Resolusi dan Target di 2018




Anisa AE - Sebagai seorang ibu rumah tangga, sekaligus owner dari sebuah penerbitan indie di Jawa Timur, pastinya kesibukan saya sangat menggunung.  Sebenarnya tidak sibuk juga, tapi saat kerjaan menumpuk, tubuh selalu ngedrop. Walaupun sudah ada beberapa tim offline dan online yang membantu pekerjaan di dunia penerbitan, namun beberapa pekerjaan juga tak lepas dari tangan saya.
Pas sakit seperti itu, pasti saya pingin menyelesaikan banyak hal. "Kalau sakit jangan lama-lama," itu selalu yang saya katakan pada diri sendiri. Kalau bisa sih, jangan sampai sakit.

Lho? Mbak Anisa kan blogger?

Iya. Mungkin banyak yang mengenal saya sebagai blogger, itu karena saat kehamilan anak kedua, saya fokus di ngeblog. Penerbitan yang membutuhkan banyak konsentrasi membuat saya menyerah. Saat itu, pekerja offline saya tidak ada, jadi saya pun memilih fokus pada ngeblog. Bahkan menjelang kelahiran si kecil, saya sempat membuat grup belajar ngeblog secara gratis di facebook.

Sebenarnya saya lebih suka ngeblog. Membaca dan memberi komentar pada tiap blog yang saya ikuti. Bahkan saya bisa blogwalking seperti jam minum obat, sehari tiga kali. Buat saya, ngeblog itu bisa menambah teman dan informasi apa yang lebih hits.

Teman-teman TBM di Kantor AE

Tapi lama kelamaan, saya berpikir lagi. Apa iya saya akan menjadi blogger terus? Sementara blogger tidak bisa diwariskan. Beda dengan penerbitan yang bisa diwariskan pada anak-anak nanti. Selain itu, saya pun bisa membuka lowongan kerja untuk mengurangi pengangguran di sekitar rumah. Apalagi mencari kerja itu susah, semua pada minta yang sudah bertitel sarjana.

Lantas, apa yang saya inginkan di 2018 nanti?

Jujur saja, tahun 2017 ini sangat jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Kenapa? Karena saya fokus pada si kecil dan kurang bisa aktif sebagai blogger maupun owner penerbitan. Saya hanya memberi beberapa pekerjaan pada admin, lalu sibuk dengan urusan rumah dan anak. Saya pun kurang bisa membagi waktu dengan baik. Apalagi sampai saat ini pun Michan belum bisa berdiri sendiri.

Namun di tahun 2018 nanti, saya ingin meraih sesuatu yang lebih. Lebih baik dari sebelumnya dan bisa lebih aktif bergerak pada kegiatan di masyarakat. Saya melist banyak sekali yang harus dilakukan pada tahun depan. Salah satunya adalah mempunyai karyawan bagian kurir agar tidak mengirim buku sendiri ke klien. Heheh

Kirim Buku Sendiri ke Klien

1. Melunasi Utang

Ya, ini adalah agenda pertama saya di tahun 2018. Pasti teman-teman tahu, saya sering mengalami musibah. Seperti masalah pengiriman buku di perpusnas, cetak buku yang gagal, sampai membangun kantor penerbitan untuk mendukung usaha yang tengah saya jalankan. Belum lagi berbulan-bulan suami tidak mendapat kerja.

Walaupun utang itu di keluarga sendiri, tapi saya harus membayarnya. Minimal membayar satu juta dalam sebulan. Semoga omset penerbitan semakin melejit agar saya bisa melunasi semua utang. Aamiin.

2. Aqiqah

Dulu, saya belum diaqiqah oleh orang tua. Begitu juga dengan Meiga, karyawan saya yang sudah ikut bertahun-tahun. Tahun depan setelah utang lunas, insyaAllah kami akan melakukan aqiqah. Kenapa sih harus aqiqah? Kami rencana mau naik haji. Udah nabung tipis-tipis. Katanya, sebelum naik haji, harus aqiqah dulu. Minimal kami sudah memiliki niat baik.

Alhamdulillah semua anak-anak sudah aqiqah. Sementara untuk Meiga, dia sudah saya anggap sebagai adik sendiri. Kami punya celengan khusus yang dimasukkan uang setiap hari untuk mewujudkan aqiqah ini. Semoga tahun depan impian ini bisa terwujud. Aamiin.

3. Menyapih Michan

Meeting pun bersama si kecil
Michan alhamdulillah sudah berumur 2 tahun pada tahun 2018 nanti. Pada tahun tersebut, Michan harus sudah lepas ASI. Apa pun yang terjadi, saya harus tega menyapih dia. Itu juga karena agar dia tidak ikut ke mana-mana saat saya ada acara bersama komunitas atau yang lain.

Dulu saat menyapih Asma, lumayan susah. Semoga tidak terjadi pada Michan. Tidak hanya menyapih, tahun 2018 nanti saya menargetkan agar Michan bisa berjalan. Pada umurnya yang hampir 2 tahun ini, dia belum bisa berjalan walaupun sudah banyak kata yang bisa dia ucapkan.

4. Punya Smartphone Canggih

Ya ampun, smartphone saya kurang canggih? Sebenarnya sudah canggih sih. Tapi ramnya kurang. Smartphone saya sering ngehank saat menggunakan banyak aplikasi. Sebagai owner penerbitan, saya perlu smartphone yang sangat mumpuni. Khususnya untuk mendukung penjualan buku secara online.

Foto menggunakan kamera hape lama bersama Farah Quinn

Saya pingin smartphone yang kameranya oke, jadi gak perlu beli kamera DSLR. Kalau memotret menggunakan smartphone, biasanya ada aja yang kurang, apalagi kalau cahaya kurang. Kamera DSLR juga lebih berat, apalagi bawaan saya sudah berat. Saya juga senang yang simple, gak banyak printilannya.

Kecepatan smartphone juga menjadi pilihan karena banyak aplikasi yang saya gunakan. Saya tak bisa memegang laptop saat dengan si kecil, alternatifnya adalah membeli smartphone yang multi guna.
Pastinya juga tahan banting. Entah sudah berapa kali smartphone saya jatuh, bahkan dibanting oleh si kecil. Di sudut smartphone sudah cuil. LCD pun sudah terlihat pecah di mana-mana. Entah laku berapa kalau smartphone saya ini dijual buat ganti yang baru. :(


5. Mempunyai Rumah Edukasi

Di dekat daerah saya, ada sebuah rumah edukasi yang memberdayakan masyarakat di sekitar. Saya pun ingin membuat rumah edukasi seperti itu. Banyak pelatihan yang dilakukan oleh rumah edukasi untuk masyarakatnya. Tidak hanya sekadar kumpul, tapi juga menghasilkan dan bisa memberdayakan masyarakatnya. Kebetulan saya mengenal Mas Yani, salah satu pelopor rumah edukasi.

Pelatihan yang dilakukan mencakup banyak bidang. Seperti peternakan lele, membuat kerajinan dari sampah, dan lain sebagainya. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang pantas untuk ditiru.

Di Rumah Edukasi Gampingan

6. Mempunyai TBM Ramah Anak

TBM alias taman baca masyarakat belum ada di kecamatan saya. Ada taman baca, tapi berbayar. Perpustakaan juga ada sih, tapi tidak ramah anak. Saya pingin punya taman baca yang bisa dikunjungi sewaktu-waktu oleh anak di sekitar rumah. Tidak hanya taman baca biasa, tapi taman baca yang diisi dengan jadwal kegiatan tiap harinya. Ada mendongeng, pelatihan menggambar, pelatihan mewarnai, sampai pada pelatihan untuk membuat novel anak.

Jujur saja, tak banyak buku anak yang ada di rak buku saya. Kebanyakan adalah novel teenlit, chicklit, dan young adult. Selain itu, ada banyak juga buku non fiksi yang memang target pembacanya adalah remaja sampai dewasa. Pastinya saya harus merogoh kocek lebih banyak untuk menambah koleksi buku anak. Ya kan pada tahu sendiri kalau buku anak itu tidak ada yang murah. Apalagi yang sekelas ensiklopedi.

Budayakan Membaca Sejak Dini

7. Mendongeng dengan Perpustakaan Keliling ke Sekolah-Sekolah

Seperti gak ada kerjaan ya? Hehehe. Sebenarnya banyak banget kerjaan saya, khususnya buat keluarga. Tapi, saya tetap ingin mendongeng ke sekolah-sekolah untuk mendidik mereka melalui dongeng mulai sejak dini. Saya pun ingin bisa berkeliling ke SD-SD dengan perpustakaan keliling yang disertai mendongeng. Sepertinya bakal banyak teman-teman dari GPMB yang bisa diajak buat berkunjung ke sekolah-sekolah.

Mendongeng di Stadion Kanjuruhan

Bayangin saja saat perpustakaan keliling mengunjungi sekolah, lalu ada sesi mendongeng selama beberapa menit. Setelah mendongeng, anak-anak SD tersebut bisa membaca buku di perpustakaan keliling. Wah, pasti seru. Tentunya, minta surat sakti dulu ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Malang agar rencana ini bisa langsung diacc oleh sekolah-sekolah tersebut. Semoga aja bisa menjadi agenda GPMB selanjutnya (Langsung dijewer ma temen-temen).

Selama ini, saya selalu digandoli oleh si kecil saat mau keluar rumah. Waktu pelatihan dan meeting pun, si kecil tak bisa lepas dari saya. Jadi saat si kecil sudah mulai disapih, saya pun harus bisa melakukan banyak hal untuk anak-anak. Apalagi dengan mendongeng dan perpus keliling, bisa menimbulkan minat baca anak agar semakin tinggi.

8. Membuka Lapangan Kerja Lebih Banyak

Saya pingin banget bisa membantu orang lain, khususnya untuk masyarakat sekitar. Saat ini saya masih punya dua karyawan offline di kantor dan lima karyawan freelance yang membantu dalam proses penerbitan di AE Publishing. Saya masih ingin memperbanyak karyawan, khususnya di penerbitan dan blog.

Apalagi saat saya amati beberapa tahun ini, banyak sekali anak putus sekolah yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan apa yang diinginkannya. Misalnya lulusan SMP seperti saya. Well, saya merasakan bagaimana susahnya mencari kerja. Belum lagi beberapa kenalan yang mempunyai cacat fisik dan hanya lulusan SD, tapi punya kemauan dan kemampuan dalam menulis.

Bersama teman-teman pegiat literasi
Tentunya 8 keinginan saya itu bisa terwujud jika kesehatan saya terjaga dan tidak gampang ngedrop. Apalagi saya memang sering merasa lelah dan termasuk dalam kategori gampang sakit. Untungnya saat ini saya sudah tahu soal Theragran-M, salah satu vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.

Theragran-M menjadi pilihan saya karena saya orang yang mudah sekali yang namanya terkena flu. Apalagi di musim hujan seperti sekarang, saya yang notabenenya sebagai seorang blogger maupun owner penerbitan dan sering wira-wiri ke kota untuk menghadiri berbagai acara yang diadakan dengan sesama teman blogger maupun acara bersama tema-teman pegiat literasi. Terkena hujan hampir tiap hari membuat saya jadi rawan terkena yang namanya flu.

Saat Pelantikan Pengurus GPMB Kab Malang
Bersama Bapak Bupati Rendra Kresna
Dengan mengonsumsi Theragran-M ini saya merasa kondisi tubuh saya jadi lebih Vit dan tidak mudah lelah. Dalam kandungannya sendiri terdapat Zinc dan Magnesium yang dapat menjaga tubuh dari serangan virus penyebab flu. Jadi saya tidak lagi khawatir meskipun sering terkena hujan, tubuh tetap vit dan bertenaga. 

Selain itu mungkin karena pola makan saya yang tidak baik atau saya sering spaneng mengurusi penerbitan, blog dan keluarga. Dengan meminum Theragran-M maka bisa menurunkan hipertensi yang saya idap juga lho. Karena Theregran-M ini mengandung Magnesium, jika diminum secara teratur maka dapat menurunkan tekanan hipertensi.

Selalu Sedia Theragran-M
Oh ya satu lagi, karena Theregran-M ini adalah suplemen vitamin maka tidak akan menimbulkan efek samping jika dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan dan anjuran yang diberikan. Bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Untuk penderita maag bisa mengonsumsi Theregran-M setelah makan untuk menghindari timbulnya perih di lambung.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.