Review film Si Doel the Movie


Anisa AE - Siapa nih yang masih ingat sama sinetron si Doel yang biasanya tayang di TV, bahkan sampai dijadikan FTV? Nah, sekarang sinetron Si Doel dijadikan the movie loh. Sosok si Doel tidak hanya sekedar sebagai tokoh fiksi, bahkan Si Doel kini jadi ikon Betawi. Si Doel dikenal dengan sesosok yang anak Betawi yang berjuang untuk menggapai cita-cita ditengah problematika sosial budaya yang terjadi. Melalui Si Doel, banyak anak-anak Betawi yang terpacu untuk menggapai cita-citanya dengan sekolah yang tinggi, bahkan juga semakin banyak orang yang mengenal budaya Betawi.

Ini bukan pertama kalinya Rano Karno mengangkat kembali Cerita Si Doel setelah sinetron Si Doel Anak Sekolah yang tayang 1994-2003 sebanyak 124 episode. Rano Karno juga membuat serial “Si Doel Anak Gedongan” pada tahun 2005, yang kemudian diikuti dengan “Si Doel Anak Pinggiran” pada tahun 2011.

Pada tahun ini 2018, cerita Si Doel kemudian dijadikan film layar lebar. Dahulu memang cerita Si Doel diangkat dari sebuah novel kemudian dijadikan film dengan judul “Si Doel anak Betawi” pada tahun 1972. Sudah banyak orang yang menunggu kisah Si Doel yang sudah lama tidak tayang dan akhirnya pada bulan Agustus ini mulai tayang.

Zaman dahulu, saat serial Si Doel tayang saya selalu menontonnya. Dulu juga saya belum punya televisi jadi saat mau nonton Si Doel, saya bersama teman-teman satu kampung akan nonton bersama-sama di rumah tetangga saya. Kalau zaman sekarang setiap rumah sudah punya televisi. Dulu kalau mau nonton butuh perjuangan banget, maklumlah zaman dahulu itu harga TV mahal jadi banyak orang yang tidak membeli televisi dan hanya orang-orang yang mampu saja yang punya.

Serial Si Doel sangat digemari masyarakat Indonesia dan mencapai rating yang memuaskan. Saya juga suka banget sama karakter Babe dan Mandra. Namun, sayangnya tokoh Babe telah meninggal. Kenapa saya senang juga dengan karakter Mandra? Karena Mandra dalam film Si Doel yang membuat suasana menjadi lebih menarik.


Cerita Si Doel The Movie awalnya bermula dengan kepergian Doel ke Belanda. Konflik cinta segitiga pun terjadi antara Doel, Sarah, dan Zaenab yang semakin rumit. Konflik cinta segitiga pun tidak dapat menyalahkan salah satu tokoh, karena dalah film tersebut karakter watak mereka bertiga adalah protagonis. Namun, hal inilah yang membuat film ini menarik bahkan membuat kita penasaran serta terbawa perasaan saat menyaksikan film yang satu ini.

Doel pergi ke Belanda bersama dengan Mandra untuk bertemu Hans yang membutuhkan pernak-pernik untuk festival budaya Tong Tong Fair. Namun, siapa sangka bahwa Doel bertemu dengan Sarah yang merupakan pujaan hatinya dan selama ini dia cari. Namun, di Jakarta sudah ada Zaenab yang menjadi teman hidupnya selama ini. Doel pun tidak bisa memilih antara Sarah atau pun Zaenab, dalam posisinya, si Doel tidak dapat memilih antara kedua wanita itu. Akhirnya dia dalam situasi yang benar-benar membingungkan. Film Doel ini memiliki kualitas naskah dan akting yang tidak diragukan lagi. Dalam film ini, Rano Karno sebagai sutradara mempertahankan para pemain Si Doel yang awalnya dengan judul Si Doel Anak Jalanan. Rano tetap menggunakan para pemain pada serial tersebut dan tidak membuat pemeran pengganti bagi pemain yang sudah meninggal.

Banyolan Mandra dalam film Si Doel ini berperan sangat penting. Diantara konflik problematika antara Doel, Sarah, dan Zaenab, Mandra membuat suasana menjadi lebih cair. Kita sebagai penonton akan terhibur dengan tingkah Mandra yang selalu muncul pada kejadian-kejadian penting dalam film ini.

Rano juga menyiapkan berbagai kelanjutan cerita Si Doel termasuk Rey Bong. Rey Bong merupakan aktor muda yang berperan sebagai Dul, anak Sarah dan Doel. Dalam film ini, Rano berencana membangun hubungan kembali antara ayah dan anak yang sempat terputus usai kepergian pemeran babe yang diperankan oleh Benyamin Sueb.


Film Doel merupakan film lama yang diangkat kembali namun tetap menggunakan pemeran utama yang masih sama seperti film ataupun serial Si Doel Anak Sekolah. Rano bersama tim juga tetap mempertahankan Si Doel yang menjadi ikon Betawi . Dengan jalan ceritanya yang masih mengggunakan budaya Betawi sehingga tidak menghilangkan unsur kebudayaaan yang ada di dalam serial ataupun film Si Doel zaman dulu.
Untuk para penggemar serial atau film Doel apa tidak penasaran jalan kisah selanjutnya cerita Si Doel? Apakah Doel akan memilih Zaenab atau Sarah? Zaenab yang merupakan teman hidupnya saat ini atau Sarah yang menjadi wanita yang dicintai Doel. Biar tidak penasaran kalian dapat menyaksikan film Doel dibioskop serentak yang tayang pada 2 Agustus 2018. Pssst, bisa juga beli novel dengan judul yang sama karya Kinanti WP lho, teman saya di sosmed, sekaligus keponakan Rano Karno ini.

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v