Ciri-ciri dan Beberapa Faktor Tidak Percaya Diri








Anisa AE - Halo teman-teman. Saya mau tanya nih. Di antara kalian ada enggak yang sering sekali merasa tidak pede (percaya diri) saat tampil atau berbicara di depan umum? Bagaimana perasaan kalian jika itu terjadi?

Nah, kali ini kita akan membahas terkait percaya diri. Tidak percaya diri atau seringkali orang menyebutnya tidak pede merupakan salah satu problem yang senantiasa membayang-bayangi atau menghantui setiap orang terutama remaja. Sebelum membahasnya lebih lanjut, tahukah kalian mengenai rasa percaya diri itu? Nah, buat kalian yang belum tahu, wajib baca penjelasan di bawah ini ya :D.

Jadi, artikel ini bertujuan untuk para remaja yang mengalami krisis percaya diri. Dalam artikel ini akan terdapat berbagai penjelasan mulai dari memahami apa itu percaya diri serta pentingnya sampai menemukan inspirasi dari tokoh-tokoh yang sukses karena rasa percaya diri yang dimiliki. Selain itu, dalam artikel ini kamu akan mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana cara membangun rasa pede.


Bagi orangtua dan guru juga sangat disarankan untuk membaca artikel ini, karena para orangtua dan guru juga ikut berperan dalam mendidik, memotivasi, dan memantau para remaja itu sendiri.




A. Lalu, apa sih sebenarnya percaya diri itu?


Tidak sedikit yang mengemukakan pendapat tentang definisi percaya diri. Beberapa definisi percaya diri di bawah ini:


1. Rasa yakin dan percaya bahwa kita dapat melakukan atau meraih suatu hal itulah yang dinamakan percaya diri.


2. Percaya diri merupakan bagian dari alam bawah sadar dan tidak terpengaruh oleh argumentasi yang rasional. Pede hanya terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya perasaan dan emosional. Oleh sebab itu, untuk membangun rasa percaya diri dibutuhkan alat yang sama yaitu, perasaan, emosi, dan imajinasi.

3. Kepercayaan diri merupakan sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik kepada diri sendiri maupun terhadap lingkungan/ situasi yang sedang dihadapinya.


4. Kepercayaan diri adalah efek dari bagaimana kamu merasa, meyakini, dan mengetahui.


Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pede (percaya diri) merupakan sikap positif yang dimiliki seseorang untuk dapat melakukan suatu hal tanpa beban perasaan yang mengganggu.




B. Lalu, apa yang dimaksud dengan tidak percaya diri itu?


Tidak percaya diri itu tentu kebalikannya dari percaya diri dong, hehe. Pastinya rasa tidak percaya diri itu harus dibuang jauh-jauh sampai tidak terlihat lagi oleh mata, hehe. Bagi kamu yang merasa kurang percaya diri, ayo buang rasa tidak pede-mu itu dengan terus membaca artikel ini hingga tuntas pembahasannya J.


C. Ciri-ciri percaya diri


Percaya diri juga ada ciri-cirinya loh. Di bawah ini ada beberapa ciri atau karakteristik individu yang mempunyai rasa percaya diri yang proporsional. Perhatikan diri kamu, apakah ciri-ciri di bawah ini juga terdapat pada dirimu?


1. Percaya akan kemampuan diri, sehingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan, maupun rasa hormat orang lain
Remaja percaya diri memahami kemampuan diri yang dimilikinya tanpa harus menunggu orang lain untuk memuji dan mengakui kemampuannya.


2. Tidak terdorong untuk menujukkan sikap menyesuaikan diri demi diterima oleh orang lain maupun kelompok.
Remaja percaya diri tidak akan menunjukkan sikap penyesuaian diri agar diterima oleh orang lain maupun kelompok. Apabila seorang remaja sudah memiliki rasa percaya diri, dia tidak memiliki keinginan untuk mengubah sesuatu dalam dirinya agar bisa diterima oleh orang lain atau suatu kelompok yang diinginkan.


3. Berani menghadapi dan menerima penolakan orang lain serta berani menjadi diri sendiri
Kalau kamu, apakah termasuk remaja yang berani menerima penolakan dari kawanmu? Jika iya, berarti kamu masuk dalam golongan remaja pede dan jika jawabannya tidak maka sebaliknya.


Bagi kamu yang menjawab iya, berbanggalah. Namun, bagi yang jawaban tidak kamu tidak perlu khawatir. Karena dirimu bisa segera mengumpulkan rasa percaya dirimu dengan membaca artikel ini sampai benar-benar tuntas. Karena artikel mengenai ini masih berlanjut saking banyaknya dan kamu akan mendapatkan tips-tips serta kiat dalam membangun rasa percaya diri.
Setelah membahas tentang apa itu percaya diri, dan juga ciri-cirinya. Sekarang kalian wajib tahu nih tentang faktor apa saja yang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri. 

Misalkan saja dalam kehidupan sehari-hari tentu sering sekali ya mendengar seseorang atau teman mengatakan, “Aku gak pede”. Setiap orang tentu pernah merasakan yang namanya tidak percaya diri. Rasa tidak pede biasanya dikarenakan sebuah situasi yang mengharuskan seseorang tampil di depan umum dan membuat keputusan penting.

Coba kamu perhatikan teman-temanmu yang mengikuti tren masa kini dalam berpakaian. Namun perlu diingat, bahwa penampilan bukanlah syarat mutlak untuk menjadikanmu lebih percaya diri. Masih ada banyak hal lain selain penampilan yang bisa membuatmu percaya diri, misalnya prestasi atau kecerdasan otak dan bakat lainnya.


Banyak faktor lain yang bisa mengakibatkan seseorang tidak percaya diri di antaranya faktor penampilan, usia, dan keluarga. Berikut ini penjelasannya:



1. Faktor penampilan
Tidak percaya diri pada remaja yang disebabkan oleh penampilan misalnya, tidak pede karena memiliki tubuh pendek, rambut kribo, kulit hitam, wajah tidak rupawan, dan lain sebagainya. Penampilan sendiri menjadi faktor utama krisisnya tidak percaya diri pada remaja.

2. Faktor usia
Faktor usia terkadang juga bisa menjadikan remaja jadi kurang percaya diri. Perlu kamu ketahui bahwa ada yang tergolong remaja awal, merasa grogi, nervous, atau tidak percaya diri saat harus berbicara dengan gurunya atau orang yang lebih tua darinya.


3. Faktor keluarga
Selain faktor penampilan dan usia, ternyata tidak percaya diri juga disebabkan oleh faktor keluarga. Faktor ini bisa membuat seorang remaja menjadi tidak percaya diri. Remaja yang hidup dalam lingkungan keluarga tidak sehat membuatnya cenderung menyendiri dan melampiaskan pada hal-hal yang negatif. Kecenderungan inilah yang bisa membuatnya menjadi tidak percaya diri.


Lingkungan keluarga tidak sehat yang dimaksud di sini adalah orangtua yang sering bertengkar, perceraian terhadap orangtua, dan keadaan ekonomi keluarga yang rendah. Perlu kamu ingat, bahwa faktor keluarga ini tidak serta merta mengakibatkan remaja menjadi tidak percaya diri. Ada juga remaja yang justru semakin percaya diri karena merasa mampu keluar dari himpitan masalah keluarga.

Sebenarnya rasa tidak percaya diri yang timbul pada remaja adalah wajar. Karena mereka sedang dalam masa pertumbuhan, baik pertumbuhan fisik maupun emosional. Selain itu, rasa tidak percaya diri muncul karena ketidakberanian, malu dilihat banyak orang, dan takut salah.


Bisa disebut tidak wajar apabila rasa tidak percaya ini menjadi berlebihan dan membuat remaja menjadi pendiam, penyendiri, atau tidak kreatif. Banyak aktivitas yang ditinggalkan oleh remaja karena rasa tidak percaya dirinya. Namun, kamu bisa segera mengubah rasa negatif itu menjadi sebaliknya dengan cara mengikisnya sedikit demi sedikit.


Perlu kamu ingat bahwa rasa percaya diri itu bukanlah bakat. Rasa percaya diri bisa dipupuk dan dibangun mulai dari sekarang. Selain beberapa faktor di atas, masih banyak lagi faktor lain yang bisa membuat rasa tidak percaya diri muncul pada remaja. Lalu, apakah rasa tidak percaya diri itu bisa dihilangkan? Tentu saja bisa.

Sumber : Buku Panduan Menjadi Remaja Percaya Diri

All picture by: Google

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v