Sarapan di Ayam Nelongso Kepanjen






Anisa AE - Pagi ini adalah hari kedua pembukaan Ayam Nelongso di Kepanjen. Saya kepo dong karena kata suami kemarin, Ayam Nelongso Kepanjen sudah full anak sekolah. Memang sih, promosinya ada 500 menu gratis yang dibagikan setiap hari, selama 5 hari.

Nah, jam 9 pagi sepulang dari BCA untuk membuka rekening baru, saya dan suami pun langsung meluncur ke sini. Awalnya mau ke Nasi Pecel Pong, tapi begitu melewati Ayam Nelongso Kepanjen, langsung deh belok arah.

Untuk lokasinya terletak di depan Masjid Baiturrahman, atau pas di sebelah Alfamart. Dulu tempat apa ya ini? Lupa saya. Di sini ada dua kasir yang melayani. Jam 9 sudah lumayan antri sih, soalnya ada yang lihat-lihat menu juga dan bergerombol.






Untuk pelayanannya okelah. Sama seperti di Ayam Nelongso Sukun. Setelah pesan langsung dapat nampan yang sudah ada pesanannya. Jadi, pembeli bisa langsung membawa ke kursi. Yang bikin lama itu, pemesan bergerombol, masih tanya-tanya menunya.

Saat itu, suami minta bebek goreng, sayangnya bebek goreng tidak ada. Terus saat saya minta nila bakar, ternyata tidak ada. Adanya nila goreng. Hm, menunya kurang lengkap sih menurut saya. Saat memesan minum, vanilla late hangat juga tidak ada. Katanya sih ada teh hangat. Akhirnya saya pesan nila goreng dan suami pesan ayam kampung.





Karena yang pesanannya bawa suami, saya langsung cus cari tempat. Eh ternyata pas pesan teh hangat, tehnya gak hangat juga. Namun teh yang tidak diberi es, jadi dingin biasa gitu. Untuk nasinya cuma hangat dikit, sementara nila goreng pesanan saya malah sudah dingin.







Soal hangatnya menu, saya lebih suka yang di cabang Dieng. Namun, di sana terlalu full, jadi pelayanannya juga lama. Di Dieng, kekurangannya di toilet yang hanya 1, campur dengan tempat piring gitu. Untuk tempat cuci tangan di atas, sering mati. Beberapa kali ke sana, saya harus cuci tangan dengan turun ke bawah.



Untungnya di Ayam Nelongso Kepanjen ini banyak pilihan sambal yang manteb dan bisa mengobati rasa kecewa saya. Apalagi sambal pete, kesukaan saya banget. Rasa pedasnya juga pas. Untuk oseng kangkung dan tahunya juga oke, walaupun sudah dingin. Sebenarnya ada jaminan makanan hangat, tapi karena sudah terlalu lapar, malas rasanya minta ganti.

Dua toilet terpisah



Mushola


Untuk tempatnya, cukup bersih. Ada dua toilet, tempat cuci tangannya juga ada beberapa, di atas ada 1. Ada juga tempat wudhu dan tempat sholat di sebelah atas. Untuk tempat lesehan, hanya ada dikit, jadi gak bisa lesehan, apalagi kalau bawa bayi. Untung aja saya cuma berdua dengan suami. Parkiran mobil ada di dalam, sementara motor ada di pinggir jalan raya.
Oh iya, di lantai bawah itu area no smoking. Mungkin boleh merokok di lantai atas, saya gak tanya juga sih. Ada juga wifi, tapi saya belum nyobain kecepatannya juga. Gak bisa lama-lama, soalnya cuma berdua saja dengan suami.

Kalau mau makan ramai-ramai bareng teman, saran saya yang pesan satu orang saja, lainnya langsung cari tempat di bawah atau atas. Kenapa? Karena tempatnya bisa langsung full, apalagi pas jam makan siang. Ya mungkin karena sudah banyak pelanggannya Ayam Nelongso, termasuk saya.
Untuk harga dan menunya juga gak jauh beda dengan yang lain. Saya cantumkan harganya sekalian ya. Biar bisa memilih menu dulu sebelum ke sana.




Nah buat yang penasaran dengan Ayam Nelongso Kepanjen, bisa langsung cus ke sana ya.