan ini real dibuat atas pengalaman saya menjalani operasi dan menginap beberapa hari di RSKB Hasta Husada. Tidak ada unsur paksaan, apalagi berniat mempromosikan. #Eaaa

Untuk persalinan normal, di RSKB Hasta Husada, Sukun Kepanjen tidak menerima BPJS. Namun berbeda dengan operasi, 100% gratis. Kok bisa ya? Entahlah. Mungkin karena RSKB ini memang benar-benar Rumah Sakit Khusus Bedah. Karena saya dan debay ikut BPJS, kami tak kuatir ketika harus operasi. Walaupun BPJS yang kami ikuti adalah kelas 3, kelas paling rendah, tapi pelayanannya di RSKB Hasta Husada ini sama saja.

Baca Juga : Menjelang Operasi di Hasta Husada

Saya masuk di ruang Rajawali. Satu ruangan dengan dua tempat tidur yang dipisahkan oleh gorden. Ada westafel dan kamar mandi. Untuk masing-masing tempat tidur, ada kipas angin, lemari+meja kecil, dan meja. Cukuplah untuk kategori kelas tiga di RS swasta. Karena setahu saya, di rumah sakit lain, kelas 3 diisi tiga tempat tidur, bahkan lebih.

Untuk pelayanan juga lumayan. Jam makan sehari 3x dengan menu yang berbeda-beda. Pastinya cukup sehat dan terjamin kualitasnya. Mendapat air panas untuk menyeka badan 2x dalam sehari, pagi dan sore hari. Di dalam kamar juga ada box bayi untuk debay, jadi jika debay bangun sewaktu-waktu, saya bisa langsung menyusuinya.






Saat itu, saya ditangani oleh Dokter Widi, sehari sekali mendapat visit dokter. Kalau bidan atau perawat, datang saat dipanggil saja atau waktunya kontrol dan suntik obat. Ngomong-ngomong soal bidan or perawat, di RSKB Hasta Husada ini orangnya macam-macam. Ada yang murah senyum, ada pula yang datar-datar saja. Pelayanan tenaga medis sangat penting soal senyum, apalagi buat saya yang paling tak tahan sakit, phobia jarum suntik, dan darah ini.

Sayangnya di sini sulit mencari makan untuk penunggu yang sakit. Jadi harus bawa dari rumah. Kalaupun ada penjual yang keliling, menunya pun bisa dibilang apa adanya.

Tapi untuk rumah sakit khusus bedah, di sini cukup recomend. Pulangnya diantar sampai rumah dan diberi penjelasan-penjelasan tentang perawatan selepas dari RSKB Hasta Husada. Dapat kenang-kenangan foto debay yang cantik, plus nama dan keterangan lahirnya. Diberi satu paket mini cussons sabun mandi pula.
Jika melahirkan di sini, baby dapat pinjaman baju. Jadi nantinya cukup bawa 2 setel baju, 2 kaos tangan dan kaki, topi bayi, 2 grito, dan 2 bedong saja. Satunya untuk jaga-jaga, satu untuk dipakai saat pulang. Untuk si ibu, siapkan grito dan jarit sebelum operasi. Kalau soal baju ganti, menyesuaikan dengan sikon saja.

Oh iya, saya memang belum sempat foto-foto tempat ini karena memang fokus pada lahiran. Nanti kalau kontrol (seminggu lagi) saya sempatin foto untuk dokumentasi tempat saja. Heheh.

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v