Gejala dan Cara Menangani Kanker Tiroid






Anisa AE - Beberapa hari yang lalu kita telah membahas mengenai kelenjar getah bening. Kali ini kita akan membahas mengenai kelenjar tiroid. Apa sih kelenjar tiroid itu? Selain kelenjar getah bening, kelenjar tiroid juga sangat penting dan diperlukan dalam metabolisme tubuh. Kelenjar tiroid membantu tubuh dalam menggunakan energi supaya tetap hangat serta membuat jantung, otot, otak dan organ-organ lainnya bekerja dengan baik. Apabila terjadi gangguan pada tiroid dan tidak segera ditangani secara tepat maka, dia bisa mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari serta berdampak buruk pada psikologis.

Kanker tiroid. Sudah pernah dengar? Kanker tiroid adalah salah satu penyakit yang berbahaya. Namun, penyakit satu ini juga dibagi menjadi beberapa jenis yaitu meliputi:
1. Karsinoma papiler. Sekitar 80% kanker ini dialami oleh perempuan. Umumnya kanker tiroid jenis ini tumbuh secara pelan pada sel-sel folikel di salah satu atau kedua lobus kelenjar tiroid. Dari kemiripan bentuk sel yang dilihat, sel kanker jenis ini cenderung sangat mirip dengan sel tiroid normal. Akibatnya, kanker tiroid jenis tersebut lumayan sulit terdeteksi. Akan tetapi jangan terburu-buru khawatir. Karena penyakit berbahaya tipe tersebut tetap bisa diobati dan disembuhkan secara total apabila dideteksi sedini mungkin.

2. Karsinoma folikular atau biasa disebut hurthle adalah termasuk tipe kanker tiroid paling umum urutan nomor dua setelah papiler. Pada kasus yang ada telah ditemukan sebanyak 10% - 15% korban penyakitnya. Negara-negara dengan asupan yodiumnya kurang, lebih banyak ditemukan menjadi korbannya.



Sama halnya dengan tipe papiler, kanker tiroid folikular ini bisa mudah diatasi apabila dideteksi sedini mungkin. Namun tetap waspadalah, karena penyebarannya cenderung lebih agresif dan cepat dibandingkan dengan papiler. Bahkan kanker tipe ini dapat menyebar ke tulang ataupun paru-paru.

3. Karsinoma medular, dalam kasus kanker tiroid jenis karsinoma medular ini hanya ditemukan 3% korban dibandingkan dengan tipe lainnya. Penyakit berbahaya tipe medular ini terjadi pada sel-sel C di kelenjar tiroid. Pertumbuhannya lebih cepat apabila dibandingkan dengan tipe papiler maupun folikular. Kanker tiroid jenis ini bisa menyebar lebih cepat hingga ke kelenjar getah bening dan organ tubuh lainnya karena penyebarannya terlalu agresif.





Kanker tiroid jenis ini mempunyai sifat yang khas, yaitu mengeluarkan hormon kalsitonin dalam tubuh. Maka dari itu, keberadaan sel kanker ini bisa dideteksi sedini mungkin melalui tes darah yang kemudian dibawa ke laboratorium untuk mengukur kadar kalsitonin dan antigen carcinoembryonic (CEA).



4. Untuk kanker tiroid jenis anaplastik sendiri adalah termasuk kasus paling jarang ditemukan. Hanya sekitar 1% korban. Namun jangan merasa lega dulu, karena kanker tiroid jenis ini justru malah paling berbahaya dan paling cepat menyebar dibandingkan dengan jenis kanker tiroid lainnya. Hal itu disebabkan pertumbuhan pada kanker jenis ini sangat cepat dan sulit dikontrol. Akibatnya sel kanker anaplastik bisa menyebar ke leher dan seluruh tubuh, sehingga harus segera ditangani secepat mungkin.

Selain jenis-jenis kanker tiroid di atas, penyakit satu ini juga bisa berbentuk tumor langka lainnya seperti limfoma tiroid, sarkoma tiroid, dan lain sebagainya.

Untuk pengaturannya sendiri, kelenjar tiroid mengatur produksi hormon tiroid yang dipengaruhi oleh TSH ( Thyroid Stimulating Hormone). Adapun gangguan-gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid meliputi:


1. Gangguan struma nontoksik merupakan pembengkakan kelenjar tiroid tanpa adanya gangguan produksi hormon tiroid. Pembengkakan tersebut bisa bersifat merata (difus) yang sering berkaitan dengan kekurangan yodium ataupun nodul tiroid (benjolan).

Untuk menanganinya adalah dengan cara memberikan L-tiroksin yaitu  hormon tiroid untuk menekan kadar TSH sehingga bisa mengurangi pembesaran pada kelenjar tiroid. Sedangkan untuk penanganan benjolan tiroid dengan cara penyedotan cairan kista atau pembedahan (operasi).

2. Gangguan hormonal yaitu ketidakseimbangan hormon tiroid. Gangguan ini sendiri dibagi menjadi dua macam yaitu, kekurangan (hipotiroid) dan kelebihan (hipertiroid) dari hormon tiroid.

Hipotiroid merupakan kondisi kelenjar tiroid yang kurang aktif sehingga produksi hormon tiroid menjadi rendah. Hal itulah yang mengakibatkan metabolisme tubuh seseorang menjadi lambat atau menurun.
Ada beberapa penyebab yang mengakibatkan hipotiroid hormon yaitu di antaranya: kekurangan yodium, kelainan bawaan sejak lahir (hipotiroid kongenital), penyakit autoimun hashimoto, operasi pengangkatan tiroid, dan bahkan ablasi tiroid dengan yodium radioaktif. Umumnya kondisi seperti ini dapat diatasi dengan pemberian hormon tiroid sintetis (lovethyroxine).

Sedangkan hipertiroid merupakan kondisi kelenjar tiroid yang terlalu aktif, sehingga bisa memproduksi hormon tiroid dalam jumlah berlebihan.

3. Gangguan tumor pada tiroid merupakan kelainan yang mengakibatkan adanya benjolan pada kelenjar tiroid di karenakan pertumbuhan tumor, baik jinak maupun ganas, proses peradangan atau infeksi, kekurangan yodium serta proses autoimun. Jadi, apabila adanya kanker tiroid itu di karenakan pertumbuhan tumor ganas pada tiroid yang membesar lebih cepat dan bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Untuk mendiagnosisnya, dokter biasanya melakukan pemeriksaan melalui USG, CT Scan, sidik tiroid, atau bahkan dengan cara Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) atau Aspirasi Jarum Halus (AJH).

Untuk mengetahui adanya kanker tiroid kita bisa mengetahui dari:



1. Adanya benjolan di leher atau biasa disebut gondok ini merupakan ciri paling umum. Sudah lebih dari 90% gondok tiroid jinak dikaitkan dengan kondisi lain seperti hipotiroidisme (kekurangan yodium). Jika ini terjadi pada perempuan maka tentunya ciri ini akan sangat terlihat dibandingkan dengan laki-laki, sebab letaknya di bawah jakun. Untuk itu berhati-hatilah apabila menemukan benjolan pada area leher tepatnya di area tonsil.

2. Suara serak juga merupakan tanda dari adanya kanker tiroid. Hal itu di karenakan adanya otot yang menekan pita suara yang disebabkan pembengkakan. Gejala ini biasanya terasa nyeri.

3. Batuk tidak berdahak merupakan salah satu tanda adanya kanker tiroid. Namun, batuk ini tidak menular dan tanpa demam. Batuk ini terjadi sangat berat dan berlangsung lama.

4. Kesulitan dalam menelan sesuatu. Seperti halnya flu ataupun radang tenggorokan, kanker tiroid juga menunjukkan dengan tanda sulit menelan. Hal ini tidak bisa hilang selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Oleh sebab itu, harus diwaspadai dengan serius apabila terjadi gejala seperti ini. Karena hal ini bisa menunjukkan bahwa adanya kanker yang agresif atau ganas.



5. Apabila tidak menemukan benjolan, tetapi merasakan sakit di bagian leher. Hal ini perlu diwaspadai juga. Sakit leher ini sering kali terasa nyeri dan sangat menyakitkan. Terkadang sakit ini akan menyebar ke bagian telinga.

6. Sulit bernapas juga merupakan salah satu tanda penyakit berbahaya ini. Penyebabnya adalah tumor yang menekan saraf sehingga mengakibatkan rasa sesak.
Apabila kamu merasakan salah satu atau beberapa dari tanda-tanda di atas, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter agar segera mendapatkan penanganan secara tepat. Sehat itu mahal lho. Maka dari itu selalu jaga kesehatan kalian ya J.

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v

All picture by: Google