Arti Remaja Sebenarnya Beserta Masalah-masalahnya






Anisa AE - Hai semua, apa kabar? Hmmm, kali ini saya akan membahas mengenai masa remaja. Masa remaja merupakan masa yang tidak terlupakan. Oleh karena itu, buat kamu yang masih remaja jangan pernah sia-siakan masa remajamu dengan hal-hal tidak berguna.


Namun, setiap remaja memiliki cara berbeda untuk melewati masa remajanya. Ada yang melewatinya dengan biasa saja, ada pula yang melewatinya dengan luar biasa. Selain itu, ada juga yang melewati masa remajanya dengan bahagia dan sebaliknya.

Lalu, kenapa dengan mereka yang melewati masa remajanya tidak dengan bahagia? Kenapa coba? Ada yang tahu?

Tidak sedikit hal yang menyebabkan remaja tidak merasa bahagia. Misal, kurang bergaul, tidak pede (percaya diri), keluarga tidak harmonis, keadaan ekonomi yang kurang, dan sebagainya.
Kalau kamu, ingin menjadi remaja yang seperti apa? Tentu ingin menjadi remaja yang bahagia bukan? J

Remaja sendiri berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Nah, istilah adolensence sendiri juga memiliki arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial, dan fisik (Hurlock, 1992). Sebenarnya remaja itu tidak mempunyai tempat yang jelas, karena bukan termasuk golongan anak tetapi bukan juga golongan dewasa ataupun tua.
Borring E.G. (dalam Hurlock, 1990) sendiri mengatakan bahwa, “masa remaja merupakan suatu periode atau masa tumbuhnya seseorang dalam masa transisi dari anak-anak ke dewasa yang meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa.”

Kalau Monks dan teman-temannya (dalam Hurlock, 1990) mengatakan bahwa, “masa remaja adalah suatu masa di saat individu berkembang dari pertama kali menunjukkan tanda-tanda seksual, mengalami perkembangan psikologis, dan pola identifikasi dari anak menjadi dewasa, serta terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh pada keadaan yang mandiri.”

Sedangkan Neidahart (dalam Hurlock, 1990) berpendapat bahwa masa remaja adalah masa peralihan dan ketergantungan pada masa anak-anak ke masa dewasa serta pada masa ini remaja dituntut untuk mandiri. Pendapat ini juga hampir sama dengan apa yang dikemukakan oleh Ottorank (dalam Hurlock, di tahun sama) bahwa masa remaja merupakan masa perubahan yang drastis dari keadaan tergantung menjadi  keadaan mandiri, bahkan Daradjat juga mengatakan bahwa masa remaja adalah masa dimana munculnya berbagai kebutuhan dan emosi serta tumbuhnya kekuatan dan kemampuan fisik yang lebih jelas serta daya pikir matang.



Erikson (dalam Hurlock, 1990) sendiri menyatakan bahwa masa remaja adalah masa kritis identitas atau masalah identitas ego remaja. Identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya sebenarnya dan apa perannya dalam masyarakat, serta usaha dalam mencari perasaan kesinambungan dan kesamaan baru. Para remaja harus memperjuangkan kembali dan seseorang akan siap menempatkan idola serta ideal seseorang sebagai pembimbing dalam mencapai identitas akhir.

Nah jadi, berdasarkan beberapa pengertian remaja yang telah diungkapkan para ahli, maka bisa disimpulkan bahwa remaja adalah individu yang sedang berada pada masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa dan ditandai dengan perkembangan yang sangat cepat dari aspek fisik, psikis, sampai sosial.

Problem remaja sendiri terbagi menjadi empat bagian yaitu:





1. Problem yang berkaitan dengan perkembangan fisik dan motorik
Dalam hal ini, pada remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat. Keadaan fisik pada remaja dipandang sebagai suatu hal penting, tetapi ketika keadaannya tidak sesuai dengan harapan (ketidaksesuaian antara body image dengan self picture) bisa menimbulkan rasa tidak puas dan kurang percaya diri pada individu itu sendiri. Kematangan organ reproduksi pada remaja membutuhkan upaya pemuasan dan apabila tidak terbimbing oleh norma-norma bisa menjurus pada penyimpangan perilaku seksual.

2. Problem yang berkaitan dengan perkembangan bahasa dan kognitif

Pada masa remaja awal dalam hal ini ditandai dengan perkembangan kemampuan intelektual yang pesat. Akan tetapi, saat si remaja tidak mendapatkan kesempatan pengembangan kemampuan intelektual, terutama melalui pendidikan di sekolah, maka bisa jadi potensi kecerdasannya tidak akan berkembang secara optimal. Begitu juga pada masa remaja, terutama remaja awal merupakan masa terbaik untuk mengenal dan mendalami bahasa asing. Namun, disebabkan keterbatasan kesempatan dan sarana prasarana, mengakibatkan si remaja kesulitan untuk menguasai bahasa asing.

Tidak dapat dipungkiri, dalam zaman modern sekarang ini, penguasa bahasa asing merupakan hal penting untuk menunjang kesuksesan hidup dan karier seseorang. Namun, dengan adanya hambatan dalam pengembangan ketidakmampuan berbahasa asing tentunya akan sedikit banyak berpengaruh terhadap kesuksesan hidup dan karier seseorang itu.

Terhambatnya perkembangan bahasa dan kognitif bisa berakibat juga pada aspek emosional, sosial, dan aspek-aspek perilaku serta kepribadian lainnya.



3. Problem yang berkaitan dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas, serta keagamaan

Masa remaja biasa disebut juga sebagai masa social hunger (kehausan sosial) yang ditandai dengan adanya keinginan untuk bergaul dan diterima di lingkungan  kelompok sebayanya (peer group). Penolakan dari peer group bisa menimbulkan frustasi dan menjadikan remaja itu sebagai isolated serta merasa rendah diri. Akan tetapi sebaliknya, jika remaja bisa diterima oleh kawan sebayanya dan bahkan menjadi idola tentunya dia akan merasa bangga serta mempunyai kehormatan dalam dirinya.

Problem perilaku sosial pada remaja tidak hanya terjadi dengan kelompok sebayanya, tetapi juga bisa terjadi dengan orangtua dan dewasa lainnya termasuk dengan guru di sekolah. Hal semacam ini dikarenakan pada masa remaja, khususnya remaja awal akan ditandai adanya keinginan yang ambivalen. Di satu sisi terdapat adanya keinginan untuk melepaskan ketergantungan dan bisa menentukan pilihannya sendiri, tetapi di sisi lain dia masih membutuhkan peranan orangtua terutama secara ekonomis.
Seiring berjalannya pertumbuhan organ reproduksi, hubungan sosial yang dikembangkan pada masa remaja ditandai juga dengan adanya keinginan untuk menjalin hubungan khusus dengan lawan jenis dan apabila tidak terarah atau terbimbing bisa menjurus tindakan penyimpangan perilaku sosial serta perilaku seksual.

Dalam masa remaja ini juga ditandai dengan adanya keinginan untuk mencoba-coba dan menguji kemapanan norma yang ada. Apabila tidak terarah atau terbimbing, mungkin saja bisa berkembang menjadi konflik nilai dalam dirinya maupun dengan lingkungannya.

4. Problem yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian dan emosional

Selain disebut social hunger, masa remaja bisa disebut juga masa untuk menentukan identitas diri (self identity). Usaha dalam pencarian identitas pun banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba, perilaku imitasi atau identifikasi. Jika remaja gagal menemukan identitas dirinya, dia akan mengalami krisis identitas atau identity confusion sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya.

Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil serta belum terkendali pada masa remaja bisa berdampak pada kehidupan pribadi maupun sosialnya. Dia akan menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja atau bahkan justru bisa menjadi orang yang berperilaku agresif. Pertengkaran dan perkelahian seringkali terjadi yang disebababkan ketidakstabilan emosi pada si remaja tersebut.

Bagaimana kawan-kawan? Sudah tahukan mengenai masa remaja?

Sumber: Buku Panduan Menjadi Remaja Percaya Diri

All picture by: Google

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v