Explore Desa Wisata Pujon Kidul



Anisa AE - Wah tidak terasa nih, sekarang sudah hari Selasa. Saya mau tanya nih, waktu hari Minggu kemarin, kamu menghabiskan hari liburmu ke mana nih? Hanya di rumah saja atau berwisata bersama dengan keluarga atau bahkan dengan orang tercinta nih? Hehe. Kalau saya sendiri hari Minggu kemarin menjadi salah satu hari yang mengesankan di awal bulan Juli ini? Lho kok bisa? Bisa dong, karena hari Minggu kemarin saya ada kesempatan mengikuti sebuh acara yaitu Come In Pujon Kidul.

Acara ini sebenarnya merupakan sebuah kegiatan praktikum mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, prodi ilmu komunikasi (akusara). Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 07 Juli 2019 di balaidesa Desa wisata Pujon Kidul. Acaranya sendiri dimulai pada pukul 09.00 dan dibuka oleh 2 mc yang mampu mencairkan suasana. Tak lupa juga ada beberapa sambutan mulai dari Ibu Arum Mastikasari, M. Med. Kom yang merupakan perwakilan dari prodi ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.


mc

Ibu Arum Mastikasari, M. Med. Kom


Kemudian juga ada Ketua Dinas Pariwisata Kota Malang yaitu Ibu Lani Masruri, M. Si. Tak lupa juga ada Bapak Udin Hartoko selaku kepala desa Pujon Kidul. Beliau menjelaskan bahwa Pujon Kidul sendiri merupakan sebuah desa yang mempunyai 3 dusun di dalamnya yaitu Dusun Krajan, Dusun Maron dan juga Dusun Tulung Rejo. Pada masing-masing dusun memiliki ciri khas masing-masing. Misalkan saja nih untuk Dusun Maron,di dalam dusun ini terdapat wisata budaya, wisata edukasi, home industri, peternakan.


Bapak Udin Hartoko

Untuk Dusun Krajan ada wisata edukasi pertanian, homestay dan juga café sawah. Nah, untuk Dusun Tulung Rejo terdapat camping ground, wisata offroad (kampung susu) dan juga wisata alam. Setelah mendengar penjelasan dari bapak kepala desa saya mulai paham dengan Desa Wisata Pujon Kidul ini, dan saya sempat kagum terhadap warga yang ada di desa ini. Mereka bersatu untuk memajukan desanya. Kekaguman saya tidak hanya berhenti di situ. Ketika selesai acara pembukaan dan sekaligus sambutan.

Saya dan juga rekan undangan lainnya diajak untuk berkeiling desa dari dusun satu ke dusun lainnya. Ketika hendak mengelilingi masing-masing dusun tersebut semua tamu undangan dipakaikan udeng sebagai simbol penyambutan tamu. Saya serasa menjadi orang penting saat itu hihi :D. Tidak hanya memakai udeng. Namun, kita berkeliling desa dengan iringan tari-tarian dan juga musik. Seru banget hehe. Langkah demi langkah sampai juga semua rombongan ke Dusun Maron, dusun dengan ciri khas wisata budayanya.


berkeliling dengan diiringi musik

Kami masuk dan diperkenalkan bagaimana cara membatik, mulai dari bagaimana memegang canting, bagaimana memegang kainnya agar tangan tidak terasa panas. Kami pun juga diberi kesempatan untuk mencoba membatik. Setelah membatik, kami diajak untuk melihat hasil batik warga Pujon Kidul ini dan hasilnya itu indah banget :D. Eits, tidak hanya membatik saja ya. Namun, juga bisa melihat proses membuat topeng, bisa juga bermain mainan tradisional seperti engrang. Sayang sekali karena waktu yang diberikan cukup singkat, saya jadi nggak bisa mencoba membatik dan juga bermain mainan tradisional huhuhu sedih.


hasil batiknya


hasil pembuatan topeng

Namun, kesedihan itu tidak berlangsung lama. Karena kemudian kami semua diajak ke Wisata Petik Jambu. Yey siapa nih yang suka dengan buah jambu? Seperti yang kita ketahui bahwa buah jambu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Nah, di kebun jambu ini kami diberikan kesempatan untuk memetik dari pohonnya langsung dan boleh membawanya pulang. Namun, ada aturannya yaitu hanya boleh membawa pulang jambu 1 kilo. Kalau di atas itu harus membayar sendiri hehe. Akan tetapi lumayan lah buat oleh-oleh :D. Habis ke kebun jambu ke mana lagi nih? Jadi, setelah ke kebun jambu perjalanan masih berlanjut yaitu ke Bukit Nirwana.

Namanya aja bukit ya sudah pasti di puncak. Iya kan? Jaraknya memang tidak lumayan jauh akan tetapi jalannya yang naik menjadi terlihat jauh. Maka dari itu rombongan dijemput dengan mobil pick up yang juga sempat mengantarkan ke kebun jambu. Karena rombongannya lumayan banyak, maka panitia menggunakan 2 mobil pick up. Namun, ternyata apa yang terjadi? Mobil pick up yang datang hanya 1 :(. Yang satunya entah di mana. Panitia sudah menelfonnya berkali-kali, namun kami diminta untuk menunggunya sebentar.

Baca juga : YUK MAIN KE UPSIDE DOWN WORLD DI JATIM PARK 3


pemandangan dari wisata petik jambu

Beberapa saat kemudian ada seseorang pengendara yang lewat dari atas dan dia bilang kalau jaraknya dekat. Oke lah karena katanya dekat dan sambil menunggu mobil pick up menjemput, akhirnya rombongan yang tersisa terpaksa harus jalan kaki. Kami semua berjalan pelan dan menikmati pemandangan yang sangat indah. Namun, panasnya matahari juga ikut menemani hingga rasanya saya dan teman saya tidak kuat lagi. Saya melihat beberapa rombongan yang berjalan lebih dahulu berhenti, saya kira itu tempatnya. Namun, ternyata itu salah besar. Bukit Nirwana itu masih jauh banget.

Setelah berhenti sejenak, semuanya melanjutkan perjalanan ke bukit. Dengan langkah kaki yang sudah gontai dan juga panasnya sinar matahari yang menyengat akhirnya sampai juga di Bukit Nirwana. Sesampainya di sana kami semua dibolehkan untuk memesan teh atau kopi. tidak hanya itu akan tetapi juga diperbolehkan untuk berteduh menikmati keindahan Bukit Nirwana. Saya pastinya juga tidak melewatkan pemandangan yang indah buat berfoto dong. Apalagi di sana ada spot fotonya juga yang bisa membuat foto menjadi keren. Setelah puas berfoto (sebenarnya sih belum :D).


spot foto di Bukit Nirwana

Saya mengantarkan teman saya untuk sholat, kebetulan saya sedang tidak sholat saat itu. Saya menunggunya di luar. Namun, tidak lama dari itu perasaan saya tidak enak. Saya meminta teman saya untuk cepat-cepat, karena saya panik kalau sampai tertinggal oleh rombongan. Saya berjalan lebih dahulu, sambil menunggu teman saya yang masih memakai sepatu. Namun, saat saya menuju ke tempat gazebo atau tempat yang tadinya banyak terdapat rombongan undangan.

Ternyata mereka semua sudah tidak ada. Astaga bagaimana bisa saya dan teman saya tertinggal oleh rombongan hmm. Akhirnya saya dan teman saya memutuskan untuk keluar dan bertanya kepada petugas dan petugas itu berkata rombongan Come In Pujon Kidul sudah meninggalkan Bukit Nirwana. Petugas tersebut menelfon dan menyuruh orang menjemput saya dan teman saya. Saat itu saya sudah panik nih. Namun, tidak lama ternyata juga ada 3 orang yang baru saja keluar dari Bukit Nirwana. Yey ternyata masih ada temannya :D.

Baca juga : TRAVELLING DAN KULINERAN KE CIREBON YUK


minum es teh di Buukit Nirwana

Saya sedikit merasa lega karena ada 3 orang juga yang tertinggal rombongan :D. Namun, lama kelamaan saya mulai bosan dan bertanya-tanya kenapa kok belum dijemput juga ya? Karena menunggu itu membosankan, nggak hanya itu sebenarnya. Karena yang pasti juga ketinggalan kunjungan yang selanjutnya. Hmm jadi sedih nih. Setelah menunggu cukup lama akhirnya dijemput juga dan ternyata benar untuk kunjungan setelah ke Bukit Nirwana yaitu ke peternakan sudah selesai dan sekarang waktunya kunjungan ke Café Sawah. Ah ya sudah tidak apa-apa ini kan juga memang salah saya sendiri karena keasyikan berfoto-foto :D.


di area cafe sawah

Namun, saya dan juga beberapa orang yang tertinggal memutuskan untuk mengambil motor terlebih dahulu sebelum menuju Café Sawah. Hmm jalan menuju Café Sawah saat itu juga sangat macet karena banyaknya pengunjung yang datang. Namun, saya dan teman saya sampai juga di Café Sawah. Namun, ada satu hal lagi nih yang bikin saya sedih. Ketika saya sudah sampai Cafe Sawah ternyata acara pertunjukan yang ada di balainya sudah berakhir. Kemudian saya dan beberapa teman yang tertinggal dipersilahkan untuk makan.

Waktu makan saya itu sebenarnya adalah waktu free untuk bisa masuk ke dalam Café Sawah dan juga ke The Roudh 78. Namun, karena saya gunakan untuk makan akhirnya hanya tersisa 15 menit hmm. Itu semua karena saya tadi ketinggalan rombongan. Namun, ternyata karena saya membawa motor ke Cafe Sawah, jadi nggak perlu kembali lagi ke balaidesa Pujon Kidul untuk mengambil motor. Saat itulah saya menyadari ternyata ketinggalan rombongan yang lainnya juga ada hikmahnya. 


pemandangan dari atas area The Roudh 78

Saya bisa berkeliling di daerah Café Sawah sampai puas. Bahkan berfoto-foto yang ada spot foto yang keren banget dan saya puas banget :D. Hingga tak terasa waktu sudah magrib saya bergegas untuk pulang. Untungnya udara Kota Batu saat itu tidak terlalu dingin walau saat malam hari hehe. Nah, apakah kamu sudah pernah nih datang ke Desa Wisata Pujon Kidul ini? Yuk share pengalamanmu di kolom komentar ^^

Oh iya, kamu juga bisa menonton video keseruan kami saat mengeksplor desa wisata ini di link ini ya Come in Desa Wisata Pujon Kidul.

Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v

All pictures : personal documents

Writer : Ichwatul Rohmah