Dilarang Memakai Helm di Kantor Pos







Anisa AE - Bagaimana perasaanmu jika dibilang 'gila' oleh orang dari Nigeria dengan bahasa Inggris? Parahnya lagi, itu dilakukan di tempat umum. Kantor pos. Aku harap sih gak semua pengunjung di sana mengerti dengan bahasa yang diucapkan oleh orang itu dengan cepat.

"..... crazy ....," kara orang itu sambil memutar jari tangannya ke arah kepala.

Mungkin lagi apesnya aku kali ya, hal yang terlihat biasa di sini, jadi luar biasa di mata orang lain. Khususnya orang negro itu. Wong pengunjung lain dan pegawai kantor pos juga biasa aja liat aku pakai helm. Karena gak cuma sekali aku ke kantor pos dan itu pun cuma buat bayar karena barangnya udah diantar ma adik atau suamiku sebelumnya.

Biasanya juga gak cuma aku yang pakai helm, tapi kok ya pas aku yang kena. Kalau pas barang yang mau dikirim banyak dan pasti minggunya lama, ya jelas helm aku copot.

Aku langsung browsing, memang memakai helm itu dilarang di kantor pos? Kalau di ATM atau bank sih, emang gak boleh. Tapi hasilnya nol. Gak ada larangan memakai helm di dalam kantor pos.

Terus, si bule itu langsung motret aku yang lagi bawa Michan ma Machin. Machin juga dikata-karuan pake bahasa Inggris. Mau diviralkan kali ya fotoku yang lagi pake helm di kantor pos itu. Ya ampun, segitunya. Padahal biasanya juga gak ada yang komplain.

"Bunda, itu orangnya ngapain sih? Kok ngomong ke Bunda pakai bahasa Inggris?" tanya Asma sambil memandangku.

"Gak usah didengar. Lagian kan kamu gak paham," jawabku padanya.

Karena omongannya yang cepat, aku gak ngerti dia ngomong apa. Yang jelas sih aku dibilang gila gara-gara pakai helm di dalam kantor pos. Mungkin dipikir aku mau merampok kali, ya? Yaelah, masa' bawa dua anak dipikir mau merampok?

Memang sih pakai helm di kantor pos bukan hal yang lumrah. Tidak hanya di kantor pos, tapi di mana pun, kecuali saat naik motor. Tapi, lumrah bukan berarti gak boleh. Apalagi saat itu helmnya lagi dibuat mainan Michan yang memang lagi aku gendong. Makin berabe tuh kalau sampai Michan nangis gara-gara mainannya ulang.

Pas pulangnya, beberapa orang di sana malah tanya ma aku, "Mbak, si negro itu ngomong apa sih?"
Jelasnya mereka denger dong kalo aku dibilang gila. Itu kalimat yang diucapkan dengan jelas dan pastinya banyak yang tahu artinya. Aku cuma senyum sambil bilang soal gila sambil muter telunjuk ke helm. Eh mereka tertawa aja. Iyalah, masalah helm aja dijadikan sebesar itu, padahal di sini udah biasa.






"Mbak masih mending, motoran pakai helm. Lha banyak yang gak pake helm ke mana-mana. Bayangin aja kalau si negro itu tahu, bisa-bisa sepanjang jalan dibilang gila," celetuk seseorang sambil tertawa.

"Itu ngapain sih mereka ke kantor pos?" tanyaku pada mereka.

"Ambil uang mungkin, Mbak. Biasanya kan ada aja yang ambil uang via WU di kantor pos."

Nah selanjutnya, karena omongan si negro itu sama sekali gak jelas selain gila. Aku mau menjelaskan jika yang dipermasalahkan karena aku langsung datang dan ke petugasnya tanpa mengantri. Well, aku udah nulis di atas kalau barang sudah diantar dari tadi. Jadi, aku cuma bayar dan ambil resi. Trus ngantrinya gimana kalo barangnya udah diproses dan tinggal bayar.

Mungkin, ya mungkin sih mereka agak jengkel karena gak dipanggil-panggil ma petugas. Ya jelas lama, wong petugas pengambilan uang (jika mau ngambil uang di WU) dan bagian pengiriman itu beda. Antrinya juga beda, tergantung berapa yang datang ke masing-masing petugas. Tadi aku liat sih tumpukan di petugas pengambilan uang emang banyak. Beda ma di bagian pengiriman barang.

Well, ini pengalaman hari ini yang langsung aku tulis. Mungkin selanjutnya perlu tulisan besar "Dilarang Memakai Helm di Dalam Kantor Pos".