Antara Zenvolution 2016, Ibu, dan Mekkah






Anisa AE - Beberapa hari kemarin booming sekali update-an teman-teman di FB, IG, dan Twitter soal launching produk ASUS terbaru. Yup, apalagi kalau bukan 

Nah, ceritanya saat pendaftaran, saya tidak boleh daftar oleh suami. Alasannya karena ada si kecil yang tidak bisa ditinggal. Michan masih 100% ASI dan tidak mau sufor. Dengan berat hati, saya pun mengiyakan. Walau akhirnya daftar juga secara sembunyi-sembunyi. Pikiran saya saat itu, mending daftar tidak terpilih, daripada tidak daftar sama sekali.

Dapat ditebak, Allah mengabulkan. Saya tidak terpilih. Hihihi, untungnya sohib saya, Ihwan terpilih. Jadi, saya bisa lega. Minimal di antara kami ada yang mewakili, soalnya kalau dia yang berangkat, pasti tidak akan melupakan oleh-oleh buat saya. #ngarep.

Zenvolution 2016
Ihwan dan teman-teman




Mengikuti launching produk ASUS di sosmed benar-benar membuat iri. Lebih dari 10 orang yang berteman di sosmed, semua update acara di Nusa Dua, Bali. Apalagi mulai dari tiket pesawat, hotel, dan segala akomodasi di sana ditanggung oleh ASUS. Plus, blogger dapat smartphone ASUS satu per satu. Iri pasti dong ... tapi lagi-lagi Allah itu baik, Dia tidak membiarkan keirian saya berlangsung lama.

Bagaimana tidak? Dia memberikan saya rezeki yang nilainya hampir sama dengan smartphone tersebut di bulan ini. Bahkan lebih jika saya bisa menyelesaikan semuanya sesuai target. Senang? Pasti .... Ya walaupun saya tetep pingin ke Bali gratis. #BloggerKere


Saat menjemur cucian, saya pun bercerita pada Ibu tentang Ihwan dan teman-teman yang ke Bali dengan menggebu-gebu. Ibu hanya tertawa dan menanggapi ringan saja. Ya, Ibu memang sesuatu.

"Duh, wong cuma Bali aja lho. Coba cari yang hadiahnya ke tanah suci (Mekkah)."

Rasanya makjleb. Merasa ditampar dengan omongan Ibu. Dada saya langsung sesak, terdengar ada doa dan harapan yang terselip di sana. Ya, soal berangkat haji, menunaikan rukun Islam yang ke lima. Ibu rupanya sangat mendambakan hal itu.

"Doakan agar ada lomba nulis hadiahnya ke Mekkah, trus doakan aku biar menang. Nanti hadiahnya buat Ibu, biar Ibu bisa naik haji," kata saya sambil tersenyum.

Terlihat senyum terukir di bibir Ibu.

Saya tahu, Ibu tak pernah main-main dengan doanya. Tiap hari selalu tak melewatkan Duha dan Tahajud. Saya percaya, walaupun Ibu tak bekerja, tapi rezeki Ibu ada di dalam pekerjaan yang saya geluti saat ini. Siapa tahu Allah mengabulkan doa dan harapan Ibu lewat tangan saya, menjadi haji yang mabrur.

"Masih pingin ke Bali?" tanya Ibu pelan.

"Iya dong. Kan aku belum pernah ke Bali. Tapi ke Balinya cari yang gratisan. Sebelumnya, mau nabung dulu buat Ibu agar bisa ke Mekkah," kataku sambil tersenyum.

Semoga doa Ibu dan harapan saya diijabah. Aamiin.

Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae biar dapat update info tiap hari. ^^