Perlunya Perhatian Lebih untuk Etika Para Pelajar






Anisa AE - Telah tiga kali dengan kejadian yang berbeda saya mengetahui perlakuan murid yang kurang ajar kepada gurunya. Bahkan sampai membunuhnya. Masih ingat dengan meninggalnya guru asal Madura bernama Budi yang meninggal karena dipukuli oleh muridnya sendiri?


Beberapa waktu lalu kita juga sudah banyak yang tahu mengenai siswa-siswa denga berita viralnya akibat memukuli tukang sapu di sekolah. Bahkan salah satu orangtua murid malah yang menyuruh dan ikut serta memukuli pegawai sekolah tersebut. Beberapa hari lalu juga telah viral murid yang berkata kotor terhadap gurunya sendiri. Astaghfirullah hal adzim, murid macam apa itu? Bayangkan, jika di negari kita masih terus saja ada anak tidak beradab seperti itu. Mau jadi apa apa anak itu? Mau jadi apa negera kita ini kalau saja generasi penerus bangsa kelakuannya seperti itu?

Bagi orangtua tentu harus lebih memperhatikan dan mendidik lebih baik lagi anak-anaknya. Agar tidak sampai melukai masa depan dia sendiri.

Beberapa waktu lalu telah diberitakan video viral yang isinya salah satu murid SMA Al Azhar Kelapa Gading, Jakarta Utara dengan kata-kata joroknya kepada gurunya sendiri. Namun, sekarang sudah mantan. Karena, dia sudah mengundurkan diri dari sekolah akibat video viralnya itu.

Akibat video viral dengan kata-kata jorok tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia sampai mengawasi secara langsung serta untuk mengonfirmasi dan mengklarifikasi kepada pihak sekolah.






Pada saat itu guru keliling di setiap kelompok dan direkam oleh pelaku sekitar satu menit. Pembuatan video tersebut dilakukan pada saat berjalanannya pelajaran Matematika tanpa suara. Pada malam harinya pelaku mendubbing dengan kata-kata jorok yang diucapkan sendiri. Nah, setelah itu videoanya diupload di media sosial miliknya. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 19 Februari 2019. Video itu sudah dibagikan oleh beberapa pengguna akun Instagram dan sudah ditonton sebanyak lebih dari 65.476 kali tayangan.

Setelah pelaku mengetahui videonya viral, si pelaku menangis terus. Sebab, mungkin dia takut dan langsung menghapus videonya itu dari media sosialnya serta menutup akunnya tersebut.

Memang anak-anak dengan usia segitu apalagi masih kelas 10 masih belum dewasa. Jadi, wajar saja kalau dia tidak tahu resikonya. Namun, dia sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Akan tetapi, meski tidak tahu resikonya dan belum dewasa seharusnya sebagai siswa bisa menjaga perkataannya. Apalagi terhadap guru. Saya rasa anak kelas 10 atau satu SMA sudah bisa berpikir sikap dan perkataan seperti apa yang pantas dilontarkan kepada guru maupun orang yang lebih tua darinya.


Setiap orangtua dan sekolah sepertinya harus lebih ketat dalam mengawasi, mendidik, serta memberi peraturan-peraturannya deh. Paling tidak supaya ada perkembangan yang lebih baik untuk anak-anak sekaligus generasi penerus keluarga dan bangsa.

Sebenarnya selain tiga kejadian di atas, masih banyak lagi murid-murid bersikap kurang ajar kepada gurunya yang belum kamu ketahui. Jika kamu mencari tahu di google maupun youtube pasti akan menemukan banyak video jenis itu. Beberapa di antaranya adalah: Siswa yang merokok di kelas dan menantang gurunya. Akan tetapi, pada akhirnya mereka sepakat berdamai. Si murid meminta maaf kepada gurunya setelah dipertemukan oleh jajaran kepolisian Polsek Wringinanom, Gresik. Siswa itu bernama Nur Khalim yang merupakan siswa SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa Timur.

Tidak hanya itu, di sekolah lain juga ada murid menantang guruya karena handphone si murid dirampas pada saat ujian. Teman-temannya bukannya melerai agar tidak terjadi perkelahian, eh mereka malah menyoraki dan memanas-manasi. Ada juga murid yang menantang kepala sekolah karena ketahuan mbolos. Anak sekolah dasar saja juga ada yang sudah berani memukul gurunya lho. Astaghfirullah hal adzim.

Selain penganiayaan yang dilakukan murid terhadap gurunya. Ada juga murid laki-laki yang sampai berani melecehkan guru perempuannya sendiri. Memalukan sekali bukan? Subhanallah, kenapa anak-anak di Indonesia yang masih sekolah etika seperti itu?


Akibat banyak video viral tentang murid-murid kurang ajar itu, banyak warganet yang gregetan (tentu saja gregetan/ jengkel) dan komentar tidak suka terhadap kelakuan murid-murid kurang ajar tersebut.
Saya sendiri juga jengkel mengetahui anak-anak zaman sekarang seperti itu. Kok beraninya, kok teganya siswa-siswa nakal itu kepada gurunya. Berbeda jauh dengan zaman dulu. Kalau dulu gak ada murid yang berani melawan guru seperti itu saat ditegur. Kalau ditegur ya hanya menundukkan kepala saja sambil mendengarkan teguran guru. Apalagi sampai memukul, melecehkan, bahkan membunuh. Murid-murid zaman dulu gak ada yang berani seperti itu. Bisa-bisa malah dimarahi, diusir bahkan tidak dianggap oleh orangtua sendiri.

Pada zaman sekarang ini, memang tidak jarang kita ketahui kalau ada murid nakal atau bandel dan kemudian ditegur oleh gurunya malah melawan. Lalu orangtua si murid tidak terima anaknya dimarah-marahi dan dihukum oleh guru atau pihak sekolah. Kemudian melaporkan ke HAM. Padahal zaman dulu itu justru gak ada orangtua yang membela anaknya jika dimarahi dan dikasih hukuman oleh gurunya. Bahkan sampai ada yang menampar muridnya. Akan tetapi, orangtua tidak pernah protes apalagi melaporkannya ke HAM. Karena, memang anaknya bandel. Miris sekali bukan?


Terkadang saya sendiri bingung, kenapa murid-murid zaman sekarang itu banyak yang tidak mempunyai etika terhadap orang yang lebih tua. Apakah kurangnya perhatian serta pendidikan akhlak oleh orangtua ataupun sekolah? Atau memang anaknya sendiri yang sulit aturannya? Lalu bagimana cara menyikap hal semacam itu?

Mungkin setiap orangtua itu sendiri yang bisa menyelesaikan masalah anak-anaknya. Karena, setiap orangtua pasti mempunyai caranya masing-masing dalam mendidik anak sesuai karakter mereka masing-masing. Selain itu, orangtua juga harus lebih memantau, memerhatikan, dekat dengan anak-anaknya. Karena, orangtua harus mengetahui setiap masalah yang menimpa anak-anaknya. Siapa tahu perangai anak yang kurang baik tersebut terpengaruhi oleh faktor luar/ lingkungan/ teman/ pergaulan.

Baca juga: ARTIKEL BERITA VIRAL VIRAL! BAYI DENGAN NAMA 19 KATA PECAHKAN REKOR NAMA TERPANJANG DI INDONESIA

Pendidikan akhlak ataupun pendidikan agama sangat penting untuk siapa pun. Apalagi untuk anak. Kenapa? Karena, supaya anak itu bisa memiliki karakter atau etika yang baik. Meski tidak pernah sekolah, jika etikanya baik pasti orang lain akan memandang kalau anak itu berpendidikan.
Setiap sekolah saya rasa juga harus lebih meningkatkan pendidikan tidak hanya teori saja tetapi praktek juga mengenai keagamaan terutama akhlak yang baik.

Karena, di mana-mana dan jika melamar pekerjaan yang dilihat/ dinilai oleh pihak penerima lamaran pekerjaan pertama kali adalah karakter/ akhlak/ etikanya. Bukan kecantikan atau kegantengan. Mungkin kalau sales beda lagi. Karena, yang saya ketahui kalau sales itu yang diutamakan penampilan. Itu yang saya ketahui lho ya, hehe.

Baca juga: ZOMBIE DEER VIRUS

Maka dari itu, akhlak atau etika harus benar-benar dijaga. Apalagi untuk para orangtua dan sekolah harus bisa menuntun anak-anak ke jalan yang baik. Tentu dengan ridho-Nya. Jadi, jangan lupa berdoa juga.

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v



25 comments:

  1. Apa kabar Mbak ANISA ? semoga baik baik saja...?
    melihat situasi dan kondisi para pelajar sekarang memang sangat memprihatinkan, kita semua tahu bahkan sering mendengar kenakalan para pelajar saat ini, bahkan menjadi berita viral....

    Prilaku prilaku kurang terpuji pada murid sering terjadi, entah itu murid berprilaku kurang sopan pada gurunya, atau bahkan menghina atau mencaci maki,


    Jadi pada judul diatas PERLUNYA PERHATIAN LEBIH UNTUK ETIKA PARA PELAJAR saya rasa sangatlah tepat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya mas kabar saya baik. Alhamdulillah

      Bener sekali mas, sekarang memang banyak pelajar yang etikanya kurang baik

      Delete
  2. melihat foto di tulisan ini saya tidak banyak baca lagi kak. mengerikan sekali ya siswa jaman sekarang. dulu saya di sekolah tidak pernah seperti ini. ckckck..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mengerikan sekali mas.
      Kalau zaman sekarang memang berbeda mas, anak zaman sekarang sudah pada berani nggak seperti zaman dulu

      Delete
  3. beda dengan jaman sekolah dulu huhu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget tuh. Miris sekali ya kalau lihat zaman sekarang

      Delete
    2. iya sih, tapi hanya terjadi di beberapa sekolah aja ya..

      Delete
  4. Brutal banget mbak...jadi sedih kalo lihat anak2 zaman sekarang, yang mengabaikan etika...:(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget kak. Sedih banget ya lihatnya :(

      Delete
  5. banyak hal yang kadang memicu kanapa hal tersebut bisa terjadi, harus ada kerjasama yang baik antara orang tua dan para pengajar termasuk para pengambil kebijakan di negeri ini. mari dimulai dengan diri kita dulu, lalu jaga dan sayangi anak-anak kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bun bener banget tuh ya. Kita sebagai orangtua juga harus mengajari anak tentang etika yang baik sejak dini

      Delete
  6. Memprihatinkan sekali melihat etika murid2 itu terhadap gurunya.. Ingat jaman saya dulu sama guru itu takut dan segan..

    ReplyDelete
  7. kelas 8, 9, 10, dan 11
    itu adalah puncak kenakalan, di samping tidak melihat kelas2 lain
    tapi ini juga perlu bimbingan dari orang tua, peran pemerintah dan masyarakat

    ReplyDelete
  8. harus hati2 lah sama murid siswa siswi. mereka masih perlu dibimbing agar nggak nakal dan watak bisa dikontrol. miris sih ngeliat berita kekerasan yg melibatkan murid. sampe tersebar se-indonesia.

    ReplyDelete
  9. Soalnya mereka sekolah umum yang rata-rata pendidikan ahlak, moral, etika, dan sopan santun masih di nomer 100, yang di pesantren saja ada yang kurang ajar, coba kalau diutamakan dan lebih ditingkatkan lagi pendidikan ahlak, moral, etika, dan sopan santun, hasilnya pasti beda atau paling tidak mengurangi perilaku buruk siswa.

    Jangankan di sekolah, di rumah saja mereka melawan sama orang tua. Contohnya adalah memaksa orang tua membelikan ponsel atau sepeda motor. Memang perkembangan zaman sudah berubah, tapi semuanya tergantung dari cara orang tua dan guru mendidik anak-anak mereka dan tetap memperhatikan perilaku serta pergaulan mereka sehari-hari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mas.
      Semua masih butuh pengawasan ya mas

      Delete
  10. Astagfirullah, sungguh sangat memprihatinkan sekali :(

    ReplyDelete
  11. pelajar jaman sekarang amit2 kelakuanya. Sekolah di dalam tas bawa sajam untuk tawuran. Dikelas berani sama gurunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak.
      Anak zaman sekarang banyak yang kelakuannya sudah nggak bener.

      Delete
  12. Mbak Nisa, saya gak tahu mau komen apa. Hati saya seperti teriris-iris mengetahui hal-hal seperti ini. Semoga anak-anak kita terhindar dari periaku demikian :(

    ReplyDelete

Harap tidak meningglkan link hidup. :) Terima kasih.