Tips Mempersiapkan Dana Pendidikan Tanpa Riba







Dana Pendidikan Tanpa Riba
Anisa AE - Pernah gak sih tiba-tiba saja uang di ATM ludes? Bahkan harus  berasa menjadi orang paling ngirit di dunia karena ada biaya masuk sekolah yang harus dibayarkan. Ups, gak hanya biaya masuk sekolah, tapi juga saat anak harus keluar dari sekolah yang lama, dan itu memerlukan dana yang tidak sedikit.

Itu saya alami saat ini. Ya, saat Machin mau keluar TK dan masuk SD. Kebayang gak sih bagaimana nanti saat dia masuk SMP? Berapa biaya sekolahnya? Pasti bisa berkali-kali lipat dari saat ini.
Kemarin, saya sempat ditawari oleh suatu bank untuk ikut asuransi dana pendidikan Machin, mumpung saat ini dia masih bayi, jadi biayanya bisa lebih murah. Apalagi keuntungan yang didapat pun luar biasa. Sempat tergiur sih, tapi lama-lama jadi mikir juga. Masa' biaya pendidikan pakai riba sih? Bisa gak berkah dong ilmunya. Mau cobain bank syariah, tapi sepertinya saya galau juga. Benar-benar syariah atau gak.
Bukan berarti saya anti bank. Karena saya pun punya nomor rekening untuk transaksi jual beli. Namun untuk menghindari ada uang haram (bunga) di dalam rekening, saya selalu mengeluarkan uang lebih banyak dari bunga bank untuk diberikan pada orang lain pada tiap bulan. Dengan niat membuang bunga tersebut.

Lantas apa yang bisa dilakukan agar bisa mempunyai tabungan pendidikan tanpa asuransi?

1. Menabung Harian
Pasti tidak asing dengan menabung harian. Gak usah banyak-banyak, sehari 10 ribu rupiah. Anggap saja sedang  mengeluarkan uang buat makan bakso. Jika sehari 10 ribu, maka sebulan 300 ribu (jika dalam 1 bulan ada 30 hari), 1 tahun sudah 3,6 juta. Namun, kita harus konsisten, ya? Jangan bolong satu hari pun. Kalau bolong, ya berkurang.
Jika gajiannya setiap hari seperti saya ini, karena suami bekerja serabutan, maka ini adalah cara yang cocok untuk kita. Kalau gajiannya mingguan, bisa pakai sistem seminggu sekali.







2. Arisan
Ini adalah salah satu hobi ibu-ibu. Kumpul dengan teman untuk arisan. Namun sekarang ada juga lho bapak-bapak yang arisan, jadi tidak hanya ibu saja. Dulu pas zaman saya masih muda, sempat juga ada arisan antar teman dengan menyisihkan uang saku untuk membeli buku paket atau LKS.

Arisan ini juga bisa digunakan untuk mengumpulkan uang guna mempersiapkan dana pendidikan anak kita lho. Bisa sekalian sharing dengan sesama teman arisan (bukan nggosip lho ya). Setelah dapat arisan, juga jangan langsung dibuat belanja (hobi emak), tapi langsung disendirikan untuk dana pendidikan anak.

3. Investasi Emas
Nah untuk yang mempunyai gaji tiap bulan, bisa banget dengan membeli emas pada awal bulan. Ingat, awal bulan ya, bukan akhir bulan. Untuk apa? Ya karena emas itu harganya stabil, tiap tahun juga ada kenaikan. Harganya pun beragam, mulai dari 500 ribu sampai jutaan, tergantung berat emas tersebut. Kalau mau beli emas juga bisa ke pegadaian.

Hindari untuk membeli perhiasan emas, ya? Walau sama-sama emas, tapi perhiasan itu potongannya lebih banyak jika dijual lagi. Apalagi karatnya juga lebih rendah dari emas batangan. Namun, jika memang ingin membeli perhiasan emas, boleh dan tidak dilarang. Asiknya kita saja mau menabung seperti apa.
4. Dinar dan Dirham
Ini juga bisa menjadi alternatif investasi. Jika uang sudah cukup untuk membeli dinar, langsung beli saja. Jika belum cukup, bisa membeli dirham.

Ingat, ya? Kuncinya di sini adalah konsisten. Tabungan untuk keinginan apa pun itu, jika tidak konsisten, maka uangnya akan habis untuk biaya hidup. Perlu dipisah antara kebutuhan dan keinginan. Jangan sampai kebutuhan penting malah menjadi terlupakan karena keinginan.

Semua manusia pasti ingin yang terbaik untuk hidupnya, tapi keinginan untuk membuat hidup anak-anak lebih baik dari kita dengan memberikan pendidikan yang layak, pasti lebih penting dari apa pun.