Cara Mengatasi Post Holiday Syndrome






Anisa AE - Siapa sih yang nggak suka dengan masa liburan? Nggak ada kan? Yang ada masa liburan menjadi salah satu masa yang paling ditunggu-tunggu ketika sedang ada di masa bekerja. Iya nggak nih? Nah, liburan sendiri memang sangat penting lho buat diri sendiri. Selain bisa untuk menenangkan pikiran. Namun, juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Akan tetapi, ketika masa liburan sudah berakhir jangan sampai kamu mengalami sindrom pasca liburan ya atau yang biasa disebut dengan post holiday syndrome. 

Hal ini biasanya banyak dialami oleh seseorang yang bekerja di sebuah kantor. Namun, tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada orang lain yang bekerja selain di kantor. Nah, kamu sendiri sudah tahu belum apa itu post holiday syndrome? Jadi, post holiday syndrome atau sindrom pasca liburan adalah kondisi emosional yang bisa terjadi kepada siapa pun itu saat harus kembali menghadapi rutinitas kerja sehabis liburan yang panjang. 



Kamu sendiri sudah tahu belum apa yang menyebabkan sindrom ini? Belum tahu ya? Jadi, sindrom ini disebabkan oleh otak kita yang kaget dan kemudian berusaha untuk menyesuaikan dengan realita yang ada. Sindrom ini juga disebabkan ketika kamu bersenang-senang saat liburan lalu kamu tidak rela untuk mengakhirinya. Bahkan kamu ingin liburan saja daripada bekerja. Nah, ini nih salah satu keinginan yang harus kamu tepis ya. 

Menurut ahli psikolog sindrom ini merupakan gejala yang normal ketika pasca liburan. Biasanya sindrom ini tidak berlangsung lama, mungkin hanya terjadi selama seminggu awal pasca liburan saja. Eits, namun kamu jangan menganggap gejala ini sebagai gejala yang biasa saja dan kamu menyepelekannya ya. Kamu akan mengalami depresi jika membiarkan sindrom ini sampai berlarut-larut. Lalu caranya bagaimana nih untuk mengatasi post holiday syndrome ini? Kamu bisa melakukan beberapa kegiatan di bawah ini agar tidak terjebak di dalam post holiday syndrome :

1. Beristirahat

istirahat

Nah, salah satu kegiatan yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi post holiday syndrome adalah dengan cara beristirahat. Pastinya kamu tidak merasa lelah kan ketika menikmati liburan. Misalnya saja ke pantai, kamu pasti tidak mengalami kelelahan saat itu. Namun, rasa lelahmu akan terasa ketika selesai liburan tersebut. 

Maka dari itu, sebisa mungkin berhentilah dan kembalilah ke rumah 2 hari sebelum tempat kerja kamu masuk. Hal ini untuk memberikan waktu bersitirahat pada tubuhmu dan juga sekalian menikmati waktu akhir liburan.


2. Membuat daftar rencana kerja

membuat daftar rencana kerja

Kalau kamu sudah beristirahat kurang lebih 2 hari dan sudah waktunya masuk kerja. Salah satu hal yang bisa kamu lakukan agar tidak terkena post holiday syndrome adalah dengan membuat daftar rencana pekerjaan apa yang akan kamu kerjakan. Biasanya setelah ditinggal beberapa hari untuk liburan, email yang masuk itu sangat banyak. Selain itu pekerjaan kantor juga bisa jadi semakin menumpuk. 





Kalau kamu langsung mengerjakan semuanya hal ini bisa membuat kamu depresi. Selain itu efek rileks setelah liburan akan hilang seketika. Jadi, sebisa mungkin luangkan waktu sekitar 1 jam untuk membuat daftar rencana pekerjaan apa yang akan kamu lakukan. Dengan membuat daftar ini itu juga akan membantu kamu dalam menyelesaikan pekerjaanmu.

3. Mencari tantangan

berbicara dengan atasan

Siapa nih yang suka dengan tantangan? Buat kamu yang suka dengan tantangan. Kamu bisa meminta atasan kamu agar diberikan sebuah projek yang baru untuk dikerjakan. Hal ini bisa mengurangi post holiday syndrome. Lho kok bisa? Hal ini dikarenakan ketika kamu dihadapkan dengan projek baru yang menantang, hal itu bisa membuat kamu sibuk dan ini bisa membangkitkan semangat bekerja kamu. 

Sekedar catatan ya, cara ini untuk yang menyukai tantangan saja ya. Kalau kamu tidak menyukai tantangan, kemudian kamu minta untuk diberikan projek baru bisa-bisa hal ini malah akan membuat kamu semakin depresi. Pekerjaan yang satu saja belum selesai sudah minta yang baru. Kan nanti kerjaannya makin numpuk dan itu bisa bikin kamu depresi. 

4. Ingat tujuan hidup

travelling

Ini nih yang terpenting, mengingat tujuan hidup. Liburan memang menjadi salah satu kegiatan yang bisa membuat pikiran kita menjadi tenang dan tidak memikirkan pekerjaan. Namun, ketika kamu liburan kamu juga bisa sambil merenungkan tujuan hidup kedepannya. Misalkan saja kamu mau seperti apa kedepannya, menjadi lebih baik lagi dan masih banyak lagi. Nah, saat kamu akan memulai kerja sebaiknya mengingat hal tersebut. Lebih tepatnya mengingat tujuan kamu sebenarnya. Maka dari itu, jadikan pekerjaanmu menyenangkan dan tanpa beban seperti saat kamu liburan.

5. Menerapkan hidup sehat

pola hidup sehat

Nah, ini juga menjadi salah satu kegiatan yang bisa membuat kamu terhindar dari post holiday syndrome. Hal ini dikarenakan saat sedang liburan kamu pasti memakan sesuatu yang bisa menyenangkan diri sendiri. Tidak peduli itu makanan yang bergizi atau tidak, semua dimakan. Eits, akan tetapi setelah pasca liburan kamu harus merubah pola makanmu ya. 


Lebih tepatnya dengan cara menerapkan pola hidup sehat lagi. Ketika kamu melakukan pola makan yang sehat dan juga ditambah dengan olahraga, hal ini bisa membuat badan kamu tidak merasa pegal. Selain itu, mood kamu juga akan kembali. Jadi, kamu nggak akan badmood saat melakukan pekerjaan. Eits, tidak hanya itu ya. Dengan menerapkan pola hidup sehat kamu juga akan merasakan bahwa tubuhmu kembali lebih bugar.

6. Membawa suasana liburan

makan bersama

Selain cara di atas. Cara yang satu ini juga bisa kamu lakukan untuk mengurangi kondisi post holiday syndrome. Kamu bisa membawa suasana liburanmu saat kamu sedang bekerja. Nah, membawa suasana liburan yang dimaksud di sini bisa kamu lakukan dengan cara mencari tempat makan yang membuat kamu merasa bahagia. 

Kamu juga bisa sekalian mengajak teman-temanmu. Mengobrol dengan mereka, kamu juga bisa berbagi kisah selama masa liburan. Hal ini akan membuat kamu mengenang masa liburan tersebut dan membuat kamu merasa bahagia. Selain itu juga bisa membuat diri sendiri tidak merasa stres karena pekerjaan.

Nah, itu beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurasi kondisi post holiday syndrome. Terutama buat yang bekerjanya di kantor. Apa di sini ada yang pernah mengalami kondisi post holiday syndrome sampai beberapa minggu. Bisa share pengalamanmu di kolom komentar ya ^^ 

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v