Virus Zika, Virus Berbahaya untuk Janin






Anisa AE - Nyamuk selalu menjadi factor penting dalam penyebaran beberapa penyakit menular bagi manusia. Ada dua penyakit menular paling terkenal karena nyamuk, yaitu demam berdarah dan malaria. Namun sekarang, ada virus baru dari nyamuk yang menjadi momok menakutkan. Pasalnya, virus nyamuk tersebut merusak kepala bayi karena penyusutan otak dan ukuran tengkorak kepala.

Nama virus tersebut bak sebuah film fiksi ilmiah, karena virus tersebut yang dinamakan virus Zika. Virus Zika merupakan jenis virus dari keluarga flavivirdae dan genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dengan cara menghisap virus dari orang yang terinfeksi, kemudian menularkannya ke orang yang sehat. Virus ini berasal dari Uganda dan menyebar ke seluruh Amerika Selatan. Salah satu Negara Amerika Selatan yang paling terpukul oleh virus Zika adalah Brasil. Pemerintah Brasil telah memperkirakan ada 1,5 juta kasus baru. Tak heran virus ini membuat masyarakat Brasil cemas dan ketakutan. Bahkan ahli medis di Brasil melakukan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu dengan merekomendasikan para wanita untuk menunda kehamilan. Belum ada vaksin atau obat untuk mengobati bahkan untuk mencegah infeksi virus ini. Sehingga satu-satunya jalan adalah untuk menghindari gigitan dari nyamuk berjenis Aedes Aegypti .

Nyamuk berjenis Aedes Aegypti betina adalah agen utama dalam penyebaran virus ni. Keberadaan sepesies yang melintasi hampir seluruh dunia ini mempercepat peredaran Zika. Sejalan dengan penyebaran virus yang di lakukan nyamuk Aedes Aegypti ini, virus Zika berkembang sedemikian rupa sehingga penularannya tak lagi bersumber dari gigitan nyamuk saja, namun berkembang ke transfusi darah, transplantasi organ, hubungan seks, dan kehamilan yang membuat virus ini menjadi berlipat ganda.

Faktanya, virus Zika sebenarnya telah ditemukan pada tahun 1952. Berawal saat peneliti melakukan penelitian terhadap kasus yang terjadi di hutan Zika, dekat dengan Institud Penelitian Virus Avrika Timur di Entebbe, Uganda sejak tahun 1947. Pada tahun 2014, virus Zika mulai menyebar melintasi Samudera Pasifik ke Polinesia Perancis, kemudia ke Pulau Paskah. Pada tahun 2015 virus ini mulai menyebar ke Amerika Tengah, Kalibri, dan kini virus ini menyebar ke Amerika Selatan sebagai satu wabah besar.



Virus Zika umumnya terjadi di daerah tropis, dimana banyak ditemukan nyamuk Aedes Aegypti. Virus ini bisa menyerang siapa saja dari berbagai kalangan usia. Namun yag paling beresiko tinggi terkena virus Zika ini adalah wanita hamil yang tinggal atau bepergian ke daerah yang terdapat atau terpapar infeksi virus Zika. Begitu pula dengan orang yang berhubungan seks pada pasangan yang terkena atau terinfeksi virus ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai penyakit yang terkait dengan virus Zika di Amerika Latin pada akhir tahun 2015 hingga januari 2016 telah menimbulkan keadaan darurat kesehatan bagi mastarakat. Maka dari itu, WHO mengumumkan status darurat kesehatan internasional. Meski sampai saat ini belum ada penelitian bahwa Indonesia termasuk negara yang terjangkit oleh virus ini, namun mengingat bahwa negara yang kita tempati ini beriklim tropis, dan juga banyak kasus penyebaran firus dari nyamuk Aedes Aegypti seperti DBD, dan Malaria kita juga patut mewaspadai hal ini.

Lalu apa saja sih tanda-tanda dan gejala dari virus Zika??

Dalam kebanyakan kasus orang yang teinfeksi virus Zika ini tidak menunjukan gejala sama sekali. Bahkan menurut kementrian kesehatan hanya 1 dari 5 orang yang terinfeksi menunjukan gejala dari virus ini. Meski begitu tanda dan gejala virus zika yang paling umum terjadi adalah sebagai berikut :


1. Merasa gatal hampir di semua bagian tubuh
2. Merasakan Demam
3. Merasakan sakit kepala dan pusing
4. Mengalami nyeri sendi dan bengkak pada persendian
5. Merasakan nyeri dibagian otot
6. Mata merah
7. Merasa sakit dibagian punggung
8. Merasakan nyeri dibagian belakang mata
9. Muncul bintik-bintik merah di permukaan kulit

Gejala-gejala di atas memang memiliki banyak kesamaan gejala dengan demam berdarah, namun ada hal yang membedakan gejala di antara kedua penyakit tersebut yaitu, demam yang muncul akibat infeksi virus Zika cenderung tidak terlalu tinggi, kebanyakan kasus maksimal hanya pada suhu 38 derajat celcius.


Lalu bagaimana cara mencegahnya??



Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan yang bisa membantu agar terhindar dari infeksi virus Zika. meski terdengar gampang dilakukan faktanya tidak semudah yang dibayangkan, gigitan nyamuk sangat sulit dicegah. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:



1. Usahakan tetap di dalam ruangan tertutup dan ber AC
2. Menggunakan Kelambu pada titik-titik tertentu di dalam rumah
3. Menguras dan menutup tempat pembuangan air
4. Mengubur atau melakukan daur ulang barang bekas
5. Menabur bubuk larvasida di titik-titik tertentu
6. Menggunakan lotion anti nyamuk
7. Melakukan pengawasan perkembangan jentik melalui program Gerakan Rumah Juru                           Pemantau (Jumantik)
8. Meningkatkan perilaku hidup bersih dan 
   sehat, seperti rutin berolahraga, 
   mengkonsumsi makanan yang bersih dan 
   sehat, memperhatikan asupan nutrisi yang cukup untuk tubuh, dan lain sebagainya
9. Untuk wanita yang sedang mengandung sebaiknya lebih berhati-hati dan melakukan                           konsultasi pada dokter jika ingin bepergian ke tempat yang memang masuk dalam daftar Negara          yang terkontaminasi dengan wabah Zika
10. Segera lakukan tes laboratorium setelah pulang dari perjalanan ke salah satu Negara yang sudah          terkontaminasi virus Zika.

Untuk pengobatannya sendiri bagaimana??

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tidak ada pengobatan yang sepesifik untuk virus Zika. Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika Anda terindikasi mengalami gejala virus ini yaitu :


1. Memenuhi asupan cairan unuk mencegah dehidrasi
2. Mengkonsumsi obat pereda rasa sakit, untuk meredakan demam dan sakit kepala
3. Istirahat cukup
4. Bagi pasien yang telah teinfeksi virus ini diharapkan untuk menghindari gigitan nyamuk selama          terjangkit virus ini karena virus Zika yang dapat bertaha lama di dalam darah penderita dapat              menyebar ke orang lain melalui gigitan nyamuk.


Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v



4 comments:

  1. Bubuk larvasida macam abate ya mba? Aku br tau berbahaya utk bumil.. makasih infonyaa mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap betul banget mbak semacam Abate. Sama-sama :)

      Delete
  2. virus ini bisa merusak fisik manusia. kita yg merasa peduli ya harus dibasmi agar kelak bayi yg dimiliki tdk terkena virus zika yg sngt berbahaya iini.

    ReplyDelete
  3. mbak, follow blog yuk. aku sudah folow blog sampean. salam kenal ya.

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.